f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
perempuan dan pilihan

Perempuan dan Pilihan

Perempuan diciptakan Allah untuk mendampingi laki-laki, keduanya diciptakan untuk hidup setara dan berkolaborasi tanpa mengunggulkan satu sama lain. Keduanya diciptakan oleh Allah untuk menjadi makhluk sempurna di muka bumi ini. Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk berperan sama di muka bumi ini, yaitu menjadi khalifah di bumi.

Kesalahpahaman tentang perempuan zaman dahulu sudah terkikis sedikit demi sedikit dengan datangnya Islam. Kemudian pahlawan-pahlawan perempuan di Indonesia juga mempunyai tujuan-tujuan untuk memerdekakan mereka dengan emansipasi wanita. Membuat wadah organisasi khusus perempuan, dan lain sebagainya.

Tahun berganti tahun, pemahaman semakin berkembang sehingga perempuan-perempuan sudah terdidik sama halnya laki-laki. Wawasan dan pendidikan yang mereka dapatkan menjadikan banyak sekali pilihan yang harus ditempuh untuk mencapai kehidupan yang diinginkan.

Perempuan saat ini berhak memilih dan menentukan kehidupannya, tanpa adanya tekanan, karena laki-laki dan perempuan tercipta sama-sama dari proses pilihan. Pilihan sperma terbaik yang mampu bertemu dengan ovum dan menetaplah di dinding rahim. Filosofi itu menjadikan bahwasanya perempuan juga berhak memilih.

Kebebasan Memilih Teman Hidup

Perempuan berhak memilih dalam hal apa saja, pertama adalah pilihan teman hidup atau perjodohan. Di Indonesia, banyak perempuan yang sudah dibebaskan untuk memilih pasangan hidupnya sendiri. Meskipun masih ada sebagian perempuan yang harus menuruti kemauan orang tua atau adat setempat. Kebebasan perempuan dalam memilih pasangan diajarkan dalam Islam bahwasanya mereka berhak menolak jika ada suatu alasan yang kurang baik menurutnya dalam segi agama.

Kebebasan Waktu Menikah

Pilihan kedua adalah waktu menikah. Persoalan ini masih menjadi momok bagi masyarakat kita. Para perempuan yang belum menemukan pasangan hidup menjadi galau luar biasa akibat desakan lingkungan. Masyakarat menciptakan batasan-batasan usia pernikahan, usia dibawah 25 tahun dianggap nikah muda. Sedangkan diatasnya adalah nikah karena waktunya yang kemudian perempuan tersebut dijuluki dengan perawan tua.

Kondisi inilah yang menjadikan perempuan-perempuan single mulai tidak nyaman dengan label tersebut. Padahal persoalan waktu menikah bukanlah ditentukan dengan usia akan tetapi kesiapan secara fisik dan mental. Persoalan jodoh bukanlah perkara mudah bagi setiap perempuan, siapapun yang hendak melaksanakan ibadah seumur hidup ini akan menemukan cobaan masing-masing yang berbeda-beda, jadi setiap perempuan berhak memilih kapan dan usia berapa untuk menikah.

Tidak Ada Batasan Pendidikan

Ketiga, perempuan berhak memilih untuk melanjutkan sekolah setinggi-tingginya. Akses pendidikan semakin terbuka lebar untuk siapa saja saat ini.  Tidak ada batasan bahwa perempuan dilarang sekolah karena alasan peran akhirnya adalah ibu rumah tangga. Jika kita lihat banyak sekali perempuan yang mampu mengenyam pendidikan tinggi hingga ilmuwan atau guru besar tanpa mengesampingkan urusan keluarga. Perempuan berpendidikan adalah hak untuk mereka, bukan persoalan untuk menyaingi laki-laki. Akan tetapi sebagai bekal pendidikan di madrasah keluarganya masing-masing.

