f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
roti canai dan

Mengulik Kenikmatan Roti Canai dan Roti Tisu

Pasti kebanyakan orang sudah tahu apa itu roti canai? Ya, roti yang konon berasal dari India tepatnya dari Chennai yang kemudian menjadi asal-usul namanya. Roti canai telah masuk di negara tetangga, salah satunya Indonesia.

Di Indonesia, makanan ini lebih dikenal karena dibawa oleh pedagang Arab, dan biasanya dijual di kedai bernuansa khas Timur Tengah. Bahkan roti khas Timur Tengah ini disebut-sebut menjadi cikal bakal dari kemunculan martabak, hanya saja yang membedakan pada pemanfaatan isian roti. Sekalipun kalua kita lihat dari bentuknya, roti canai sangat mirip dengan martabak.

Roti ini memang memiliki sejarah panjang. Kejelasan tentang asal-usulnya sebenarnya masih menjadi pertanyaan. Sebab roti khas seperti ini juga telah terdapat di berbagai negara, termasuk di Eropa; dengan nama Roti Terbang (Flying Bread).

Ciri dari makanan ini yakni memiliki rasa yang datar namun gurih.

Seiring berkembangnya zaman, telah banyak kedai-kedai yang menjual makanan ini dengan rasa yang bervariasi. Seperti, roti maryam yang hanya ditaburi gula atau madu sebagai topping. Atau juga bisa dicampur dengan potongan-potongan daging berukuran kecil.

Sedangkan roti canai bisa dihidangkan dengan sambal kari ataupun dengan isian coklat dan keju. Begitupula dengan roti tisu yang telah banyak berkreasi memberikan cita rasa yang lebih strong dengan menambahkan banyak rasa, salah satunya coklat keju yang menjadi favorit banyak orang.

Roti tisu atau yang lebih dikenal dengan sebutan roti prata ini memiliki ciri khas kulitan roti yang sangat tipis seperti tisu. Namun roti tisu yang ada di Indonesia biasanya disajikan dengan keju, coklat, dan susu kemudian ditemani dengan segelas teh tarik.

Roti canai dan roti tisu juga sangat populer di negara seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Meski demikian, tentu nama makanannya yang berbeda sekalipun ragam rasa dan variannya hamper sama. Seperti di Malaysia, roti canai biasa dimakan dengan kari ayam, kari daging, kari kambing, kari ikan, kari campur, kari kacang kuda. Sedangkan di Singapura, roti canai lebih dikenal dengan sebutan roti prata.

Baca Juga  Kaffir Leaves yang Mahal Harganya

Biasanya masyarakat Singapura menyajikan roti prata dengan kari berbasis sayuran atau daging. Namun hidangan juga bisa dengan keju, bawang, pisang, kacang merah, coklat, jamur atau telur.

Kemudian di Thailand, berbeda dengan Indonesia, Malaysia dan Singapura, variasi di Thailand ini cenderung manis ketimbang pedas atau gurih.

Adapun resep serta cara singkat membuat roti canai sebagai berikut;
Bahan-bahannya:
  1. Tepung terigu
  2. Telur ayam
  3. Minyak goreng / minyak sayur
  4. Air hangat
  5. Susu bubuk
  6. Gula putih
  7. Garam
  8. Margarin secukupnya
  9. Minyak goreng secukupnya (untuk merendam adonan)
Cara membuat:
  1. Campur air hangat, telur dan minyak goreng atau minyak sayur. Kemudian kocok adonan hingga menjadi rata
  2. Masukan tepung terigu, gula bubuk, garam dan susu bubuk. Kemudian uleni adonan hingga kelis dan tidak lengket. Adonan juga perlu dibanting-banting agar hasilnya lebih maksimal
  3. Setelah adonan sudah cukup kalis, buatlah adonan menjadi bulat-bulat, saran ukurannya seperti bola ping pong. Kemudian rendam adonan yang sudah berbentuk bola dengan menggunakan minyak goreng atau minyak sayur
  4. Tutup adonan bola-bola dengan kain bersih. Kemudian biarkan selama 1 hingga 2 jam
  5. Setelah merendam adonan selama 2 jam, pipihkan adonan hingga tipis dan pastikan kalau adonan tidak robek. Setelah itu oleskan adonan dengan mentega
  6. Kamu bisa menggulung adonan kemudian tarik adonan hingga panjang. Setelah itu gulung adonan dengan arah yang berlawanan sampai berbentuk menyerupai huruf S. Kemudian kamu harus tumpuk adonan hingga menjadi satu dan pipihkan adonan hingga lebar
  7. Melebarkan adonan sambil ditarik-tarik supaya bentuk adonan semakin pipih
  8. Langkah terakhir, siapkan teflon yang sudah dipanaskan tanpa minyak. Kemudian panggang hingga warnanya berubah kecoklatan lalu angkat.
Ternyata roti canai ada manfaatnya loh, apa saja itu? Berikut adalah manfaat dari roti canai
  1. Melancarkan saluran pencernaan. Walaupun terbuat dari tepung, roti canai mengandung serat yang sangat tinggi. Mengapa roti canai dapat melancarkan saluran pencernaan padahal roti canai sendiri terbuat dari tepung? Berbeda dengan roti-roti biasa pada umumnya, proses pembuatan roti canai bisa tanpa menggunakan tepung ragi yang terkadang malah menimbulkan masalah pencernaan. Sehingga dapat kita pastikan bahwa roti canai lebih sehat daripada roti-roti biasa. Terlebih lagi, masyarakat Timur Tengah memiliki kebiasaan memakan roti canai untuk sarapan setiap pagi.
  2. Menunda lapar, kandungan serat yang sangat tinggi dalam roti canai ini tidak hanya membantu melancarkan sistem pencernaan namun juga menunda rasa lapar selama selama beberapa jam.
  3. Membantu usus besar, kandungan karbohidrat yang tinggi pada roti canai ini membantu pengeluaran sisa-sisa makanan dalam usus besar.
  4. Rendah lemak, walaupun tinggi karbohidrat roti canai tidak membuat perut gemuk. Karena kandungan lemak yang lebih rendah daripada nasi sehingga roti ini cocok untuk diet.
  5. Mengendalikan gula darah, roti canai ternyata sama sekali tidak memiliki pengaruh bagi kadar gula darah yang mengkonsumsinya. Justru sebaliknya, roti canai malah bisa mengendalikan kadar gula darah bagi yang mengkonsumsinya.
Baca Juga  Kepercayaan Masyarakat dan Sertifikasi Halal Indonesia
Roti canai memiliki kandungan nilai gizi yang baik:
  1. Kalori 2424 kkal
  2. Lemak 5,9 g
  3. Protein 5,7 g
  4. Karbohidrat 40,7 g
  5. Sodium 267 mg
Roti yang Penulis Kunjungi

