f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kesabaran

Kesabaran : Perlukah Diusahakan?

Masalah merupakan bumbu penyedap perjalanan manusia dalam mengarungi samudra kehidupan. Sudah merupakan sunnatullah dalam alam semesta bahwa setiap kesedihan bergantian dengan kebahagiaan. Begitu juga dengan kebahagiaan yang akan bergiliran dengan kesedihan. Semuanya memiliki porsi masing-masing yang telah Allah Swt takar dan sudah ada rancangan pastinya.

Jadi sebuah keniscayaan bahwa sinetron Suara Hati Seorang Istri atau yang lebih dikenal dengan sinetron “ku menangis” yang kebanyakan porsi sedihnya dibandingkan bahagianya secara nyata wujud di dunia atau real life kita.

Di setiap scene yang ditampilkan sinetron ini melulunya menampilkan kesedihan yang super dramatis dan terkesan berat sebelah daripada scene bahagianya. Padahal sudah termasuk pengetahuan umum bahwasanya tiada kesedihan yang berkesinambungan tanpa kebahagian di dalamnya.

Memang adakalanya dalam beberapa momen pada kehidupan seringkali kita berada dalam posisi di mana kita sebagai manusia sudah berupaya sekuat tenaga tapi realita malah mengatakan sebaliknya. Narasi itu semakin kuat mengakar jika melihat kehidupan kita belakangan ini semenjak datangnya Covid-19 yang masih belum memiliki titik terang kapan akan usai.

***

Sudah bukan rahasia lagi kita mengalami berbagai kesulitan baik itu internal dan eksternal. Mulai dari banyaknya jumlah pegawai yang di PHK, kurva covid-19 yang masih menuju puncak, jatuhnya pesawat, gempa, longsor dan banjir yang setiap paginya menghiasi layar kaca televisi di rumah. Memikirkannya saja membuat hati ini sedih dan menerka-nerka kapan ujian ini memasuki garis finishnya? Tapi kembali lagi seperti kata-kata Imam Syafi’I Imam madzhab fiqih Sunni yang melegenda itu :

ولا حزن يدوم ولا سرور، ولا بؤس عليك ولا رخاء

إذا ما كنت ذا قلب قنوع،  فأنت ومالك الدنيا سواء

Baca Juga  Mensyukuri Pakaian Seadanya itu Perlu

“Tidak ada kesedihan yang abadi begitu juga kebahagiaan, tidak ada kemalangan yang abadi begitu juga kenyamanan.”. Beliau juga menambahkan dalam syairnya; “Akan tetapi jika engkau memiliki hati yang lapang, yang menerima dan bersyukur atas setiap apa yang diberikan Allah, maka antara engkau dan raja-raja dunia adalah sama.”

Dalam menghadapi masalah manusia hanya memiliki dua pilihan. Pertama, bersabar dan ridha dengan segala ketetapan-Nya. Kedua, marah dan melampiaskan kekesalan. Sudah sering kita mendengar di setiap curhatan hati orang-orang terdekat kita betapa masalah dan nestapa membuat mereka bersedih. Kata pertama yang keluar dari lisan kita biasanya adalah “Kamu yang sabar ya…” atau “kamu kuat pasti bisa, sabar ya..”

Hanya ada beberapa perbedaan dalam kalimat, tapi intinya tetap berputar pada kata “sabar”. Lagi-lagi kata sabar menjadi pilihan utama kita dalam menenangkan orang yang sedang menceritakan kesedihannya. Ataupun sebaliknya, kata sabar merupakan kata utama yang selalu kita dengar di setiap nasihat yang kita terima di setiap curhatan kita. Jika sekilas saja kita mengucapkan kata “sabar” biasanya yang tergambar pada fikiran kita adalah gambaran suatu sikap menahan emosi atau keinginan serta bertahan dalam situasi sulit dan tidak mengeluh. Mudah bukan diucapkan ?

