Belakangan, kampanye my body my choice menjadi perhatian publik dan media massa. Lahirnya kampanye ini berawal dari suara perempuan yang berupaya mengutarakan dan membumi dengarkan bahwa tubuh mereka adalah milik mereka. Maka kampanye ini kemudian menjadi slogan yang dibumikan banyak kalangan, khususnya kelompok-kelompok perempuan. My body my choiche berasal dari bahasa inggris yang artinya, tubuhku pilihanku.
Selanjutnya slogan “My Body My Choice diarahkan untuk mewakili gagasan otonomi tubuh pribadi, integritas tubuh dan kebebasan memilih dalam memaknai tubuh bagi seorang perempuan. Otonomi tubuh secara sederhana diartikan sebagai sebuah keputusan tanpa diganggu gugat. Merujuk dari pengertian singkat tersebutlah, ribuan aktivis perempuan di seluruh dunia berani mengkampanyekan slogan “My Body My Choice”. Dari pandangan aktivis perempuan, slogan “My Body My Choice” lebih mendorong pada setiap pilihan perempuan dalam menjalani kehidupan.
Kisah lainnya dari kelahiran slogan tersebut dimaknai dengan banyaknya peristiwa yang harus segara di entaskan. Seperti tragedi di Hongkong dengan upaya kesetaraan gender dan menuntaskan kekerasan seksual. Pilihan untuk menikah dan memiliki anak atau tidak bagi perempuan di Korea Selatan. Dan di Britania Raya, Emma Wathson menyertakan slogan tersebut sebagai bentuk penentangan terhadap kasus pemerkosaan.
Sedangkan di Indonesia sendiri, slogan “My Body My Choice” menjadi bentuk unjuk rasa perempuan atas stigma yang telah mengakar. Lalu di negara tetangga, Malaysia, menjadikan slogan “My Body My Choice” untuk mendidik anak-anak tentang “Sentuhan yang aman dan sentuhan yang tidak aman” yang merupakan bagian dari pendidikan keselamatan anak.
Fenomena dalam Mengartikan “My Body My Choiche”
Beberapa pekan yang lalu, tagar “My Body My Choice” kembali ramai di media sosial masyarakat indonesia. Usut punya usut, ternyata ada beberapa twit yang secara singkatnya mengatakan,
“Pilihan bagi saya, seorang Ibu, terserah saya hendak memberikan ASI atau tidak, karena ya My Body My Choice, itu urusan saya”,
“Terserah saya dong, mau hamil atau tidak, kehidupan tetap ada kok”
“Masih sempet aja sih ngurusin Bapaknya, sekarang tuh zamannya My Body My Choice, dahlah melawan jangan mau di tindas patriarki”
Betapa terkejutnya saya melihat jagat maya dengan twit-twit singkat tersebut, karena belum tidak semua yang mengutarakan memiliki pemahaman slogan tersebut secara utuh.
Kalau kita mau menyadari juga, sebenarnya tidak ada yang namanya ditindas dalam menjalani pilihan sebagai orang tua. Apalagi memilih mengurus Ibu/Bapak di rumah. Dalam agama apapun juga, orang tua adalah dua insan mulia yang harus untuk hormati. Menangislah Ibunda RA Kartini bilamana melihat kejadian itu, karena masyarakat Indonesia telah salah kaprahnya mengkampanyekan gerakan perempuan.
Apabila semua perempuan mengartikan slogan tersebut sebagai pilihan mereka tanpa melihat dan memikirkan kepentingan lain, bukan tidak mungkin jika kesetaraan yang didapat, melainkan memunculkan gerakan-gerakan perempuan yang radikal dan ekstrimis lainnya.
Apalagi dalam hal menjadi seorang anak, tidak usah mengaku menjunjung tinggi martabat perempuan bila di mintai bantuan Ayah dan Ibunya tidak mau. Memanglah betul, disetiap kejadian dalam kehidupan memiliki tujuan masing-masing. Akan tetapi, bukankah kita hidup sebagai manusia yang mempunyai tuga sebagai hamba Tuhan, putri dari orang tua, dan warga dari masyarakat. Sehingga kita harus berlaku hati-hati dengan apa yang kita tulis dan ucapkan.
