f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
berita hoax

Pandangan Islam Terhadap Maraknya Berita Hoax

Di era digitalisasi sekarang ini, teknologi informasi terus berkembang dalam skala waktu yang begitu cepat. Seiring perkembangan teknologi yang ada, maka akan membawa dua dampak bagi penggunanya. Pada satu dampak bisa bersifat positif jika digunakan untuk suatu hal yang baik, tetapi tidak dinafikkan di dampak lain bisa bersifat negatif bila digunakan untuk hal yang tidak baik.

Adapun kejadian akhir-akhir ini yang merupakan akibat dari mudahnya akses teknologi adalah berita palsu (hoax). Palsu karena tidak jelas kebenaran dan sumbernya serta penyebarannya lewat media chatting maupun media sosial tanpa bisa melakukan penjelasan. Kemudian informasi itu dapat menggiring pemahaman masyarakat sesuai dengan apa harapan orang-orang yang mempunyai kepentingan di dalamnya.

Menyebarnya berita hoax berdasar pada pola pengguna internet masyarakat yang aktif dalam media sosial. Masyarakat tidak lagi fokus pada inti masalah kasusnya melainkan pada berita yang dibagikan dan menarik perhatian masyarakat. Oleh karena itu tidak takjub bila masyarakat jadi tambah bingung. Tetapi masyarakat memahami dengan yakin padahal sumber dari informasi tersebut tidak jelas dari siapa dan dari mana asal mula berita itu.

Berhati-hati Terhadap Maraknya Berita Hoax

Maraknya berita hoax sangat meresahkan masyarakat. Bahkan, ada orang yang langsung mempercayai berita itu daripada harus meneliti kebenerannya dahulu. Padahal bisa pula berita hoax yang beredar itu bertujuan untuk menipu atau bisa jadi ingin mengadu domba seseorang.

Adapun fenomena akhir-akhir ini yang kita jumpai di media sosial, yang beredar tautan link yang bertuliskan subsudi kouta belajar 75 GB. Tautan link tersebut juga tersebar dalam bentuk informasi secara berantai lewat aplikasi berbagi pesan instan seperti WhatsApp (WA).

Baca Juga  Membangun Personal Branding di Mata Allah

Menyebarnya subsidi kouta belajar 75 GB itu membuat orang yang menginginkannya tertarik untuk mendapatkan tanpa mencari tahu dulu kebenaran keterangannya. Namun pada akhirnya keterangan itu terbukti, bahwa tautan link tersebut merupakan penipuan yang direkayasa oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Selain itu, dalam kehidupan bermasyarakat tidak jarang terjadi adu domba yang bertujuan untuk memecah belah suatu pihak dengan pihak lain. Hal ini menimbulkan konflik dan bisa saja dapat menghancurkan persaudaraan sesama umat.

Adu domba ini sangat beragam penerapan dan konsepnya. Mulai dari memperselisihkan antar tetangga maupun antar teman yang nantinya akan terjadi perkelahian diantara mereka.

Menyebarnya berita hoax memang tidak lepas dari orang pembuat berita hoax yang sudah terorganisir itu. Oleh sebab itu berhati-hati menjadi sangat penting, bahkan menjadi sebuah kewajiban yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Memahami dan Optimalisasi Tabayyun

Adanya berbagai berita yang ada, sebagai seorang muslim harus menyikapinya dengan tabayyun. Sebelum membahas lebih jauh, kita harus fahami dulu apa sih tabayyun itu? Tabayyun secara Bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meniliti dan menyeleksi berita. Kita tidak boleh tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya.

Tabayyun ialah akhlaq mulia yang merupakan prinsip penting dalam menjaga kemurnian ajaran islam dan keharmonisan dalam pergaulan. Hadits-hadist Rasulullah saw bisa diteliti keshahihannya antara lain karena ulama menerapkan prinsip tabayyun ini. Begitu juga dengan dalam kehidupan sosial masyarakat. Seseorang akan selamat dari salah faham atau permusuhan bahkan pertumpahan darah antar sesamanya karena ia melakukan tabayyun dengan baik.

Baca Juga  Perempuan: Diberdayakan, Bukan Diperdaya

Dari hal tersebut, pantas jika Allah Swt memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk selalu tabayyun dalam menghadapi berita yang disampaikan kepadanya agar tidak menyesal di kemudian hari. “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun), agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepda suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu.” (QS. Al-Hujarat: Ayat 6)

Optimalisasi tabayyun merupakan jawaban yang paling tepat dan sederhana untuk bisa diimplementasikan dalam mengahadapi maraknya berita hoax dan mencegah adanya adu domba. Banyaknya penyebaran berita hoax dan meluapnya isu-isu yang tidak jelas asalnya, baik itu dari lisan-ke lisan ataupun melalui canggihnya teknologi di era digitalisasi saat ini.

Dengan optimalisasi tabayyun (bersemangat mengeksplorasi kebenaran) serta pemahaman terhadap suatu berita dan permasalahan yang terjadi. Maka yang diharapkan nantinya masyarakat tidak mudah tertipu dan tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang sedang viral saat itu. Sehingga sikap kebijaksanaan akan ada dalam diri masyarakat.

Meneguhkan Sikap Kebijaksanaan

Meneguhkan sikap kebijaksanaan dalam menghadapi segala urusan dan jangan mudah menerima atau mengikuti informasi yang tidak benar. Hati, pendengaran dan penglihatan manusia akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Apabila semua dimanfaatkan untuk hal yang terpuji, maka Allah akan membalasnya dengan pahala. Sedangkan apabila dimanfaaatlan untuk hal yang tercela, maka Allah akan membalasnya dengan siksaan.

Adapun firman Allah Swt, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (QS Al-Isra’: Ayat 36).

Bahkan, Al-Qur’an juga memperingatkan umatnya yang ikut serta dalam menyebarkan berita hoax, meskipun ia belum memahami kebenaran dari berita itu sendiri.

Baca Juga  Selebgram dan Obsesi (Kita) Pada Kecantikan

Allah Swt berfirman, “Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, disebakan oleh pembicara kamu tentang hal itu (berita palsu itu).” (QS An-Nur: Ayat 14)

Ayat di atas sudah jelas, bahwa ancaman Allah benar-benar diarahkan kepada orang-orang yang terlibat dalam penyampaian berita hoax itu. Dan diarahkan pula kepada orang-orang yang sudah memahami maupun belum memahami adanya berita hoax tersebut. Kalau dianalogikan pada istilah zaman saat ini berarti, orang-orang yang ikut menge-share berita atau informasi viral yang belum pasti kebenarannya.

Berita Hoax Bukan untuk Disebarkan

Jadi, jika seseorang ikut serta dalam menyampaikan berita hoax, dengan itu juga ia akan mendapatkan ancaman azab dari Allah Swt. Walapun fenomena itu terlihat sepele, namun Allah tetap menganggap hal itu besar, karena hal itu sangat berkaitan dengan keharmonisan hubungan antara sesama muslim.

Semoga melalui tulisan ini, kita semua bisa semakin bijaksana terhadap berita yang ada. Sebab berita hoax mudah untuk dibuat dan disebar luaskan. Apalagi di era digitalisasi saat ini ada teknologi canggih seperti yang ada di tangan kita saat ini yang menjadi penyebab berita bisa menyebar dengan cepat. Apabila kita tidak berhati-hati terhadap berita atau bahkan sampai ikut menyebarkan tanpa mengerti fakta kebenarannya, maka di akhirat kelak Allah akan mintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang telah dilakukannya.

Bagikan
Post a Comment