Dalam hidup di dunia ini Allah telah menciptakan alam dan seisinya dengan sempurna. Semua elemen yang terdapat di bumi dirancang dan dikendalikan secara teratur sesuai kodrat-Nya. Salah satu bukti yang menunjukkan itu semua adalah penciptaan seorang laki-laki dan perempuan. Binatang-binatang secara berpasang-pasangan, langit tinggi menjulang serta banyak hal lain yang dapat kita lihat di sekitar. Allah menurunkan manusia ke muka bumi ini tujuan utama untuk menjadi seorang pemimpin atau khalifah, yaitu pemimpin yang mengatur segala yang ada di bumi agar di jaga secara optimal.
***
Pemimpin merupakan seseorang yang mendapat kepercaya oleh sekelompok orang untuk mengatur segala urusan dalam sebuah organisasi atau kelompok tersebut. Kepemimpinan sangat identik dengan laki-laki, yang notabene memang kaya akal pikiran, ide, gagasan serta ketegasan. Dalam Al-Qur’an juga secara jelas dan tegas mengatakan bahwa seorang laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan (QS. An-Nisa:34).
Sepintas terlihat kepemimpinan ini merupakan tugas istimewa dan “derajat/tingkat yang lebih tinggi” daripada tingkat perempuan (Quraish Shihab:2018). Namun, semakin berkembangnya zaman seorang perempuan tidak kalah berperan penting dan percaya diri dalam mengembangkan skillnya untuk maju mencalonkan diri sebagai pemimpin.
Di dunia modern, kini perempuan telah banyak mengasah kemampuannya di semua bidang mulai dari pengetahuan, teknologi, dan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Perempuan juga dituntut untuk mengasah dan meningkatkan kualitas yang ada pada dirinya, sehingga suatu saat dapat berperan penting di masyarakat. Jika argumen-argumen tersebut mampu mengalahkan semua kemungkinan, maka di sinilah peran perempuan sangat tinggi.
Kepemimpinan Seorang Perempuan
Menjadi seorang pemimpin bagi kaum hawa memang tidak mudah karena perempuan cenderung memakai perasaan dan memikirkan sesuatu yang membuatnya takut seperti kegagalan. Ketegangan semacam ini yang biasanya menjadi alasan kaum hawa tidak berani menjadi seorang pemimpin. Namun, pemimpin bukan sebatas menjadi CEO, Direktur Utama, Presiden, Bos ataupun Manajer, akan tetapi masih banyak lagi istilah-istilah yang dapat menunjukkan seorang perempuan itu layak untuk dijadikan pemimpin.
Sebetulnya jumlah pemimpin perempuan yang ada di Indonesia masih sangat minim dibandingkan kaum adam. Namun, sebuah kepemimpinan oleh seorang perempuan tidak bisa kita anggap sepele. Kita lihat perempuan-perempuan hebat yang telah berani menunjukkan jati diri ke ranah publik, ibu Presiden Megawati contohnya. Beliau salah satu yang mampu berkelana di dunia perpolitikan Indonesia serta menjabat sebagai presiden perempuan pertama di negara ini.
Ada juga Najwa Shihab, ialah pendiri Narasi TV dengan program unggulannya “Mata Najwa”. Program ini menjadi tontonan favorit bagi kalangan muda, karena di dalamnya membahas mengenai berbagai aspek yang sedang banyak dibicarakan (viral). Menampilkan kritik, argumentasi, serta mengungkapkan segala solusi bagi masyarakat.
Kata Najwa Shihab, “Masih banyak pria yang tidak mau mengakui peran kepemimpinan seorang wanita. Wanita harus bekerja ekstra keras untuk dianggap serius”, katanya dalam acara ‘Global Conference on Women and Entrepreneurship.
Oleh karena itu, perempuan memang harus cakap dalam mengolah semua kemampuannya agar mampu bersaing. Selain itu, saat ini sudah banyak perempuan-perempuan di luar sana yang sudah mampu menjadi seorang pemimpin yang disegani oleh rakyat atau kelompoknya.
Teladan Pemimpin Perempuan Pada Masa Rasulullah SAW
Mari kita lihat masa lampau, pada zaman Rasulullah hiduplah seorang saudagar perempuan yang memiliki seribu macam keahlian dalam bidang perdagangan, Sayyidah Siti Khadijah. Iya, ia merupakan istri pertama baginda Rasulullah SAW.
Khadijah hidup di Mekah dengan profesi utamanya sebagai pedagang, karena kebiasaan orang-orang pada masa itu merupakan zaman perdagangan oleh karena itu hampir seluruh kaum menjadi saudagar hal tersebut karena perdagangan sudah mendarah daging di kehidupannya. Perdagangan Khadijah meliputi negeri Syam, Irak, Romawi, Persia, India hingga sampai ke negeri Yaman.
Allah SWT memberikan berkah pada perdagangan Khadijah, sehingga ia memiliki harta yang berlimpah dan banyak mendapat pujian dari kaumnya. Khadijah adalah contoh perempuan yang memiliki otoritas tinggi pada perniagaannya. Mengatur semua perdagangan, membagi tugas kepada budak-budaknya secara baik, mencari solusi atas sebuah permasalahan dengan cara musyawarah dan memberi kuputusan yang tepat dan juga memiliki pola pikir yang luas serta matang dalam pengetahuan. Ia juga memiliki kecerdasan pikiran sehingga dapat mengatur semua alur perdagangannya secara teratur dan sempurna.
Meskipun Khadijah mendapat banyak pujian dari kaum pada masanya, tapi ia tetap masih memiliki kewibawaan yang sangat tinggi sehingga tidak tergoyah sedikitpun pada pendiriannya atas pujian-pujian yang terlontar.
Khadijah merupakan salah satu contoh pemimpin perempuan yang sangat cakap, piawai serta memiliki keunggulan-keunggulan yang berbeda dari perempuan lain. Dia merupakan perempuan ahli sedekah, jujur, dan tidak sombong meskipun ia memiliki harta yang berlimpah. Khadijah juga sangat menjaga kehormatannya dari hal-hal apapun yang buruk. Siti Khadijah adalah salah satu pemimpin perempuan yang sangat cocok menjadi panutan bagi kaum hawa milenial pada masa kini.
***
Lalu untuk apa perempuan masih memilih jalan mundur dalam kepemimpinan sedangkan peluang untuk menjadi pemimpin sudah banyak? Perempuan memiliki hak yang sama dalam mengatur kemampuan dan kecerdasan untuk dapat setara dengan laki-laki.
Perempuan tidak hanya diam di rumah, perempuan harus bisa bekerja keras, mengambil alih peran penting, menempatkan diri di kedudukan yang lebih tinggi serta mewujudkan semua impian terbesarnya. Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang bisa memotivasi dan menginspirasi anggotanya, memiliki integritas, kewibawaan serta kejujuran yang tinggi dalam mengolah usahanya dengan baik.
Editor : Lailatul Qoderia
