f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Medsos

Mau Main Medsos ? Jangan Baper !

Hari ini, Bos saya di kantor sedang marah besar. Gara-garanya sih simple, ngebaca status akun medsos entah siapa di Facebook. Seharian uring-uringan, ngomel sendiri. Sepertinya Beliau gak suka dengan tulisan di status temennya itu. Akibatnya, staf ada salah sedikit langsung kena omel.  Gara-gara status medsos orang aja efeknya bisa ke satu ruangan.

Itu adalah gambaran betapa media sosial (medsos) begitu mendominasi kehidupan kita. Sedikit-sedikit buka handphone, cek status temen. Kalau lagi boring di kantor, langsung update status. Dimarahin bos, update status (ya kaya saya sekarang ini..hehe). Bos lagi baik, update status. Bahkan urusan pribadi saja bisa jadi bahan update status. Semua hal bisa dijadikan status. Kucing tetangga yang lagi ngincer kucing kita juga bisa dijadikan status.

Mengenal Medsos

Sudah berapa lama Anda bermain medsos? Bisa jadi kalau Anda anak milenial yang lahir tahun 80 atau 90-an, minimal sudah sejak 10 tahun terakhir sudah akrab bermain dengan medsos. Berawal dari Facebook, lalu mulai muncul Instagram, Twitter dan lain-lain. Medsos jadi semacam kebutuhan, menjadi wadah pengaktualisasian jati diri sebagian besar orang.

Sering kali medsos jadi ajang mencurahkan perasaan pemiliknya. Tak jarang medsos menjadi semacam wadah curhat atau sekadar meluapkan perasaan. Entah itu perasaan senang, sedih, marah atau sekadar pamer. Medsos menjadi senjata ampuh menyalurkan semua hasrat itu tadi.

Medsos juga tak jarang  jadi ajang melakukan sindiran dan ejekan. Bully model baru kalau saya bilang. Jangan heran, di Facebook atau beberapa platform medsos lain, bisa saja terjadi perundungan antar teman sejawat. Berawal dari status yang mungkin tujuan awalnya untuk curhat, berujung menjadi serangan ejekan dari rekan-rekan atau follower.

Baca Juga  Perempuan dan Teori Konspirasi: Hasil Sekolah Bertahun-Tahun
Berawal dari Mencoba

Dari yang awalnya Cuma menulis status : “ Alhamdulillah ya Allah, hari ini dapet bonus uang 10 juta dari Boss…” status yang menurut kita biasa saja, bisa jadi masalah yang pelik di jagat maya. Bagi yang lagi gak ada duit, ini bisa jadi penyulut iri dengki tingkat dewa. Bagi yang tidak suka dengan kehidupan kita, ini bisa jadi motivasi untuk meng-ghibah kita di belakang, “ paling uang dari korupsi tuh,,,” atau “jangan-jangan dia ada affair ama bos nya..”. Semua berasumsi macam-macam, dan kita tidak akan bisa mencegahnya.

Makanya jangan heran, medsos seringkali menjadi awal kerusakan hubungan dengan kawan bahkan antar kerabat. Biasanya jika sudah musim kampanye politik, bencana ini bisa mulai terjadi. Perbedaan pilihan politik bisa menjadi awal perpecahan.  Ditambah ketidakdewasaan masing-masing orang, medsos adalah pelengkap kerusakan silaturahmi itu.

***

Tapi sebenarnya, semua itu berawal dari ketidakdewasaan kita sendiri sebagai  para pengguna medsos dalam menyikapi tulisan atau  status orang lain yang muncul di medsos mereka. Kadangkala kita terlalu baper (bawa perasaan) alias sensitive atau sumbu pendek. Kita terlalu menganggap tulisan orang lain atau status yang mereka tulis adalah sindiran untuk kita.

Ada teman yang update status dengan mengutip quotes tentang membayar hutang, kita langsung baper karena kita memang punya hutang sama dia. Kita mengira teman itu sedang menyindir kita untuk segera bayar hutang (padahal bisa jadi iya..hehe). Karena baper tingkat dewa, langsung di block, unfriend. Niat teman yang baik untuk mengingatkan, kita salahkan karena menganggap Ia berniat mempermalukan kita di jagat maya. Padahal hutang ya memang harus dibayar bukan?

Baca Juga  Dunia Sekarang dan Penantian Menuju Dunia Baru
Berperasaan ketika bermedsos

Pernahkah anda merasa tersindir oleh status  atau tulisan di medsos orang lain? Jika pernah, atau bahkan sering, Anda perlu mulai me-restart ulang kembali tujuan Anda ber-medsos ria. Kalau setiap kali buka medsos bawaannya emosi terus, saya sarankan sebaiknya Anda tutup akun medsos Anda.

Tapi jika Anda masih sayang dengan akun medsos Anda, ada satu saran saya, tak perlu merasa kesal karena status atau tulisan orang lain di medsos. Santai saja. Tak perlu emosi, tak perlu baper.

Bisa jadi status yang dibuat oleh orang itu adalah sindiran kepada kita, tapi bisa jadi bukan. Jika memang sindiran buat kita? ya sudah, anggap itu peringatan buat kita. Lumayankan, dapat masukan yang baik untuk mengingatkan kita? Bersyukurlah ada orang lain yang mengingatkan kita ketika kita salah. Gak usah baper, gak usah ngamuk.

Namun bagaimana jika banyak tulisan-tulisan atau status yang kadang membuat kita jengkel? Ya gampang, tinggal blok saja orang yang senang menuliskan itu. Unfriends, unfollow atau blacklist sekalian, Selesai. Segampang itu kok. Jangan dibikin ribet.

Rahmania Harus Pandai dalam Menggunakan Medsos ya

Jadi intinya gini, jadikan medsos adalah sarana untuk hiburan bagi kita. Jadikan ruang-ruang berinteraksi di dunia maya ini sebagai wahana kita membuka cakrawala pengetahuan, membuka cara pandang kita tentang dunia dan menjadi wadah kita bertemu atau berinteraksi yang baik. Jadikan ini sebagai tempat kita mengaktualisasikan diri dengan cara-cara unik, menghibur dan bermanfaat bagi orang lain.

Namun jika ini malah menjadi sumber masalah dalam hidup Anda, mulai pikir ulang penggunaan akun Anda. Terlalu banyak hal yang sayang jika harus rusak hanya karena kegagalan kita mengelola akun medsos kita. Jika medsos malah menyusahkan hidup Anda, tinggalkan saja!

Baca Juga  Berhenti dengan Candaan Fisik!

Toh tanpa ada medsos, Anda masih bisa hidup. Tanpa mesti harus update status, tanpa mesti dapat like dari follower, kita masih bisa menjalani hidup dengan baik. Kehidupan kita tak tergantung dari like dan share follower kita. Like yang mereka berikan, tak akan berpengaruh pada kenaikan gaji atau bahkan promosi jabatan kita di kantor. Jadi, kalau mau tetap main medsos, jangan baper!

 (Palangka Raya, 2021)

————————————————————

Editor : Amanat Solikah)

Bagikan
Post a Comment