f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
shalawat

Shalawat, Ladang Pahala Berlipat

Shalawat merupakan ungkapan cinta kepada Rasulullah yang dipelopori langsung oleh Allah dalam ayat-Nya:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya dan sampaikan salam terbaik. (QS. Al-Ahzab [33]: 56)

Allah memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Nabi, sembari Allah tegaskan bahwa perintah itu dikerjakan pula oleh Allah beserta para malaikat. Berbeda dengan perintah Allah yang lainnya. Ini menunjukkan begitu besar kecintaan Allah pada Nabi Muhammad.

Shalawat adalah ungkapan kecintaan seorang hamba kepada Allah dan Rasulullah Saw. Shalawat pula menjadi hadiah paling indah dan mudah dilakukan yang diajarkan Nabi kepada umatnya. Ibadah shalawat ini tak akan ditemukan pada umat nabi lainnya.

10 Hikmah Shalawat

Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Ghazali mencatat setidaknya ada 10 faktor dilipatgandakannya pahala shalawat kepada Nabi Saw. yakni:

Pertama, dalam shalawat terdapat usaha memperbaharui iman kepada Allah Swt. Kedua, memperbaharui iman kepada Rasulullah Saw. Ketiga, pengagungan kepada Nabi Saw. Keempat, permohonan kemuliaan bagi Nabi Saw. Kelima, memperbaharui keimanan kita pada hari kiamat beserta mukjizat Nabi Saw. Keenam, mengingat keluarga Nabi Saw. Ketujuh, ketika mengingat dan menyebut orang saleh maka rahmat Allah akan turun. Kedelapan, menampakkan kecintaan kepada Nabi Saw. dan keluarganya, sebagaimana yang diperintah langsung oleh Nabi Saw. Kesembilan, berdoa, dan doa adalah “otak ibadah” seperti dalam hadits. Kesepuluh, pengakuan bahwa semuanya berasal dari Allah, bahkan Nabi Saw.—bagaimanapun tingginya derajatnya— sekalipun tetap butuh rahmat Allah Swt.

Shalawat adalah Zikir

Sementara itu, Ibnu Atha`illah as-Sakandari menyebutkan dalam kitabnya, Miftah al-Falah Dzikr al-Karîm al-Fattah:  “Termasuk zikir adalah membaca “Rabbanâ lâ tu`akhidznâ in nasîna au akhtha`na… (QS. al-Baqarah [2]: 285). Demikian pula membaca shalawat “Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muammad”. Itu adalahzikir yang sangat ampuh bagi pemula daripada membaca zikir yang tak menyebutkan objek munajat. Karena penyebutan objek munajat seperti dalam model shalawat ini akan memberi kesan keintiman bagi pembacanya. Sehingga akan semakin membuatnya khusuk.

Begitupun, Ibnu Hajar al-Haitami mengulas keutamaan shalawat dalam kitabnya ad-Durr al-Mandhûd: “Satu di antara sebab keutamaan yang diberikan Allah kepada Nabi Saw. adalah Dia menyandingkan nama-Nya dan nama Nabi dalam dua kalimat syahadat, Allah Swt. juga menganggap ketaatan pada Nabi Saw. adalah ketaatan kepada-Nya, Allah menyamakan cinta kepada Nabi Saw. sama dengan cinta kepada-Nya. Demikian juga, Allah menyejajarkan pahala bacaan shalawat dengan zikir kepada-Nya”.

Lihat misalnya firman Allah Swt., “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu” (QS. al-Baqarah [2]: 152). Juga dalam hadits qudsi yang shahih sanadnya disebutkan, “Jika seorang hamba-Ku mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam Diriku. Jika, ia mengingat-Ku bersama kelompok, maka Aku akan mengingatnya bersama kelompok yang lebih baik dari kelompoknya.”

Shalawat Allah pada Rasulullah menunjukkan kasih sayang Allah pada Nabi Muhammad. Shalawat malaikat pada Rasulullah adalah bentuk doa para malaikat agar Allah melimpahkan kasih sayang pada Nabi Muhammad. Jika seorang hamba bershalawat kepada Rasulullah, sama halnya ia telah mengukuhkan kerasulan Nabi Muhammad, sekaligus beribadah dan berdoa kepada Allah. Lantas Allah bershalawat pada hambanya, berarti Allah mencurahkan rahmat dan ampunan pada hambanya. Dan malaikat pun bershalawat kepada hamba artinya para malaikat turut serta memohonkan ampunan kepada Allah bagi hamba yang bershalawat itu

Pahala Shalawat

Diriwayatkan sesungguhnya Rasulullah Saw. suatu hari datang dengan kebahagiaan terpancar dari wajahnya, lalu berkata: “Sesungguhnya Jibril a.s. datang kepadaku lalu dia berkata: ‘Betapa aku senang padamu wahai Muhammad, jikalau ada seorang dari umatmu bershalawat sekali saja, maka aku akan bershalawat padanya sepuluh kali. Jikalau ada seorang umatmu memanjatkan salam sekali saja padamu, maka aku akan sampaikan salam sepuluh kali padanya.’” Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling mulia di sisiku adalah mereka yang paling banyak bershalawat.”

Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah bersabda, “Siapa yang bershalawat kepadaku sebanyak seratus kali pada hari Jum’at, ia akan datang pada Hari Kiamat bersama suatu cahaya yang jika cahaya itu dibagi antara makhluk secara keseluruhan (merata). Niscaya akan mencukupi.” 

Syekh an-Nabhani menjelaskan dalam Sa’adatud Darain ihwal pahala shalawat, Allah menjanjikan kepada siapa pun yang membaca shalawat sekali maka Allah akan bershalawat (menurunkan rahmat-Nya) padanya sepuluh kali. Kelipatan sepuluh setiap kebaikan sebagaimana disebut dalam teks al-Qur’an, juga berlaku bagi meningkatnya derajat 10 kali lipat. Penghapusan dosa 10 kali lipat dan bahkan ada riwayat sama dengan pahala memerdekakan budak.

Bagikan
Post a Comment