Gambar merupakan foto roti tisu saat penulis mengunjungi salah satu kedai roti canai yang berada di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kedai ini terletak di Pujasera Teras Kota di Tulungagung. Pemiliknya bernama Pak Bandri. Pak Bandri mengurus kedainya hanya seorang diri tanpa karyawan.

Kedai roti canai Pak Bandri ini cukup ramai, pesanan daribanyak konsumen itu roti canai dan roti tisunya yang berbentuk kerucut sangat tinggi. Rasanya yang sangat enak membuat para pembeli selalu datang kembali.

Di dalam Pujasera Teras Kota tersebut didominasi oleh makanan-makanan berat seperti nasi goreng, mie goreng, beragam masakan seafood dan lainnya. Kedai Roti Canai Pak Bandri inilah yang menjadi satu-satunya kedai yang menjual jenis-jenis roti khas Timur Tengah tersebut sehingga menjadi sorotan bagi pengunjung Pujasera Teras Kota Tulungagung.

Keunikan Roti Susu

Kembali ke keunikan roti tisu, roti tisu ini memiliki tekstur sangat ringan, tipis, dan renyah. Tampilan roti tisu ini bentuknya mengerucut tinggi setinggi kurang lebih 30 cm seperti topi nenek sihir.

Saat mengunjungi Kedai Roti Canai Pak Bandri, penulis mendapat kesempatan untuk melihat proses pembuatan roti tisu secara langsung. Sebenarnya pembuatan roti tisu tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan roti canai dan bahan-bahan dasarnya pun hampir sama.

Yang membedakan hanyalah cara merapikan adonan sehingga berbentuk kerucut memanjang. Rasa dari roti tisu ini hampir mirip dengan crepes yang renyah dan ada bagian yang tebal.

Disarankan juga, saat menikmati roti tisu itu tidak boleh sendirian, karena mengingat porsinya yang lumayan banyak dan cukup untuk lebih dari 2 orang. Sehingga sangat cocok untuk menjadi cemilan saat berkumpul dengan kerabat-kerabat.

Baca Juga  Tak Sulit Menemukan Makanan Halal di Eropa

Mengingat makanan ini merupakan makanan yang ringan namun mampu untuk dijadikan makanan saat di pagi hari serta sehat dan rendah lemak; jadi makanan ini dapat dikonsumsi setiap hari tanpa khawatir gula darah naik. Karena justru, makanan ini mampu untuk mengendalikan kadar gula darah tetap stabil.

Gabungan makanan tinggi serat itu bertujuan untuk mengelak penyakit bahaya antaranya obsetiti, gangguan kardiovaskular, dan kencing manis. Sementara untuk jenis roti lainnya, terlalu banyak mengkonsumsi roti modern tidak cukup bagus. Karena roti modern biasanya terbuat dengan menambahkan bahan seperti ragi. Ragi inilah yang kemudian menjadi pemicu masalah khususnya masalah pencernaan.

Tidak heran bahwa masyarakat India maupun Timur Tengah menjadikan makanan ini sebagai menu sarapan pagi hari. Namun di Indonesia sendiri, makanan ini dapat dikonsumsi bukan hanya di pagi hari namun dapat dinikmati kapanpun. Karena di Indonesia, makanan ini dinikmati sebagai cemilan bukan makanan pokok.

Bagikan
Post a Comment