f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
nembung

Ketika Perempuan Nembung Lebih Dulu

Oleh : Siti Marhamah*

Ini tahun 2020, jika ide Muslimah nembung lelaki sholeh masih membuat dahimu berkerut, mungkin sebenernya Rahmania harusnya hidup 14 atau 15 abad lalu. Bahkan 14 abad lalu, Khadijah sudah melakukannya, so why not us?

Sebagai orang yang punya pengalaman panjang sebagai jomblowati bertahun, saya tahu betul menjomblo itu asik. Ke mana-mana bebas, pagi masih di jogja dan tidak ada agenda, jam 5 sore sudah di kereta menuju ke Surabaya. Dolan. Nongkrong di angkringan atau dolan ke pantai sampe malam. Atau doing nothing di rumah seharian alias ngepluk, tidak melakukan sesuatu yang produktif. Mengurus cucian nanti-nanti atau besok-besok. Makan mie instan kapan aja sesukanya. Baca novel sehari semalam sampai pagi hanya jeda makan dan sholat. Di perpustakaan sampai diusir petugas karena udah mau tutup dan lain lain.

Nah menikah adalah menukar semua keasyikan itu dengan keasyikan yang lain yang harus diperjuangkan bersama orang lain. Bagaimana agar pernikahan tetep asyik adalah perjuangan sepanjang hayat. Makanya memilih partner juga harus selektif. Catat ya…. MILIH.

Ya lah…. enak aja kalo dibilang “lelaki menang milih perempuan menang nolak”. Dih, kita perempuan bisa milih juga dong. Nah kalau sudah menjatuhkan pilihan terus bagimana? Masih mau kode-kodean? Nyetatus ngode aja? Nanti malah gawat kalau orang lain yang ke GRan, padahal yang ditarget tidak merasa ‘terkode’.

Kali ini, dari pengalaman sendiri, saya ingin share beberapa tips, dos and donts ketika muslimah nembung lebih dulu :

(1) Luruskan niat menikah. Jangan sampe takut “expired” menjadi satu-satunya alasan buat kamu menikah. Menikah itu perjuangan memperjuangkan keasyikan di dunia dan kebahagiaan akhirat, dengan mengorbankan keasyikan menjomblomu. Coba deh tanya ke diri sendiri, kenapa kamu merasa perlu menikah? Permintaan orang tua? Social pressure? Atau sekedar capek ditanyain kapan nikah? Atau sekedar biar ngga sendiri saja saat reunian?

Nah karena menikah itu mempertaruhkan keasyikan menjomblo, maka Rahmania harus benar-benar meluruskan niat, bahwa kita menikah karena mencari keasyikan yang berpahala, yang dijanjikan surga. Kalau Rahmnania tidak percaya Tuhan, tidak percaya pahala, tidak percaya surga, menikah menjadi sesuatu yang absurd (kecuali tuntutan pasangan untuk kejelasan hukum semata). Wong nggak nikah saja udah bahagia kan mblo? Tapi karena kita taat pada Tuhan, kita rela melepas semua keasyikan menjomblo dan berniat untuk menikah pada saat yang tepat. Saat tepatnya kapan, itu bisa beda-beda tiap orang. Bukan sesuatu untuk dirisaukan.

Baca Juga  Perempuan, Makhluk Tuhan Paling Super

(2) Pasang target memang untuk menikah. Ingat targetnya mencari suami, bukan pacar, jadi nanti nembung dengan kalimat yang jelas.

(3) Ketika pilihan sudah dijatuhkan, diskusikan dengan orang tua. Tidak semua orang tua setuju dengan ide anak perempuannya yang meminta pria menikah dengannya. Orang tua mungkin tidak perlu tahu prosesnya, tapi siapa calon target harus dibicarakan dengan orang tua. Jangan sampai kamu udah nembung dia (sebut saja Mas Target), dianya mau sama kamu ternyata orang tuamu ngga setuju, it’s just plain wrong.Terutama untuk yang orang tuanya picky dan rewel.

Jadi Rahmania, yang pertama dan paling penting adalah meluluhkan hati orang tua agar percaya padamu, dan memberi keleluasaan padamu untuk memilih dengan siapa kamu akan habiskan umurmu. Bagi beberapa orang ini perjalanan panjang. Terlebih jika kriteria mantu idaman orang tua tidak sama dengan kriteria suami idamanmu. Misal orang tuamu pingin punya mantu mapan, tapi kamu pingin suami yang punya banyak waktu luang untuk melanjutkan keasyikan masa jomblo, percayalah, mapan dan punya banyak waktu luang sangat jarang hadir bersama dalam satu sosok. Ada, tapi jarang, sulit menemukannyaa. Makanya rajin-rajinlah komunikasikan dengan orang tua tentang kriteria pria idamanmu, sehingga nanti ketika bertemu satu tinggal berbicara kepada orang tua..

(4) Konsultasikan pada Allah. Menikah itu urusan dunia akhirat. Maka ketika sudah menjatuhkan pilihan, sudah pasang target, konsultasikan pada Allah untuk pilihan terbaikmu. Dan tawakal dengan hasilnya.

(5) Percaya diri. Untuk bisa meminta Mas Target menjadi suamimu, Rahmania harus punya rasa percaya diri yang cukup. Untuk itu Rahmania harus mengetahui kualitas diri yang membuat merasa pantas mendapatkan Mas Target. Barangkali dalam diskusi lanjutan kamu perlu ungkapkan ke Mas Target kualifikasimu yang membuatmu menjadi kandidat yang layak dipertimbangkan.

