f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
istri yang tidak tenang

Hijrah Itu Mudah, Istiqamahnya yang Susah

Rahmania, kita sudah beberapa memasuki tahun baru Hijriyah. Tak terasa sudah tahun 1442 H, padahal sepertinya baru kemarin 1 Muharram 1441 H. Biasanya setiap pergantian tahun kita punya resolusi, di tahun yang baru, kita ingin lebih ini, ingin itu, jadi gini, dan sebagainya. Hal ini wajar,karena setiap manusia punya keinginan dan rasa ingin lebih dari apa yang sudah ada. Kadang ada juga yang ingin hijrah, bukan dalam artian migrasi, tetapi menjadi orang yang lebih bertaqwa kepada Rabbnya.

Hijrah dalam artian berpindah suatu tempat dari ke tempat lainnya (migrasi), atau berubah dari hal yang buruk ke arah yang lebih baik (taubat). Begitulah kalimat yang dikutip dari Ustadz Nurbani Yusuf. Kata hijrah merupakan bahasa Arab yang asal katanya adalah hajarahu-yahjuruhu-hijran-hijranan, bentuk isim atau kata benda dari kata ini adalah al-hijrah. Namun kali ini kita akan mencoba membahas sedikit tentang hijrah, dalam artian menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Hijrah Pribadi

Setiap manusia pasti ingin menjadi pribadi yang semakin hari semakin bertambah baik, maka ini merupakan sifat manusiawi. Keinginan untuk menjadi lebih baik merupakan pola pikir berkemajuan dari anak adam, sehingga tidak mengalami kerugian atau bahkan masuk dalam kategori orang yang celaka.

Jadi, masalah hijrah menjadi mudah jika hanya merubah diri untuk lebih baik daripada sebelumnya. Iya mudah, apalagi kalau hanya merupah penampilan saja. Sebenarnya bukan soal penampilan kalau membicarakan hijrah, hijrah kearah pribadi yang lebih baik dari sebelumnya di namakan taubat. Menyesali atas kesalahan yang dilakukan, serta tidak mengulangi di kemudian hari, ini baru hijrah.

Namun, sesungguhnya hijrah itu mudah, apalagi kalau hanya soal penampilan. Yang sudah adalah ketika kita sudah berhijrah, lalu dapat istiqamah dengan hijrahnya kita ke jalan yang lebih baik dari sebelumnya. Hijrah bukan hanya soal trend semata, dari yang belum berkerudung, berubah menjadi hijabers. Dari yang bercelana panjang, berubah pakai celana yang panjangnya diatas mata kaki. Alhamdulillah jika kita awali dengan merubah penampilan, tapi alangkah baiknya jika kita bisa istiqamah dijalan kebaikan tersebut.

Dalam al Qur’an, Allah berfirman,

 وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرَٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ ٱلْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 100)

Hijrah adalah Anjuran

Merubah diri menjadi lebih baik merupakan anjuran, sehingga dengan hijrahnya dapat mendatangkan kebaikan dalam dirinya sendiri. Karena sesungguhnya, ketika kita memperbaiki diri, sama halnya kita memperbaiki nasib kita.

Kita tidak perlu takut terhadap perubahan ke arah baik yang kita alami, sesuatu yang baik akan kita dapatkan melalui cara yang baik pula, salah satunya dengan berhijrah tadi. Namun, niat kita untuk berhijrah juga harus kita tata dari awal dengan baik, jangan sampai nantinya akan menggagalkan rencana baik kita. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu (istiqamah) walaupun itu sedikit.” (HR. Bukhori).

Modal untuk Hijrah

Keimanan dan keteguhan hati serta memantapkan niat, akan menjadi modal utama kita untuk memperbaiki diri kita. Kalau saja kita mudah tergoda dengan ujian yang datang, maka hijrah kita akan gagal. Sehingga niat kita untuk benar-benar memperbaiki diri hanya untuk dilihat (mendapat pujian) manusia saja, bukan karena Lillahi ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍْﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻴَّﺎﺕِ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ . ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ، ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﻟِﺪُﻧْﻴَﺎ ﻳُﺼِﻴْﺒُﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻳَﻨْﻜِﺤُﻬَﺎ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﺎ ﻫَﺎﺟَﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau mendapatkan wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia inginkan itu.” (HR. Bukhori Muslim).

**

Jadi, untuk berhijrah dalam artian merubah perilaku menjadi lebih baik itu sangat mudah bagi mereka yang mempunyai kemauan, namun untuk istiqamahnya adalah proses yang paling sulit. Dimana akan banyak sekali godaan dan ujian yang seakan mengetes seberapa kuat niat kita untuk memperbaiki diri, sampai dimana iman kita dalam berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen serta komitmen sangat diperlukan ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, apalagi saat merubah diri.

Hijrah Bukan Tren

Apalagi bagi generasi muda, kaum milenial yang biasa ingin mengikuti trend. Maka jangan jadikan hijrah sebagai trend semata, namun buat hijrahmu untuk memantapkan hati atas keimanan dalam diri. Tak mudah untuk memulai sesuatu yang mungkin tidak biasa kita jalani, tetapi ketika kita sudah memilihnya, maka kita harus konsisten.

Jangan mudah labil berubah-ubah gaya dan warna bak bunglon, sebagai anak muda muslim/muslimah haruslah mempunyai pendirian. Jadikan godaan dan ujian saat hijrahmu menjadi semangat dalam merubah pribadi lebih baik dari sebelumnya. Bukankah orang yang beruntung adalah orang yang hidupnya hari ini lebih baik dari hari kemarin? Usia muda bukan jaminan punya waktu lama dan masih lama untuk bertaubat, Izro’il bisa datang menjemput kapanpun dan di manapun meski kita merasa belum siap.

Oleh karena itu, di tahun baru hijriyah ini mari kita hijrah ke pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Serta beristiqamahlah dalam jalan hijrah menuju manusia yang lebih baik serta berguna bagi sesama, karena dengan begitu, setidaknya kita sudah lebih baik ketika maut menjemput. Sehingga kita tidak termasuk golongan orang yang merugi, menjadi manusia yang menyesal ketika di akhirat nanti.

Bagikan
Post a Comment