f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
mimpi

Komunikasi Suami Istri dalam Rumah Tangga

Rahmania tulisan kali ini terkhusus lagi bagi pasutri (pasangan suami istri) yang baru saja menikah (pengantin baru). Emm tapi tulisan ini juga cocok nih buat perempuan atau laki-laki yang belum menikah, sebagai ilmu pengantar menuju pernikahan dong tentunya, eciee. Yuk langsung saja kita bincang-bincang seputar komunikasi antar gender.

Komunikasi sangat penting dalam kehidupan kita, sebagai sarana manusia untuk berinteraksi antar sesama, namun banyak hal dalam komunikasi yang menimbulkan konflik. Biasanya konflik ini terjadi saat salah memaknai komunikasi verbal maupun nonverbal dan yang lebih sering terjadi ketika komunikasi antar gender.

Emm kenapa paling sering terjadi antar gender? OMG, Whats wrong??? hal ini disebabkan karena pola pikir perempuan dan laki-laki berbeda. Jika hal ini tidak dipelajari terlebih dahulu maka, akan lebih sering terjadi konflik saat berkomunikasi, bahkan hal yang paling fatal berujung pada perceraian. Astaghfirullah jangan sampai hal ini terjadi dalam hidup kita ya girls.

Kisah Nyata

Kisah ini nyata, mungkin kisah ini juga dialami nih sama Rahmania sekalian. Pernah nggak sih suka ngambek nggak jelas, trus suka negthing (negative thinking) sama pasangan. Hayo dikoreksi dulu sebelum lanjut membaca kisah ini.

Seringkali kita para emak berharap pekerjaan rumah yang seabrek dibantu oleh suami tanpa kita minta. Tapi apa yang terjadi? Tak selalu sesuai harapan kan ? Tenang bukan hanya Rahmania seorang yang mengalami hal ini, so jangan su’uzon dan bandingkan pasanganmu dengan pasangan tetangga ya! Apalagi membandingkan dengan actor dalam sinetron. Hello itu hanya sebuah sandiwara, sementara hidup kita ini nyata.

Kasus semacam itu banyak terjadi dalam sebuah rumah tangga, apalagi dalam kehidupan pengantin baru yang tentu saja masa-masa adaptasi dan saling mengenal satu sama lain. Nah Rahmania, lebih baik kita simak kasus berikut yang berhubungan dengan ketidak pekaan pasangan terhadap pekerjaan rumah.

Baca Juga  Ibu Pekerja dan Stunting pada Anak

*****

Suatu hari saya mendengarkan keluhan seorang teman, dia belum lama menikah dan telah dikarunia anak. Dia bercerita bahwa kesal dengan suaminya, lalu aku bertanya hal apa yang membuatnya kesal. Lalu dia bercerita tentang pekerjaan rumah yang memang seabrek dan masih ditambah momong anak balita yang tentu saja super aktif kesana kemari.

Suatu ketika ia sedang mencuci baju, sementara suami terlihat sedang asyik duduk santai sambil memainkan gawainya. Hal ini tentu saja membuat sang istri naik pitam, dan akhirnya spontan ia keras-keraskan ngucek baju-baju dengan berharap suami datang membantu. Lalu, apa yang terjadi? apakah hal tersebut berhasil membuat suami tergugah membantu istri?

Sekeras apapun kita memberikan kode-kode untuk suami kita, mereka tak akan pernah mengerti apa yang kita inginkan. So, percuma mak kita mau ngucek sekeras-kerasnya, apalagi kondisi suami sedang pegang gawai. Tentu saja suami akan fokus dengan gawainya, sehingga tak mendengar suara apapun. Sekilas dalam pikiran istri begini, apa suamiku tidak lagi sayang denganku? Bukan karena itu ya Rahmania, tenang.

Perbedaan Pola Pikir Suami dan Istri

Hal ini terjadi karena perbedaan pola pikir laki-laki dengan perempuan. Jadi pada dasarnya lelaki memang sulit memahami kode-kode dalam berkomunikasi. Ketika kita akan berkomunikasi dengan lelaki, sebaiknya to the point saja. Hal apa yang Rahmania inginkan dari suami, langsung saja bicarakan.

Jika dalam kasus tersebut sebaiknya komunikasikan dengan cara mendekati suami, sentuh lembut pundaknya sampai ia mengalihkan pandangan dari gawainya, lalu sampaikan maksud Rahmania. Sampaikan bahwa Rahmania ingin suami membantu mencuci atau lainnya dengan begitu suami akan lebih paham.

Jika Rahmania teriak-teriak untuk meminta bantuan mencuci dari jarak jauh, hal ini tetap saja tidak akan berhasil. Lhah kenapa lagi ini, kan sudah berkomunikasi secara to the point bukan dengan kode. Hal ini disebabkan suami sedang memainkan gawai. Sehingga saat lelaki bermain gawai, lima hingga sepuluh menit berikutnya ia akan fokus dengan gawainya. Hal ini akan menyebabkan pendengaran lelaki berkurang.

Baca Juga  Melibatkan Suami dalam Pengasuhan

Lelaki hanya bisa melakukan satu aktivitas saja, berbeda dengan perempuan yang bisa melakukan beberapa aktivitas dalam waktu yang bersamaan atau sering disebut multitasking.

Dari kisah inilah semakin membuat kita yakin bahwa ujung tombak kita adalah komunikasi. Jadi memang benar sekali bahwa komunikasi sangat penting dalam menyampaikan segala keinginan dan perasan kita. Salah satu kunci sukses dalam rumah tangga juga karena terbangunnya komunikasi yang baik. So, gunakan komunikasi yang baik dari setiap permasalahan yang ada ya Rahmania!

Bagikan
Comments
  • Umi

    Keren Bun…
    Sederhana tapi mengena.

    Desember 21, 2020
    • Siska Wahyuningtyas Retno Wulandari

      Jazakillah khoir mbk um. Alhamdulillah, semoga bermanfaat 🙂

      Desember 22, 2020
  • Ny Nuril

    Nambah ilmu kak, mkasih

    Desember 21, 2020
    • Siska Wahyuningtyas Retno Wulandari

      Alhamdulillah kak, jazakillah khoir kak sdh membaca tulisan saya 🙂

      Desember 22, 2020
  • Zuhri

    Bagus sekali..

    Desember 22, 2020
    • Siska Wahyuningtyas Retno Wulandari

      jazakalloh khoir 🙂

      Desember 22, 2020
    • Siska Wahyuningtyas Retno Wulandari

      Jazakalloh khoir

      Desember 22, 2020
Post a Comment