Pilihan Menjadi Cantik

Keempat, pilihan untuk menjadi cantik. Definisi cantik di setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia definisi ini masih menjadi momok untuk perempuan usia remaja hingga dewasa. Cantik didefinisikan dengan kulit putih, tinggi, langsing, rambut panjang lurus, mampu berdandan dan berpakain feminim. Kondisi ini dibuktikan dengan iklan skin care yang mengajak model dengan deskripsi cantik di atas. Semakin banyaknya peminat skin care murahan hingga termahal yang mempunyai efek samping masing-masing untuk memenui standar cantik oleh pasar. Dengan ini banyak perempuan yang bahu membahu menyuarakan dengan lantang bahwasanya cantik bukan persoalan fisik, akan tetapi perpaduan antara fisik dan hati nurani.

Cantik Menurut Islam

Islam sendiri menyukai keindahan dan kecantikan dengan dibuktikannya banyak sekali ayat Al-Qur’an tentang keindahan. Salah satu di surat An-Nahl ayat 14 : Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Rasulullah SAW bersabda tentang keindahan dan kecantikan : Sesungguhnya Allah itu indah dan menyenangi keindahan” (HR Muslim melalui Abbas).

Oleh karena itu Islam tidak melarang memperindah dan mempercantik diri, akan tetapi tidak ada definisi fisik tertentu tentang kecantikan. Apalagi cantik dan indah melekat sekali pada perempuan yang mana sangat cocok dengan fitrahnya. Mengutip dari M. Quraish Shihab, mufassir terkemuka Indonesia bahwasanya Agama Islam menganjurkan untuk memadukan keindahan rohani. Tuntunannya di samping berkaitan dengan inner beauty, yakni keindahan yang bersumber dari dalam seseorang, juga keindahan luar. Jadi, perempuan berhak memilih menjadi cantik luar atau dalam tanpa harus merubah ciptaan Allah SWT.

Kebebasan Karir Pasca Menikah

Kelima adalah karir setelah menikah. Momok yang tersebar di masyarakat kita, jika menikah maka utamakan urusan keluarga dengan mengurus keluarga. Ini yang menjadikan banyak perempuan banyak berfikir untuk melanjutkan pendidikan atau mencukupkannya saja. Setiap perempuan menikah, maka otomatis gelar istri dan ibu rumah tangganya melekat pada dirinya. Mereka berhak untuk memilih berkarir penuh di rumah atau berkarir di dalam dan di luar rumah.

Tidak ada kesalahan jika perempuan berpendidikan tinggi memilih berkarir sepenuhnya di rumah untuk suami dan anak-anaknya, tidak ada ilmu yang sia-sia atas apa yang ditempunya. Tidak ada salah juga jika perempuan berkarir di dalam dan di luar rumah untuk mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Yang terpenting adalah selalu melakukan musyawarah bersama  suaminya. Oleh karena itu tugas besar sesama perempuan adalah tidak menjatuhkan atas pilihan para perempuan yang mau berkarir di rumah atau sebaliknya.

Kelima pilihan itu adalah sebagian yang dihadapi oleh perempuan. Tentunya masih banyak lagi pilihan-pilihan seperti dalam permasalahan pernikahan siri, poligami, kepemimpinan, politik, dunia entertainment dan lain sebagainya. Dengan banyaknya pilihan yang akirnya menjadikan perempuan semakin kuat untuk memenuhi pilihannya atau sebaliknya. Mereka menyerah dan menerima keadaan yang sedang dilakukannya, padahal dalam hati mereka memendam sebuah keinginan yang melambung tinggi. Pemenuhan pilihan ini adalah sebuah kebebasan untuk semua perempuan dengan syarat sesuai dengan norma agama dan masyarakat, terlebih menyadari kadar kemampuan dirinya, sebagaimana suatu ungkapan:

رَحِمَ اللهُ مَنْ عَرَفَ قَدْرَ نَفْسِهِ

Akan dirahmati Allah siapa yang mengetahui kadar dirinya”. Oleh karena itu, mari saling menyemangati atas pilihan yang dijalani oleh para perempuan dan tidak menjatuhkannya jika ada kesalahan atas pilihannya. Mari memulai menyadari kemampuan diri dengan apa yang akan dipilih. (Laeli)

Bagikan
Post a Comment