f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
tiger parenting

Gaya Pengasuhan Orang Tua Tentukan Kesuksesan Anak

Oleh : Muhammad Ghifar Hawary


Orang tua adalah salah satu faktor penting yang akan mengantarkan bagaimana perkembangan dan masa depan anak. Meskipun genetik dari orang tua berpengaruh, namun lingkungan tempat dia belajarlah terutama lingkungan yang paling pertama yakni keluarga yang akan sangat berpengaruh menjadikan dia seperti apa kedepannya. Lingkungan keluarga penanggung jawab utama terhadap pertumbuhan jasmani dan rohani anaknya yakni melalui ilmu mendidik dan membimbing putra-putrinya.

Orangtua memiliki tugas yang paling utama untuk mendidik keturunannya. Dengan kata lain, relasi antara anak dan orang tua secara kodrat mencakup unsur pendidikan untuk membangun kepribadian anak dan mendewasakannya, maka orang tua menjadi agen pertama dan utama yang bertanggung jawab dalam mendidik anak agar berkembang dengan baik dalam beretika, moral dan akhlaknya.

Fakta tak dapat dipungkiri, kenyataan tak dapat terbantahkan, realitas objektif telah membuktikan bahwa kisah sukses orang-orang besar tak lepas dari dukungan dan do’a orang tua yang tak kenal lelah. Khalid Bin Walid, Abu Hurairah, Imam Syafi’I, serta tokoh-tokoh kontemporer dan muslim sukses abad ini tak lepas dari The Great Power of Parents. Hal ini sangat relevan dengan ajaran Islam.
Suatu saat Rasulullah SAW pernah ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR. Ibnu Majah).

Orang tua tentu ingin anak-anaknya sukses dalam hidupnya. Sebenarnya salah satu kuncinya di gaya pengasuhan. Ronald Ferguson, profesor Harvard dan penulis The Formula: Unlocking the Secrets to Raising Highly Successful Children berpendapat bahwa ada beberapa peran orang tua dalam gaya pengasuhan yang berhubungan dengan kesuksesan anak di masa depan, diantaranya :

1. Teman Belajar

Menurut Ferguson, ini merupakan ini merupakan peran orang tua yang paling penting untuk membuat anak-anak tertarik belajar di usia muda sebelum masuk ke bangku sekolah formal. Orang tua harus mampu menjadi teman belajar anak karena pada dasarnya orangtua adalah sekolah pertama bagi sang anak terutama seorang Ibu. Selama orang tua mau peka terhadap kebutuhan belajar anak dari ide sampai ke hal teknis, percayalah proses belajar anak akan berjalan secara optimal.

2. Memantau Anak

Ferguson bilang, orang tua juga harus memantau lingkungan pertumbuhan anak dan memastikan anak mendapatkan apa yang dia butuhkan. Peran orang tua ini tidak sama dengan halnya pengasuhan helikopter. Sebagai orang tua bukan berarti dengan terlibat dalam kehidupan anak-anak si kecil tidak punya kesempatan untuk mandiri, bereksplorasi, dan mengidentifikasi minat mereka sendiri.

3. Pemecah Masalah

Orang tua pastinya ingin memastikan semua sumber daya dan kebutuhan anak tersedia sehingga anak tidak kehilangan kesempatan agar apa yang diinginkannya terpenuhi (dalam segi hal yang baik). Orang tua mungkin dalam hidupnya mempunyai keterbatasan, tetapi jika melihat peluang yang dianggap penting untuk keberhasilan anak yang dicintainya, mereka akan berusaha mendapatkannya bagaimanapun caranya.

4. Pengungkap

Anak-anak bertipe sebagai orang sangat kepo. Dalam hal ini, orang tua membantu anak menemukan dunia melalui museum, perpustakaan, pameran, buku, cerita-cerita, videografis, dan lain-lain. Ini membantu anak mendapat pengetahuan yang akan memperluas perspektif mereka. Disamping itu juga anak akan balajar dari apa yang mereka temukan.

5. Sebagai Filsuf

Dalam peran ini, orang tua bertanya dan menjawab pertanyaan penting dalam kehidupan untuk membantu anak-anak menavigasi. Pada dasarnya, orang tua tentu tidak ingin meremehkan kapasitas anak mereka untuk memahami suatu gagasan dan memahami artinya.

6. Sebagai Role Model

Anak adalah individu yang gemar melakukan imitasi dan juga modeling. Salah satunya adalah peran orangtua sebagai role model dari anak. Secara naluriah, anak akan selalu mengikuti perilaku dan juga tindakan yang sering dilakukan oleh orangtua, ataupun orang yang lebih tua seperti kakaknya, atau pengasuhnya. Orangtua harus mampu untuk menjaga sikap dan perilakunya di depan anak-anak. Hal ini disebabkan karena sebagai role model, anak akan mengikuti apapun perilaku dan sikap yang ditunjukkan oleh orangtuanya.

Disini dapat kita simpulkan bahwa pendidikan akan kurang maksimal jika aspek yang sudah kita bahas di atas tidak berjalan dengan seimbang. Hal ini tidak bisa dipisahkan sebab, suatu kesuksesan akan mudah diraih apabila hal ini berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya, sebab semua ini memiliki 1 keterkaitan yang sangat kuat sekali. Apabila orang tua hebat dalam mendidik sang anak, maka anak pun akan hebat sesuai dengan harapan.

Seorang anak tidak hanya membutuhkan pendidikan mahal namun perhatian, kasih sayang, serta dukungan dari orang tuanya itu merupakan suatu modal yang besar dan landasan yang kuat untuk ia mengejar cita-citanya. Oleh sebab itu para orang tua harus lebih ekstra dalam memberikan perhatian dan pendikikan bagi anak-anaknya. Dan apabila dapat berjalan dengan seimbang maka anak tersebut akan dengan mudah menjadi anak yang pandai dan dapat menjadi anak yang berguna kelak bagi nusa dan bangsa.

Bagikan
Baca Juga  Tren Membuat Video Pesan untuk Keturunan di TikTok Bisa Menjadi Bahan Renungan
Post a Comment