f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
buah hati

Menanti Sang Penyejuk Hati


Mempunyai anak memang menjadi sebuah dambaan bagi seluruh pasangan yang telah menikah. Kelahirannya menjadi sumber kebahagiaan bagi pasangan yang sudah menikah. Apa yang dicari pasangan setelah menikah?. Tidak lain dan tidak bukan adalah kehadiran buah hati tercinta. Pasangan akan jauh lebih bahagia dengan kehadiran si buah hati. Anak akan menjadi sebuah tumpuan doa dan harapan.

Jika besok saya mempunyai anak, saya ingin menjadikannya sebagai dokter; saya ingin menjadikannya sebagai pilot. Jika besok saya mempunyai anak, saya ingin menjadikannya sebagai polisi; saya ingin menjadikannya sebagai insinyur. Itulah beberapa keinginan yang terbersit dari seorang manusia, jika sudah menjadi orang tua.

Cukup banyak dan mudah untuk mempunyai angan tentang menjadikan anaknya apa. Setiap orang bisa menjadi orangtua, namun tidak setiap orang bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya.. Sudah banyak bermunculan berbagai macam buku tentang mendidik anak, menyayangi anak, dan yang lainnya. Namun, apakah kita mampu menjadi seorang orangtua yang berhasil dalam mendidik anak?

Memang memiliki seorang anak perlu berbagai macam persiapan. Berbagai kesepakatan antar suami dan istri diperlukan dalam hal bagaimana mendidik anak hingga kelak tumbuh besar. Tentu saja, merawat dan mendidik anak adalah tanggung jawab bersama. Ada sebuah ungkapan sederhana, suami istri harus seia sekata dalam hal bagaimana cara mendidik anak.

***

Kesiapan memiliki buah hati memang harus penuh pertimbangan yang matang. Mulai dari kesiapan mental, finansial, tenaga yang prima, dan kesehatan. Bahkan banyak dari peneliti kesehatan yang menyampaikan jika diperlukan kesiapan memiliki anak sebelum menikah dan setelah menikah. Dalam sebuah webinar tentang “Kesiapan Memiliki Anak”, Prof. Dr.dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K) menyampaikan bahwa kesehatan calon ayah dan ibu besar peluangnya untuk bisa melahirkan buah hati yang sehat dan membentuk anak-anak unggul di masa datang.

Baca Juga  Islamic Worldview dalam Studi Hubungan Internasional

Semua calon orang tua tentunya akan berusaha untuk bisa mempunyai anak yang “the best”, dari segi fisik dan psikisnya.  Perlu diingat bahwa dengan kehadiran si buah hati, otomatis akan mengubah rutinitas keseharian. Yang sebelumnya tidur pukul 9 malam, bisa jadi akan tidur pukul 12 malam. Yang sebelumnya bisa menonton TV, bisa jadi akan sibuk menemani si buah hati yang tidur. Biasanya bisa menyiapkan sarapan, bisa jadi akan sibuk memandikan dan menggendong si buah hati. Selain mengurus diri sendiri dan pasangan, juga diharuskan untuk mengurus dan terus memantau si buah hati.  

Betapa banyak pasangan yang belum menyadari jika persiapan mempunyai anak seharusnya bisa dilakukan sejak dini. Kapankah itu? Sebelum nikah dan selama hamil. Screening kesehatan sebelum pranikah atau yang disebut dengan istilah Premarital Check dilakukan dengan tujuan mencegah berbagai macam kemungkinan penyakit pada calon buah hati. Dapat diketahui beberapa masalah kesehatan seperti anemia, carrier thalassemia, kekurangan vitamin D, dan nutrisi yang lainnya. Mungkin sebagian orang akan berpikir bahwa tindakan ini terlalu berlebihan, namun pendapat dari berbagai peneliti kesehatan cukup bisa memperbesar peluang untuk bisa memiliki buah hati yang sehat.

***

Menyusun keuangan sejak awal kehamilan cukup penting bagi pasangan yang akan menjadi orang tua. Daftar kebutuhan akan cenderung meningkat selama fase kehamilan. Setiap pasangan akan mencoba untuk mulai bermain “roller coaster” dalam hal keuangan. Yang sebelumnya makan kurang terkontrol, menjadi terkontrol dengan gizi. Yang sebelumnya jarang makan buah-buahan, menjadi lebih sering makan buah-buahan. Biasanya tidak perlu minum susu, menjadi minum susu setiap pagi dan malam. Yang sebelumnya tidak perlu minum vitamin, menjadi rutin minum vitamin untuk mendukung kesehatan si buah hati. Belum lagi, biaya untuk “medical chek up” di dokter ataupun klinik kebidanan, hingga kebutuhan peralatan dan baju-baju hamil. Keuangan akan cenderung tidak stabil dan “unpredictable”.

Baca Juga  Akhirnya Fatih Menang Melawan Keterlambatan Bicara dan Kemampuan Motorik

Menyiapkan waktu untuk “baby time”, sesibuk apapun pasangan atau orangtua yang baru, harusnya bisa dengan senang hati “spending the time with the baby”. Menemaninya untuk tidur, menggendongnya, bersenandung lembut dengan si buah hati, memandikannya, dan aktifitas-aktifitas yang lainnya. Prof. Dr.dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K), seorang dokter anak ahli Neonatologi di Rumah Sakit YPK Mandiri Jakarta menyampaikan bahwa betapa pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Sebuah proses perjalanan si buah hati sejak awal terjadinya pembuahan hingga beusia 1000 hari pertama atau sekitar 24 bulan.

Beliau menyampaikan jika total volume otak si buah hati akan terisi hngga 83% dari total volume dewasa ketika berusia 2 tahun. Di sisi lain, volume otak si buah hati akan terisi hingga 95% ketika buah hati tumbuh kembang hingga usia 5 tahun. Jadi, konsep “Golden Age”, perlu diperhatikan bagi orang tua agar buah hati bisa tumbuh kembang menjadi generasi masa depan yang unggul. Analogi sederhananya, jika seorang petani ingin menanam padi di sawahnya, akan banyak hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari tanahnya yang harus digemburkan dulu, bibitnya harus disiapkan yang unggul, strategi-strategi penanaman dan perawatannya hingga proses panen, sehingga bisa menghasilkan padi-padi yang bagus.

***

Tidak kalah dengan persiapan dari seorang petani, harusnya sebagai pasangan yang akan menjadi calon orangtua bisa mempersiapkan jauh sebelum pernikahan. Mempersiapkan masing-masing mental, pola pikir, kesehatan fisik dan psikis yang nantinya akan memperbesar peluang kita memiliki buah hati yang unggul. Menjadi buah hati yang bisa menjadi penyejuk hati orang tua.

Bagikan
Post a Comment