Baca Juga  Alasan Menjauhi Zina Kok Nikah Muda Sih?

Bukan sombong dan arogan ya, tapi mengenal diri sendiri lebih baik, kelebihan dan kekurangannya. Kadang kamu perlu juga cek ke temanmu, apakah sama persepsimu tentang dirimu sendiri dengan persepsi orang lain tentangmu. Setiap orang punya kecenderungan overestimate atau underestimate terhadap dirinya sendiri dalam beberapa hal.

(6) Kenali betul target. Itu sudah pasti. Rahmania tidak mungkin meminta seseorang yang tidak kita kenal betul untuk menjadi suami kita, Ngga mungkin kan ya? Kenal berarti tahu apakah Mas Target sudah punya calon atau belum, apakah Mas Target punya kendala untuk menikah misal hanya boleh menikah setelah kakaknya menikah atau setelah lulus kuliah dll, yang tentu saja harus dijadikan pertimbangan. Mengenali berarti tahu juga komunikasi yang pas untuk menyampaikan maksud Rahmania untuk bertanya maukah dia menikah denganmu. Apa dia punya selera humor yang baik atau tipe serius?

(7) Siapkan strategi. Ini senyamannya Rahmania saja , disesuaikan dengan karakter Mas Target, dan cara komunikasi yang nyaman buatmu.

Ada beberapa strategi penyampaian maksud yang dapat Rahmania lakukan :
  • Minta bantu teman.Ini cara paling gampang. Kamu bisa minta tolong teman yang dekat dengan Mas Target untuk mengatakan bahwa dia adalah lelaki yang punya karakter sesuai dengan karakter calon suami, dan menanyakan jika Mas Target bersedia untuk menikah dengan kamu.
  • Lewat wa, line, telegram, atau pesan elektronik lainnya. Ini cara yang aman kalo kamu orangnya gampang grogi, suka gagap atau latah kalau ngomong dalam kondisi tertekan. Nah cara menyampaikannya juga tergantung seberapa dekat kamu, seberapa formal dia, atau seberapa ndagelnya Mas Target. Tapi tetap be straight ya Rahmania, tujuannya adalah mengajak nikah.
  • Bicara langsung. Bicara langsung tentu tidak mudah, kecuali Rahmania sudah sangat mengenal dan sudah sering berkomunikasi dengan Mas Target. Tips nya adalah, arahkan pembicaraan ke pernikahan dan membuat Mas Target tahu kalau kamu siap nikah dan sedang mencari pendamping dengan kriteria tertentu. Semakin spesifik mengarah ke Mas Target lebih baik, agar dia tahu dia menjadi target karena kualifikasinya, bukan karena kamu hopeless dan asal tanya setiap lelaki single yang ada di jangkauanmu. Kalau semua itu sudah terkomunikasikan, tinggal cari timing yang pas untuk menyampaikan bahwa dialah yang kamu harapkan bersedia menikah denganmu. Contohnya:
Baca Juga  Mangkunegara I, Pengentas Marginalisasi Perempuan Jawa

Kamu: Eh, mas, aku udah mau nikah lho!
Dia: Oh iya? Kapan?
Kamu: Kapannya belum tahu, yang jelas aku mau nikah kalau sudah ada pria baik yang begini begitu (sebut kriteria yang sesuai) mau jadi suamiku. Kamu mau nggak?

Sekedar contoh saja, karena praktek di lapangan pasti beda-beda.

(8) Pasrahkan pada Tuhan. Setelah semua usaha itu, pasrahkan pada Tuhan hasilnya dengan tetap yakin bahwa apapun itu, Tuhan pasti kasih yang terbaik. Bagaimana jika ditolak? Berarti memang bukan jodoh. Bagaimana jika Mas Target menolak dan mempermalukan? Bersyukurlah, kamu tidak berjodoh dengan orang brengsek yang ketahuan brengseknya belakangan. Make it simple.

DON’Ts
1. Hindari kata cinta-cintaan, suka dan romantis-romantisan. Ingat bahwa Mas Target belum tentu berjodoh denganmu. Jangan citrakan bahwa kamu cinta dia, sayang dia, inginkan dirinyaa. Tapi be straight bahwa kamu punya kriteria dan cita-cita, dan dia adalah orang yang masuk kriteria dan berharap bisa bersama mengejar cita-cita. Kalau dia mau, cinta bisa ditumbuhkan bersama nantinya.
2. Hindari nggombal dan memuji berlebihan. Mengatakan sifat-sifat baik Mas Target yang membuat kamu merasa dia kandidat calon suami yang baik boleh-boleh saja, tapi tidak boleh lebay dan harus sesuai kenyataan
3. Kalau Mas Target menerimamu untuk jadi pacar saja, atau menerima tanpa kejelasan untuk menyegerakan menikah, segera tinggalkan. Bikin penyakit itu.

Nah jadi bagaimana Rahmania? Cukup mantap untuk membuat first move?

*) Penulis adalah ibu yang suka baking, suka traveling, sayang anak dan suami, dan tak pernah berhenti belajar.

Bagikan
Comments
  • Sri Hidayati

    Fans banget aku sama mba yg nulis ini

    Juni 23, 2020
Post a Comment