****

Tapi sabar tetaplah sabar sampai kapanpun juga membutuhkan usaha dalam menjalankannya. di dalam Hadits Riwayat Ath-Thabrani Rosulullah SAW bersabda :

إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَإِنَّمَا الْحُلُمَ بِالتَّحَلُّمِ وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطِهِ وَمَنْ يَتَوَقَّ الشَّرَّ يُوقَهُ

Sesungguhnya ilmu didapatkan dengan belajar dan sesungguhnya hilm (kesabaran dan ketenangan) didapat dengan melatihnya. Barangsiapa berusaha untuk mendapat kebaikan, maka Allah akan memberikannya. Barangsiapa yang berusaha untuk menghindari keburukan, niscaya akan terhindar darinya.” (HR. Ath-Thabrani).

Baca Juga  Maqashid Asy-Syariah dan Tantangan Kehidupan

Melalui hadits tersebut dapat kita pahami bahwasanya sabar tidak serta merta hadir dan menjadi prilaku seseorang, melainkan kesabaran dapat ada karena kita terlatih. Ulama-ulama sering mengategorikannya sebagai mujahadah atau bentuk dari perjuangan melawan hawa nafsu. Dalam mendidik jiwa tentunya manusia memiliki tangga-tangga dan tahapan yang akan mengantarkannya naik menuju sifat dan pribadi yang mulia. Mengenai sabar Imam Al-Haddad menasihati dalam kitabnya Risalah Al-Mu’awwanah yang mengatakan :

وَ عَليْكَ بِصَّبْرِ، فَإِنَّهُ مَلَاكُ الأَمْرِ، وَلاَ بُدَّ لَكَ مِنْهُ ماَ دَمَتْ فِيْ هَذِهِ الدَّارِ ، وَ هُوَ مِنَ الْأَخْلاَقِ الْكَرِيْمةِ وَالفَضَائِلِ الْعَظيمَةِ

Dan kamu harus bersabar, karena sabar itu merupakan pusat penentu segala permasalahan, dan hal itu harus kamu lakukan sepanjang hidup di dunia ini, ia pun termasuk dari akhlakul karimah yang mengandung beberapa keutamaan”.

Semakin jelas, bahwasanya “sabar” merupakan sikap yang semestinya diusahakan dan dilatih, dan latihannya memerlukan waktu seumur hidup. Terdengar mudah diucapkan akan tetapi susah untuk diamalkan, tapi sabar akan membuahkan hasil yang manis bagi orang-orang yang mengamalkannya. Tanpa kesabaran Nabi Ya’qub tidak mungkin bertemu dengan anaknya yaitu Nabi Yusuf.

Begitu juga sebaliknya, tanpa kesabaran Nabi Yusuf tidak mungkin mampu menghadapi beragam masalah, dijual oleh sanak saudaranya, dijadikan budak, difitnah atas tindakan tidak bermoral yang tidak pernah ia lakukan dan mendekam di penjara. Lalu sebab kesabaranlah Allah menjadikannya raja Mesir pada zamannya. Dan dengan kesabaranlah Nabi Yusuf bertemu kembali dengan ayahnya.

***

Al-Quran menggambarkan sabar sebagai akhlakul karimah yang tidak akan pernah habis untuk dibahas keutamaannya. Selalu ada hikmah dan kisah-kisah yang indah d balik kesabaran dan keridhaan. Dan Allah maha mampu dalam menciptakan kebahagiaan bahkan atas hal-hal yang tidak pernah kita mimpikan sebelumnya. Seperti angin segar kalam Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi ulama sebagai mujadid di abad ke- 20; cukup menjadi bisyarah atau kabar gembira serta obat bagi kita,

Baca Juga  Menilik Pesan Cerita pada Sinetron Ikatan Cinta

إذا إشتدت الكرب فعلم أن الفرج قريب

“Apabila penderitaan makin meningkat, maka ketahuilah bahwa kelapangan, kenyamanan, kesenangan itu kian mendekat.”

Roda kehidupan akan selalu berputar seperti pergantian malam dan siang, cerah dan hujan; seperti dua pasangan yang sengaja diciptakan untuk saling mengisi. Jika musibah adakah gelapnya malam, maka kebahagiaan adalah waktu fajar. Bukankah semakin gelap malam menghiasi langit pertanda bahwa fajar akan segera datang?.

Bagikan
Post tags:
Post a Comment