Di dalam Perempuan ada Masa Depan
Sebagai seorang perempuan muslim yang telah besar dengan nilai-nilai keislaman. Tentu tidak dengan mudah begitu saja menerima nilai-nilai serta teori-teori baru seperti yang ada di balik slogan tersebut. Di dalam Islam, perempuan, atau seorang muslimah begitu dimuliakan, yang seluruh ketentuannya telah tertata dengan rapi dalam QS. An Nisa.
Dalam beberapa cerita, dikisahkan bahwa perempuan, “Ketika kecil, ia membuka pintu surga untuk Ayahnya, ketika dewasa ia menyempurnakan agama untuk suaminya, dan saat menjadi Ibu, surga ada ditelapak kakinya”. Itu mengartikan, bahwa disetiap fase umurnya, seorang muslimah memiliki keutamaannya masing-masing. Sehingga dalam mengartikan muslimah dan slogan “My Body My Choice” perlu memperhatikan dengan nilai-nilai keagamaan, karena hanya agama dan Tuhanlah yang menjamin masa depan.
My Body My Choice dari Sudut Pandang Muslimah
Memahami slogan “My Body My Choice” dari sudut pandang muslimah bukanlah berarti menolak, akan tetapi menyerap terlebih dahulu layaknya mempertimbangkan beli barang promo kualitas ala kadarnya atau kualitas high grade dengan harga mahal. Lalu, menerapkan prinsip kehatia-hatian, dalam Islam kita kenal prinsip washatiyah, yaitu memosisikan diri dengan bersikap ketengahan secara moderat-progresif.
Terlepas dari itu semua, kekerasan, bullying, pemerkosaan, penculikan, dan segala bentuk tindak kejahatan lain baik kepada perempuan ataupun laki-laki, adalah menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa keluar dari lingkaran perbudakan nafsu tidak berperi kemanusiaan. Selayaknya manusia hidup agar bisa memanusiakan manusia. Apalagi, mengingat kemerdekaan indonesia dan perjuangan perempuan perempuan tanah pertiwi demi kebebasan perempuan sebagai manusia. Entah itu belajar, menjadi pemimpin, hingga kebebasan untuk berhak hidup. Membicarakan perempuan, perlu untuk menilik dan mengingat bahwa mereka adalah manusia.
Memiliki perasaan, pemikiran, dan sejuta harapan. Jangan merasa manusia, bila nilai perjuangan emansipasi perempuanyang sedari dulu di gelakkan, sedikit demi sedikit dibungkam. Menutupi hingga sampai akar-akarnya, tidak membiarkannya hidup walau sekedar untuk bernafas. Seperti kata Audre Lodre, “Saya tidak merdeka jika perempuan lain belum merdeka, walaupun bentuk penindasan mereka berbeda dengan saya”.
Ambil segala kebaikan yang ada, serap sebanyak-banyaknya, dan manfaatkan sebaik-baiknya. Kemudian, buang jauh-jauh keburukannya, apabila bisa, perbaikilah. Sekali lagi, hidup adalah perihal sudut pandang. Mereka melihatnya sebagai meja, saya melihatnya sebagai podium. Mereka melihatnya sebagai masalah, saya melihatnya sebagai peluang. Kehendak Tuhan tidak main-main bagi hambanya yang beriman.

Bermanffaat sekali share kepada teman wanita anda agar tidak menjadi wanita radikal
Mantul
Maa Syaa Allaah Tabarakallaah bagus sekali tulisannya ka, bingung harus berkata apa² lg 🥺❤️
Terimakasih kak atas ilmunya…saya izin save untuk saya baca kembali… sebagai seorang ibu baru, tulisan ini seperti surat hati yang lembut untuk saya …