f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
karakter

Pentingnya Membangun Karakter Positif Perempuan

Berbicara soal karakter sebenarnya memang suatu hal yang relatif. Apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk di mata orang lain, begitu pula sebaliknya. Bagaimana suatu karakter itu dipandang baik ataupun buruk sebenarnya tergantung bagaimana sudut pandang seseorang. Karakter pada manusia sebenarnya memiliki sifat dapat diubah.

Hal inilah yang menjadi sebab adanya kata pembentukan karakter. Untuk mengubah sebuah karakter tidaklah mudah, diperlukan usaha yang tidak singkat. Namun pada tahap inilah terkadang seseorang merasa jenuh dan memilih untuk meyerah dalam membentuk karakter pada diri mereka.

Pentingnya Karakter bagi Perempuan

Karakter merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam kehidupan perempuan. Namun mereka jarang sekali menyadari hal ini. Kebanyakan justru menganggap bahwa menerima karakter asal mereka adalah wujud dari kesederhanaan dan apa adanya. Padahal semua orang dapat menyadari karakter buruk dalam diri mereka sendiri dan mereka mempunyai kuasa untuk mengubahnya.

Bahkan di dalam Al-Qur’an, Allah Swt telah menyebutkan bermacam-macam karakter perempuan dan laki-laki. Hal ini semata-mata untuk memberi petunjuk agar perempuan tidak salah dalam memilih dan memiliki karakter.

Karakter merupakan sesuatu yang lahir dari kebiasaan. Untuk mengubah karakter yang baik maka dibutuhkan usaha untuk mengubah kebiasan yang baik pula. Untuk mengubah kebiasaan yang baik maka diperlukan dorongan diri yang lebih kuat, seperti berbicara pada diri sendiri tentang alasan mengapa kebiasaan lama harus diganti dengan kebiasaan baru yang lebih baik.

Hal ini memang sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Bahkan Neurosains Elliot Berkman pernah berkata bahwa lebih mudah melakukan suatu hal baru daripada berhenti melakukan kebiasaan lama. Tapi jika bukan kita sendiri yang memiliki keinginan mengubahnya, maka siapa lagi.

Baca Juga  Perempuan, Pernikahan, dan Idealisme
Kemuliaan Perempuan dalam Islam

Islam adalah agama yang mengistimewakan perempuan. Banyak sekali hadist Rasulullah SAW yang mengutarakan tentang bagaimana berharganya perempuan. Namun sayangnya, kekurangan perempuan adalah terkadang mereka tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Penulis akan menyebutkan sebagian kecil contoh karakter perempuan.

Pertama, di zaman sekarang di mana perkembangan sosial media sudah luas, seringkali kita melihat bahwa tidak sedikit perempuan yang mengorbankan rasa malunya. Hal itu kadang dilakukan hanya demi konten dan ketenaran. Sifat malu adalah karakter yang seharusnya ada pada perempuan. Namun tak jarang juga kita melihat fenomena perempuan dan laki-laki yang tidak menjaga sifat malunya seakan-akan hal itu merupakan sesuatu yang wajar.

Sebagai perempuan kita harus bisa menyadari, bahwa apa yang kita tunjukkan itu adalah gambaran bagaimana kita menjaga harga diri. Maka hendaknya perempuan muslimah harus menjaga harga diri mereka dengan rasa malu. Hadist riwayat Hakim menyatakan Rasulullah SAW bersabda “Malu dan iman senantiasa berjajar bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilang lainnya”. Maka dapat disimpulkan, seorang perempuan dan laki-laki hendaknya bisa menjaga fitrahnya yaitu memiliki rasa malu. Sebab untuk menjaga iman kita harus memiliki rasa malu, sementara untuk menjaga rasa malu kita harus memiliki iman.

