Kebahagiaan Seorang Wanita Menjadi Orang Tua Tunggal
Menua bersama orang yang kita cintai, pasti menjadi harapan bagi setiap pasangan di muka bumi ini. Tetapi pada kenyataannya, ada beberapa orang yang harus menerima takdirnya untuk berjalan sendiri. Semua tanggung jawab sebagai ibu sekaligus ayah secara tiba-tiba harus dikerjakan seorang diri.
Sama seperti yang aku alami, kehidupan yang tiba-tiba berubah menjadi gelap. Seolah-olah sirna semua keinginan untuk melanjutkan kehidupan. Rasa tidak berdaya terus menekan sampai pada titik terendah. Suara anak-anak yang akhirnya membuat aku tersadar. Aku masih hidup, tugasku belum selesai.
Dalam perjalanan ini pasti akan menguras tenaga, pikiran dan tentu saja air mata. Beberapa orang mengalami keputusasaan dan berpikir kehidupan tidak berpihak padanya. Tetapi apa pun yang dialami tak ada alasan untuk berduka terlalu lama, waktu akan terus berjalan tanpa menunggu jeda. Seperti siang dan malam yang terus berganti.
Seorang ibu harus selalu tersenyum dan membalut luka di hati dengan tersenyum. Di depan mata ada anak-anak tercinta yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian dengan mata yang selalu bersinar dan tertawa. Mengubah semua keadaan menjadi baik-baik saja, kini menjadi tugas utama untuk memulai dari titik nol kembali.
Ya, benar sekali, harus segera berbenah diri agar rumah dapat kembali hangat. Air mata tak akan menyelesaikan apa pun juga. Tetapi pikiran yang jernih akan membuat kita melihat sisi lain dari takdir yang ada.
Di balik kelembutan seorang wanita ada kekuatan yang luar biasa hebat. Jadi tidak heran banyak anak-anak yang seorang ibu besarkan menjadi anak yang luar biasa. Peran seorang ibu tentulah sangat besar, dalam membesarkan dan membawa buah hati pada pribadi dewasa yang penuh tanggung jawab.
Sebuah serial drakor kerajaan terbaru berjudul “Under The Queen’s Umbrella” yang menceritakan kekuatan, kecerdasan dan sifat keibuan seorang ratu yang memiliki 4 orang anak laki-laki. Dan baru kali ini aku melihat sebuah alur cerita yang cukup menarik. Menyelesaikan masalah dan memahami karakter anak yang berbeda satu sama lain.
Di dalam film itu aku melihat bagaimana seorang ratu yang mengangkat roknya dan berlari mencari anaknya. Dan menyingsingkan lengan bajunya berjuang untuk keadilan. Pasti wanita yang membaca tulisan ini pun akan tersenyum karena pernah mengalami hal-hal yang memerlukan tenaga untuk berlari. Apakah pagi hari saat mempersiapkan sarapan dan menyiapkan makanan atau sore hari, berlari untuk segera sampai di rumah.
Ketika di kantor, tiba-tiba telepon berdering dan suara ibu kepala sekolah di ujung telepon. Dengan segera menutup telepon dan berlari karena anak berkelahi di sekolah atau mengalami demam tinggi. Pada saat satu ketika anak yang sudah remaja pun dapat berkata, “Aku iri melihat teman-teman pulang sekolah dijemput ibunya.”
Masih banyak cerita yang menjadi sebuah perjalanan panjang sebagai wanita. Satu hal yang perlu para wanita yakini, “Aku bisa.”
Dan pasti bisa, tak ada kata ‘tidak bisa’ atau kata ‘aku menyerah’ dan kata-kata putus asa lainnya timbul dalam hati atau keluar dari bibir. Kini bukan jaman lagi wanita bergantung pada pria, Ibu Kartini telah memulai segalanya untuk mengangkat kaum wanita.
Bersyukur atas apa yang terjadi dalam kehidupan ini menjadi kunci yang teramat penting. Melihat anak-anak tumbuh menjadi dewasa dan anak laki-laki berkata, “Aku ingin mencari wanita seperti Ibu.” Atau anak perempuan akan berkata, “Bila aku menjadi ibu nanti, aku akan seperti Ibu.” Kebahagiaan akan menyelimuti hati saat memeluk dan mendengar kata-kata yang terucap ini.
Jangan pernah kita lelah menghadapi keadaan yang mungkin dalam satu titik dapat menekan. Ibarat sebuah kapal dan kita nakhoda, berlayar di tengah lautan untuk menuju satu pelabuhan. Kala ombak dan badai datang seorang nakhoda harus tetap memegang kendali dan membawa penumpang selamat. Jadilah nakhoda kapal yang dapat diandalkan oleh seluruh penumpang dan mencapai pelabuhan.
Tetap menjadi teman dan sahabat bagi semua anak kita. Janganlah kita berlaku seperti seorang diktator. Ada nasihat mengatakan bila kita tidak keras maka anak akan terbentuk oleh lingkungan. Tidak salah dengan kata-kata tersebut, tapi perlu kita pikirkan bahwa zaman telah berubah. Pikiran generasi sekarang jauh lebih kritis. Mengajak mereka terbuka dalam segala hal tanpa ada yang ia sembunyikan menjadi langkah terbaik.
Hal ini akan membuat kita menjadi tenang dan tetap dapat mengontrol apa yang dilakukan atau perasaan apa yang sedang dialami. Tetap menjadi orang yang tidak hanya menyalahkan atau mudah mengatakan ini itu tidak boleh. Dengan kata lain jadilah teman yang bijak dalam memberikan nasehat.
Ada hal yang tak dapat dihindari oleh seorang wanita yaitu lambat laun menjadi tua, keriput mulai timbu di sekitar mata, pipi dan kelopak mata pun ikut turun. Kelelahan yang menghampiri terkadang lupa untuk merawat diri sendiri karena di dalam pikirannya hanyalah anak dan anak saja.
Menjadi tua itu pasti tetapi tetap cantik sesuatu yang harus diusahakan. Siapa yang tidak bangga bila berjalan dengan seorang ibu yang masih cantik di usia yang beranjak ke kepala empat atau lima. Pasti anak-anak pun bangga, sama seperti ayah mereka bila masih ada. Jadi marilah kita tetap cantik.
Bagaimana caranya untuk tetap menjadi cantik bagi seorang wanita? Be yourself, jadilah diri sendiri, ini yang pertama. Dengan kita menjadi diri sendiri, maka tidak akan membandingkan diri kita dengan orang lain. Mereka terlihat lebih beruntung dari kita, tetapi belum tentu. Setiap orang memikul bebannya sendiri-sendiri, jadi bebaskan diri dan menjadi diri sendiri.
Menyediakan waktu untuk menghargai tubuh. Baik berolah raga atau sesekali pergi ke salon dan merawat diri rutin di rumah, semua dapat dilakukan. Semua wanita diciptakan cantik tetapi bagaimana membuat kecantikan ini bersinar menjadi tanggung jawab kita. Tubuh pun perlu dimanja dan diperhatikan. Dengan tubuh yang sehat kita akan selalu siap sedia untuk mendampingi anak sampai kelak melepas mereka.
Jadi, kini saatnya para wanita yang menjadi orang tua tunggal harus berbahagia. Kehidupan tidak berakhir dengan kepergian suami, tetapi kebahagiaan menanti dalam setiap langkah yang tercipta.
General Manager Hotel. Hobi : Memasak, bercocok tanam, membaca, menulis. IG santi_christianto FB Santi Christianto.
