f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ainur rosyid

Kisah Teladan Ainur Rosyid dalam Pendidikan

Sore itu pukul 17.30 WIB suasana MADIN Awwaliyah At-Taqwa Solokuro sudah mulai ramai. Para santri dan guru mulai berdatangan. Ada yang mengendarai sepeda motor, ada yang mengendari sepeda onthel dan ada pula berjalan kaki. Ainur Rosyid adalah salah  satu guru Madin Awwaliyah At-taqwa.

“Pak Nur, kok belum adzan sudah ke mushola ?” Tanya Zumroti warga tetangga mushola sambil menyapu lantai musholla. “Ya Zum,” jawab Ainur Rosyid sambil mengipas-ngipaskan kardus ke tubuhnya yang lumayan capek karena baru datang dari ladang.

“Sudah makan Pak Nur?,” Tanya  Zumroti lagi. “Alhamdulillah sudah Zum. Kalau pergi seperti ini istri sudah menyiapkan makan,” ujarnya sambil membuka buku.

Tidak Ada Istilah Pensiun dalam Dunia Pendidikan

Ainur Rosyid rambutnya sudah memutih. Namun giginya masih utuh. Suaranya lantang. Serta pandangan matanya masih jelas sehingga tidak memakai alat bantu kaca mata. “Pak Nur, njenengan itu luar biasa. Sudah berusia 60-an lebih, namun masih energik, mengabdikan diri di dunia pendidikan,” seloroh Imron Rosyadi guru bahasa arab.

“Ya Alhamdulillah Pak Imron, Allah masih melimpahkan rahmatnya kepada saya, sehingga masih bisa mengabdikan diri di dunia pendidikan,” ujarnya.

Ainur Rosyid memang telah memiliki 5 anak yang sudah dewasa bahkan sudah berumah tangga masing-masing. Meskipun anak-anaknya dikatakan sukses semua, Ainur Rosyid ingin hidup mandiri tanpa merepotkan dan menggantungkan pada anak-anaknya. Dia berupaya menjalani hidup bersama istrinya dengan mengandalkan penghasilan seadanya dari ladang.

“Pak Nur, apa tidak ada keinginan pensiun dari dunia pendidikan?,” canda Najih kepala Madin At-taqwa. “Saya tidak mengenal istilah pensiun dalam dunia pendidikan. Bahkan akan saya abdikan diri saya di dunia pendidikan hingga akhir hayat,” imbuhnya dengan menatap.

Luar biasa semangat juang, etos kerja dedikasi yang ditunjukkan Ainur Rosyid. “Bapak,  ibu semua, coba njenengan lihat. Semangat yang ditunjukkan Pak Ainur. Masa kita yang masih muda ini kalah dengan beliau?” Ujar Najih kepala Madin. “Bukanya yang muda ini kalah Pak Najih, tetapi memberi kesempatan yang tua dulu,” canda Pak Imron.

“Njenengan itu bisa saja ngeles,” ujar Pak Najih sambil tersenyum. Dengan semangat pengabdian yang luar biasa, Pak Ainur Rosyid melangkahkan kaki dari rumah menuju mushola. Meski demikian dia tanpa keluh kesah akan capek dan letih yang dialami. Hal itu dialami setiap hari.

Guru Pelajaran Sirah Nabawi

Pelajaran sirah nabawi adalah keahliannya. Sehingga dia amat menguasai materi tersebut bahkan hafal dengan pokok bahasan yang selama ini dia ajarkan.

Anak-anak pun enjoy diajar guru yang paling enjoy itu. Meskipun dia tua renta, dia masih mengikuti perubahan dan perkembangan kurikulum yang ada.

“Anak-anak, Sirah nabawi adalah pelajaran yang membosankan. Pelajaran yang kurang di sukai anak muda. Namun di balik kebosanan sirah nabawi tersimpan keistimewaan,” ujar Ainur Rosyid mengawali pelajaran sambil memotivasi agar anak-anak menyukai pelajaran sambil memotivasi agar anak-anak menyukai pelajaran sirah nabawi. “Ikuti pelajaran ini dengan santai dan enjoy. Dan jangan dianggap beban. InsyaAllah kalian akan bisa memahami Sirah nabawi.”

Anak-anak mengangguk-anggukkan kepala. Meresapi dan memahami apa yang disampaikan guru sirah nabawi tersebut. Anak-anak pun terkesan dengan pesan serta motivasi setiap masuk pelajaran dia sisipkan.

Ketika Ainur Rosyid Sakit

Suatu ketika tibalah musim pancaroba. Di mana terjadui transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. Pada musim ini kondisi tubuh banyak rentan terserang penyakit. Di antaranya demam, panas, dingin, dan flu. Termasuk hal itu mendera Ainur Rosyid.

Lantas sang istri memeriksakan diri ke dokter telah dilakukan. Namun perubahan tidak signifikan. Sehingga harus memeriksakan diri lagi ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter. Direkomendasikan Ainur Rosyid harus wawat inap.

Seiring denga kemajuan alat komunikasi, tersebarlah berita bahwa Ainur Rosyid telah dirawat di rumah sakit umum daerah karena sakit demam dan flu. Dunia medsos punramai. Para rekan sejawat banyak yang berinisiatif membesuk ke rumah sakit.

Mereka memberikan doa dan dukungan moril demi kesembuhan guru senior tersebut. “Pak Bu, sabar ya. Semoga Allah meberikan kesembuhan,” Ujar Imron di sisi ranjang sambil menjabat tangan..

Ainur Rosyid hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Najih pun teringat saat bercanda di mushola dulu bahwa Ainur Rosyid pernah mengatakan bahwa dia ingin mengabdikan diri di dunia pendidikan hingga akhir hayat. Mimpi pak Ainur yang menjadi kenyataan bahwa beliau ingin mengabdikan diri di dunia pendidikan hingga akhir hayat?” gumam Najih ke Pak Imron Rosyadi.

“Mudah-mudahan mimpi beliau menjadi kenyataan, Pak Najih,” jawab Pak Imron.

Bagikan
Post a Comment