f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pendidikan anak

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Mengacu kepada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 66 tahun 2010 (Pasal 1, poin 3 dan 4); menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Bentuk formal dari pendidikan anak usia dini ini adalah Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) untuk pendidikan dengan corak agama Islam, diperuntukkan bagi anak berusia empat tahun sampai dengan enam tahun. Pendidikan anak usia dini merupakan jenjang awal dari rangkaian pendidikan yang bisa didapatkan oleh seorang warga negara. Mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Sebelum memberikan pendidikan anak usia dini pada usia empat tahun sampai enam tahun, hal yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan nutrisi bagi anak. Terkhusus pada masa emas tumbuh kembang anak atau disebut juga dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Mulai dari 270 hari (sembilan bulan) di dalam kandungan ditambah 730 hari (dua tahun) setelah dilahirkan. Pemenuhan nutrisi pada saat 1000 HPK sangat penting karena dapat membantu perkembangan otak anak, mengoptimalkan pertumbuhan tubuh anak dan mengatur metabolisme pada tubuh anak.

Selain itu juga untuk jangka panjang dapat mengoptimalkan kemampuan kognitif, mengoptimalkan kekebalan tubuh dan kapasitas kerja serta menurunkan resiko berbagai penyakit. Maka setelah melalui golden period dengan baik, seorang anak akan sepenuhnya mampu baik jasmani dan rohani untuk menjalani pendidikan anak usia dini.

Bentuk-Bentuk Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini dapat dilakukan dalam beberapa bentuk: pertama, mengenalkan kepada anak benda-benda yang ada di sekitarnya, termasuk menjelaskan benda-benda yang aman untuk digunakan seperti sajadah, bantal dan benda-benda yang berbahaya untuk digunakan seperti pisau dan pemantik korek. Beri pengertian apa dampak yang akan ditimbulkan dari benda-benda yang berbahaya tadi, jangan hanya melarang tanpa memberikan alasan. Karena bisa saja jika tanpa diberikan penjelasan yang baik, ketika di luar pengawasan orang tua, sang anak akan mencari dan menggunakan benda-benda yang dilarang karena rasa penasaran

Baca Juga  Biarkan Anak Memilih Namanya

Kedua, menerapkan kebiasaan baik kepada anak. Masa anak-anak adalah waktu terbaik untuk membentuk karakter anak. Terapkan kegiatan rutin dari bangun tidur sampai akan tidur lagi: bangun pagi, sarapan, bermain dan belajar. Kemudian setiap kegiatan tersebut sisipkan kebiasaan-kebiasaan yang baik; seperti saat makan awali dengan mengucapkan bismillahirrahmannirrahim, gunakan tangan kanan, dan ambil makanan yang posisinya paling dekat.

            “Wahai anak, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR Bukhari nomor 5376)

Ketiga, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat Imam Abu Daud nomor 418, Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun. Secara umum hadits ini mengandung pesan agar orang tua memerintahkan dan mengingatkan anak terhadap kewajibannya, salah satunya melaksanakan shalat. Secara khusus hadits ini mengandung pesan bahwa orang tua wajib memberikan pendidikan agama kepada anak. Mengajarkan rukun Iman, rukun Islam, thaharah, termasuk tata cara shalat. Bagaimana bisa orang tua menyuruh anaknya shalat sedangkan orang tua tidak pernah mengajarkan caranya shalat. Maka perintah shalat kepada anak beriringan pula dengan mengajarkan anak gerakan dan bacaan shalat.

Kemudian matan dilanjutkan dengan kalimat

            “Dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia jika tidak melaksanakannya.”

Matan ini bermakna, di antara anak-anak yang diperintahkan untuk shalat pasti di antara mereka ada yang enggan untuk menjalankannya. Oleh karena itu Rasulullah SAW memberikan contoh kepada para orang tua agar bisa bersikap tegas; dengan cara memukul anak tanpa maksud menyakiti, indikasinya adalah tidak mengenai wajah dan tidak sampai menimbulkan cidera.

Keempat, menjadikan orang tua sebagai figur teladan. Kepribadian seorang anak terbentuk dari proses mendengar dan melihat dari apa yang orang tua katakan dan lakukan. Apabila hidup dengan orang tua yang terbiasa melakukan hal baik, maka akan membentuk pribadi anak menjadi baik. Jika hidup dengan orang tua yang terbiasa melakukan hal buruk, maka akan membentuk pribadi anak menjadi buruk. Contohkan hal mendasar seperti mengucapkan tolong, terima kasih dan maaf.

Baca Juga  Anak Kecil yang Kehilangan Masjidnya
            ***

Pentingnya memberikan pendidikan kepada anak sejak usia dini. Bentuk dari pendidikan anak usia dini adalah berupa mengenalkan kepada anak benda-benda yang ada disekitarnya, baik benda-benda yang aman untuk digunakan dan benda-benda yang berbahaya untuk digunakan. Menerapkan kebiasaan baik kepada anak, dari bangun tidur sampai akan tidur lagi. Mengingatkan anak terhadap kewajibannya. Dan menjadikan orang tua sebagai figur teladan.

Bagikan
Post a Comment