Pendidikan Perempuan dalam Kacamata Islam
“Untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya juga kerjanya di rumah ngurus suami dan anak-anak.” Begitulah stigma masyarakat yang telah tersebar luas. Bagaimana Islam memandang hal ini? Apakah benar kesempatan pendidikan bagi laki-laki lebih luas daripada perempuan? Sejauh apakah peran pendidikan bagi seorang perempuan? Sudahkah kita menjadi muslimah yang berpendidikan?
Menuntut Ilmu Bagi Perempuan
Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita lihat terlebih dulu dalam potongan surat al-Mujadalah ayat 11, Allah Swt. berfirman:
… يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“… Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Melalui ayat ini, seorang muslim diberi kemuliaan oleh Allah Swt. karena iman dan ilmunya. Dalam Tafsir al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili mengatakan, “Allah Swt. mengangkat derajat para ulama beberapa derajat dalam kemuliaan dan posisi yang tinggi di dunia dan akhirat sebab berpadunya ilmu dan amal mereka.” Orang yang berilmu pada ayat di atas tidak dikhususkan untuk laki-laki atau perempuan saja. Melainkan semua muslim yang mengaku beriman dan memiliki ilmu, baik laki-laki maupun perempuan dan yang tua maupun muda.
Perempuan sangat boleh memiliki pendidikan yang tinggi. Islam tidak membedakan kewajiban menuntut ilmu bagi laki-laki dan perempuan. Karena pada hakikatnya, mencegah kebodohan di muka bumi dan membangun masyarakat menjadi lebih baik adalah tugas bersama. Jadi dalam pandangan Islam, kesempatan yang luas dalam mencari ilmu setinggi-tingginya tidak hanya terbatas dimiliki oleh kaum laki-laki atau orang muda saja. Perempuan pun berhak mendapatkan ilmu, terlebih ilmu agama. Kita melihat bagaimana sejarah Islam berkisah bahwa sebelum Islam datang di masa jahiliyah, perempuan dipandang lebih rendah dari kaum laki-laki. Kemudian dengan hadirnya agama Islam, kaum perempuan menjadi dimuliakan, dihormati, dijaga, dan memperoleh hak-haknya sebagai perempuan.
Dalam sejarah Indonesia pun ada tokoh yang disebut sebagai pelopor emansipasi wanita, yaitu RA. Kartini. Salah satu gerakannya adalah pada bidang pendidikan. Perempuan mulai bisa bersekolah di lembaga pendidikan, dapat menyuarakan pendapat, dan lain sebagainya. Namun, akibat dari globalisasi yang meluas cepat, membuat pemahaman emansipasi tersebut disalahpahami tentang kesetaraan gender. Ada pula beberapa kalangan yang berpendapat bahwa RA. Kartini menganut dari paham westernisasi (pemahaman dari Barat), padahal sebenarnya pemikiran beliau tidak jauh dari nilai-nilai ajaran Islam.
Hadis Keutamaan Menuntut Ilmu
Disebutkan pula dalam sebuah potongan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huraira r.a, Rasulullah saw. bersabda;
… وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“…Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim, sanad dan matan shahih)
Dalam kitab Syarah Arba’in Nawawi yang ditulis oleh Dr. Musthafa Dieb al-Bugha dan Dr. Muhyiddin Mistu, pada hadis ke-36 ini, beliau menjelaskan dengan beberapa poin:
- Islam adalah syarat untuk mendapatkan keselamatan di sisi Allah Swt. Sementara Islam tidak terlaksana kecuali dengan ilmu, karena seseorang tidak bisa mengenal Allah kecuali dengan ilmu.
- Karena ilmu merupakan jalan menuju syurga, maka ilmu memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Karena itu, orang berilmu menempati kedudukan yang tinggi di sisi Allah, bahkan mendekati kedudukan para Nabi.
- Ilmu adalah cahaya yang menerangi gelapnya kebodohan dan menepis segala keraguan, dan beberapa poin lain yang tidak bisa dicantumkan semua di sini.
Untuk Apa Perempuan Berpendidikan?
Secara umum, pendidikan bagi seorang perempuan bertujuan agar dapat mengetahui bagaimana harkat dan martabat kaum perempuan dalam ajaran Islam. Berikut merupakan 3 poin besar mengapa pendidikan penting bagi seorang perempuan:
Perempuan yang tinggi ilmu akan memiliki kemuliaan akhlak
Tidak jarang adanya statement atau anggapan yang ada di lingkungan sekitar kita bahwa seseorang bisa dilihat seberapa luas ilmu dan wawasannya dari seberapa baik akhlak atau perilakunya. Dan memang pernyataan ini adalah benar. Adapun beberapa fenomena yang terjadi seperti misalnya orang yang bergelar doktor atau seorang dosen ternama namun dari segi perilakunya berseberangan dengan kuantitas ilmunya, maka hal ini tidaklah pantas disebut sebagai seorang yang berilmu. Karena antara ilmu dan amal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah. Ilmu adalah penggeraknya sedangkan amal adalah buah dari ilmu tersebut. Maka perempuan yang memiliki ilmu yang luas, terutama pada ilmu-ilmu syar’i, sejatinya juga memiliki akhlak yang mulia.
Dengan pendidikan, perempuan bisa menjaga muru’ahnya sebagai seorang muslimah.
Semakin berilmu seorang perempuan, ia akan semakin paham di mana posisinya, apa saja yang menjadi fitrahnya, bagaimana ia harus bersikap, dan lain sebagainya. Ia akan berusaha menjaga kehormatannya sebagai perempuan, menjaga perilakunya yang mencerminkan karakter muslimah, menjaga kepribadiannya untuk sehat dan tidak keluar batas.
Perempuan adalah madrasatul ula bagi anaknya, maka ilmu berperan penting untuk melahirkan keturunan yang siap lahir dan batin dalam menjunjung tinggi ajaran Allah Swt. dan Rasul-Nya.
Perempuan adalah pionir sekaligus pembina kesejahteraan rumah tangga dan generasi penerus. Dengan memiliki pendidikan tinggi dan ilmu yang luas, seorang ibu akan lebih mudah mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai keislaman dan keilmuan pendukung lainnya pada anaknya. Peran ibu sangat memengaruhi tumbuh kembang sang anak, baik secara fisik, psikis, dan akalnya. Maka bagaimana anak dapat mengerti dan membuka mata terhadap segala hal di dunia ini jika sang ibu tidak bisa memberikan ilmu terbaik bagi dirinya.
Begitulah kurang lebih pemaparan terkait urgensi bertalabul ‘ilmi bagi para muslimah. Sebagai penutup, kita perlu mengingat bahwa kita tidak akan pernah cukup menyelami ilmu di dunia ini. Allah Swt. telah menyajikan berbagai macam ilmu, sementara kemampuan manusia tidak sebanding dengan luasnya lautan ilmu. Untuk itulah sudah seharusnya muslimah mencari illmu dengan segala ikhtiar hingga Allah Swt. sendiri yang berkata, “Cukup wahai hambaku, kini saatnya kamu kembali.”
@hnfiaa_qrta
Mahasiswa Ilmu Hadis yang sedang berusaha mendalami peran saat ini.