Menjaga Lisan

Kedua, sebagai perempuan hendaknya kita dapat menjaga lisan, sebab menjaga lisan adalah salah satu wujud menjaga harga dirinya. Namun tak jarang karakter ini justru tidak terlalu diperhatikan. Banyak fenomena zaman sekarang yang sudah biasa ketika melihat seseorang perempuan dan laki-laki berkata kotor. Bahkan hal ini dianggap kekinian dan wajar, sehingga perbuatan berkata kotor sudah dianggap biasa saja dan tidak patut diubah. Tak jarang juga seseorang dapat menyakiti hati hanya dengan perantara jari dan sosial media sebagai platform.

Pernahkah kalian mendengar hadist Rasulullah SAW yang bersabda “Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan”. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga lisan itu penting dan tidak bisa diremehkan, sebab apa yang kamu ucapkan akan menunjukkan kualitas dirimu. Sebagai perempuan, bersama dengan suaminya nanti akan menjadi orang pertama yang akan mengajarkan bahasa dan berkomunikasi pada anak.

Baca Juga  Perempuan di Pusaran Pandemi Covid-19

Maka akan sangat jelas dampaknya ketika kita sebagai muslimah tidak bisa menjaga lisan. Perlu diingat, bahwa apa yang terbiasa kita katakan semua akan terekam oleh keturunan kita nanti. Maka inilah poin penting, mengapa seorang muslimah hendaknya senantiasa terbiasa dalam menjaga lisannya.

Memelihara Kehormatan dan Harga Diri

Ketiga, kita sekarang hidup di mana harga diri merupakan sesuatu yang dapat dikorbankan, baik demi uang maupun ketenaran. Di tengah-tengah keadaan yang seperti ini, maka kita harus berani menjadi perempuan muslimah yang berbeda. Jadilah perempuan yang disegani, dihormati, dan dihargai bukan karena paras atau dia yang berasal dari keluarga terhormat. Melainkan karena mampu terus menjaga harga dirinya.

Menjaga harga diri mungkin terasa sulit, mengingat sifat krusial dalam pembangunan karakter pada perempuan sudah terkikis. Namun ini justru menjadi tantangan baru bagi muslimah modern, untuk berani mengambil keputusan berbeda dan condong dalam kebenaran sebagaimana seharusnya. Percayalah, ada yang lebih indah daripada sekedar kecantikan fisik dan paras cantik, yaitu ketika seorang muslimah mampu menjaga harga diri serta mengingat bagaimana fitrahnya sebagai perempuan. Tuhan menurunkan Al-Qur’an agar kita senantiasa berpikir.

Maka di zaman seperti inilah baik muslim maupun muslimah diuji untuk selalu berpikir dan merenungkan, sudahkah kita berusaha mengubah karakter kita menjadi lebih baik?

***

Tidak hanya memiliki rasa malu, menjaga lisan, dan mampu menjaga harga diri. Perempuan juga difitrahkan untuk menjadi seseorang yang melengkapi dan mendampingi. Itulah mengapa seseorang perempuan diciptakan identik dengan sikap lemah lembut, baik, dan menenangkan. Bahkan wanita memiliki peran yang lebih dari itu. Mereka selalu dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan. Mereka juga dituntut bisa untuk diajak berdiskusi, menyelesaikan masalah, teman cerita, dan pendukung. Wanita juga dituntut untuk cerdas, sebab dia adalah madrasah pertama bagi anaknya. Karakter positif akan berdampak positif bagi sekelilingnya, terutama keluarganya. Namun sebaliknya, karakter negatif akan berdampak buruk pula.

Baca Juga  Peningkatan Multiple Life Skills bagi Perempuan sebagai Solusi di Masa Pandemi

Penyair Amir Syu’ara mengatakan bahwa perempuan layaknya sebuah madrasah, apabila dia mempersiapkan dirinya dengan baik, maka sebenarnya dia sedang mempersiapkan sebuah generasi yang mulia. Maka dapat dikatakan, bahwa pembentukan karakter dalam diri perempuan merupakan suatu hal yang krusial, apalagi di zaman sekarang di mana orang tua akan dihadapkan dengan tantangan-tantangan besar dalam mendidik keturunannya.

Bagikan
Post a Comment