f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pendidikan karakter

Pendidikan Karakter Sebagai Pendidikan Otak

Membicarakan pendidikan merupakan aspek kehidupan manusia yang tidak akan ada habisnya. Sebab pendidikan berlangsung selama manusia masih hidup di dunia ini.

Pendidikan sudah sewajarnya mampu merubah sifat seseorang, dari berbuat perilaku buruk mnejadi terpuji. Peran inilah kemudian yang ruang pendidikan kerjakan. Selain dari proses pemberian (transfer) ilmu pengetahuan dari guru kepada peserta didiknya.

Pendidikan itu sendiri banyak yang mengartikan sebagai usaha sadar yang dilakukan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan taraf kehidupan bagi pelaku pendidikan.

Selain itu, pendidikan juga diartikan sebagai proses penciptaan seseorang menuju kepada kualitas dan karakter yang mumpuni; sehingga mampu melihat keadaan sosial dengan pengetahuan yang ia miliki.

Pendidikan sendiri menurut Ki Hajar Dewantara ialah usaha sadar untuk menyiapak seseorang dengan bimbingan, pengajaran dan segala kodrat yang ada pada anak tersebut.

Sedangkan dalam pandangan Undang-Undang Sisdiknas nomor 20 Tahun 2003 ialah usaha yang dilakukan untuk mengembangkan potensi anak, agar menjadi aktif mengembangakan potensi yang dimiliki.

Dalam dunia pendidikan, tentunya dalam proses pembelajaran seorang pendidik harus mampu menguasai banyak metode untuk diajarkan. Metode itulah yang kemudian akan memberikan pemahaman secara gambling kepada peserta didik agar mereka cepat dalam menangap materi yang di ajarkan oleh pendidik. Maka sangat dibutuhkan kecakapan dalam hal tersebut.

Pembelajaran dalam Teori Behavioristik

Dari sekian banyak teori pembelajaran, teori behavioristik yang dikemukakan oleh Gagne dan Berliner. Teori ini cenderung kepada pemberian stimulus dan melihat respon peserta didik ketika telah diberikan stimulus dalam proses pembelajaran.

Selain itu, teori ini juga merupakan teori yang bersifat pembiasaan. Jadi peserta didik dalam teori ini akan dibiasakan dengan sesuatu keadaan; kemudian barulah dilihat respon yang akan ia kerjakan setelah di biasakan.

Baca Juga  Gen Z Itu Suka Tranparansi dan Efisiensi

Banyak yang menganggap bahwa teori behavioristik merupakan teori yang sangat cocok untuk membentuk karakter peserta didik. Sebab di sana ada pembiasaan yang dilakukan. Orang banyak beranggapan apabila sesuatu hal dilakukan secara berturut-turut (terbiasa) maka akan membentuk seseorang bertindak tanpa harus distimulus lagi.

Zaman yang semakin modern, teknologi yang semakin canggih membuat banyak para ilmuan merekonstruksi kembali metode-metode pendidikan yang danggap tidak lagi relevan dengan zamannya. Sebab banyak kesalahan yang berulang terus dilakukan terhadap satu metode pembelajaran.

Sehingga para pakar neurosains (otak) banyak mengkritisi bahwa metode behavioristik merupakan metode yang tidak efektif dilakukan. Neurosains merupakan suatu kajian yang mengenai sistem saraf dalam otak manusia. neurosains juga banyak mengkaji seluk beluk otak manusia; karena pada realitasnya pendidik sadar atau tidak pekerjaan yang dilakukan selama ini ialah mengubah otak.

Kritik terhadap Behavioristik

Menurut ilmu neurosains, behavioristik belum mampu mengubah karakter peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal demikian dikarenakan behavioristik tidak menggunakan unsur kajian otak di dalamnya. Ia hanya fokus terhadap pemberian stimulus untuk memberikan pembiasaan atas sesuatu hal kepada peserta didik.

Contoh sederhananya ialah seorang siswa dalam kelas sangat rajin belajar, disiplin, rapi dan sebagainya. Namun rajin belajarnya, disiplinnya itu semua hanya berlaku di lingkungan sekolah saja. Setelah ia kembali ke rumah semua yang ia lakukan menjadi hilang. Dengan artian karakter yang ada itu, hanya bertahan pada lingkungan sekolah.

Sehingga ilmu neurosains (otak) bahwa, pendidikan kita saat ini belum menggunakan otak. Sebab apa yang pendidik berikan belum mampu tertanam di otak peserta didik, sehingga karakter itu hanya berada jika peserta didik masih berada pada lingkungan itu dan dikontrol langsung oleh pendidik.

Baca Juga  Soal Baking, Masak-memasak, Hingga Perasaan Kesepian

Sementara itu pendidikan neurosains (otak) dalam memberikan satu pemahaman kepada peserta didik dengan cara memahami karakter peserta didik berdasarkan tingkah laku dan kecenderungan otaknya. Sehingga peserta didik mampu menghasilkan satu pengetahuan yang bersifat ilmiah.

Perbedaan Behaviorosyik dan Neurosains

Perbedaan keduanya tentunya sangat signifikan, di mana pendekatan neurosains (otak) dapat kita lihat dengan karakteristik sebagai berikut.

Pertama, pendidikan neurosains (otak) menekankan kepada peserta didik untuk mampu belajar melalui mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Sedangkan behavioristik harus melalui stimulus dan menunggu respon dari peserta didik.

Kedua, perilaku terbentuk menyusaikan dengan keadaan lingkungan. Pada neurosains peserta didik akan berinteraksi dengan lingkunagn di mana ia berada dan cenderung sudah mengetahui apa yang akan ia lakukan; sedangkan pada metode behavioristik perilaku terbentuk melalui pengalaman dan pemeliharaan.

Ketiga ialah peserta didik akan diberikan kewenangan untuk aktif berinteraksi untuk membangun nalar berpikir peserta didik terhadap sesuatu hal yang akan ia pelajari. Sedangkan kepada meode behavioristik tersebut menunggu dan melihat stimulus yang diberikan sehingga respon dan reaksi dilingkungan sekitar akan terasa lama untuk peserta didik bertindak.

Dari ketiga perbedaan itulah, mengapa banyak pakar mengisyaratkan untuk memperhatikan otak dalam mendidik. Sebagaimana Taufik Pasiak mengatakan bahwa kapasitas otak bagaikan bola dunia atau computer raksasa yang mampu menampung ribuan bahkan miliyaran informasi dan menjadi sebuah tindakan.

Maka dari itu, untuk membentuk suatu karakter yang benar-benar mampu mengubah generasi saat ini, maka pendidikan harus memperhatikan betul potensi otak anak. Karena karakter yang baik ialah keadaan yang terus menerus dilakukan oleh seseorang, bukan sebaliknya.

Bagikan
Post a Comment