f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
rumah tangga

Islam dan Kemandirian Perempuan

Oleh : Hawa Hidayatul Hikmiyah

Islam adalah ajaran yang memposisikan perempuan pada tempat yang mulia. Tidak ada dikotomi atau diskriminasi peran antara laki-laki dan perempuan. Bahkan Islam memandang laki-laki dan perempuan seperti halnya yang dinyatakan dalam Al-Quran yakni sebagai ba’dhukum min ba’dh (sebagian kamu dari sebagian yang lain).

Hal ini berdasar pada QS. At-Taubah:71, telah jelas bahwa Islam mengangkat derajat seorang perempuan dan memberinya kebebasan, kehormatan, kemandirian, serta kepribadian yang independen.

Kemandirian dan otonomi perempuan dalam tradisi Islam sejak awal terlihat begitu kuat. Ayat diatas juga menunjukkan bahwa semua manusia berasal dari satu keturunan, karena itu tidak ada alasan untuk melebihkan seseorang atau satu kelompok dari yang lainnya, termasuk amalan atau nilai ibadah seseorang tidak akan dikurangi hanya karena ia seorang perempuan.

Perempuan dan Laki-Laki Memiliki Kadar Yang Sama

Islam mengajarkan kedudukan orang beriman baik laki-laki maupun perempuan itu sama dihadapan Allah. Oleh karena itu laki-laki dan perempuan dideklarasikan secara sama dengan mendapat rahmat Allah.

Bagaimanapun, kita harus mengatakan dan memiliki keyakinan bahwa laki-laki dan perempuan adalah sepasang makhluk Tuhan yang memiliki martabat dan kadar yang sama. Tetapi harus diakui pula bahwa terdapat perbedaan-perbedaan di antara mereka; perbedaan yang sifatnya fungsional dan tidak mengakibatkan supremasi laki-laki.

Melalui perbedaan itulah, masing-masing memiliki kemandirian yang pada akhirnya bertujuan mengantarkan kepada terciptanya hubungan kesalingan yang harmonis di antara keduanya sebagai prasyarat bagi terwujudnya masyarakat yang penuh ketentraman dan kesejateraan bagi semua pihak.

Kemandirian Perempuan dalam Islam

Atas kesamaan tersebut, maka perempuan memiliki kesempatan untuk tampil sebagaimana identitasnya. Salah satunya untuk dapat menjadi manusia yang mandiri. Kemandirian ini bukan berarti menjadikannya lemah atau terus mengalah dengan mengorbankan kepentingannya sebagai perempuan yang memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan laki-laki.

Baca Juga  Perempuan dan Pilihan

Merujuk pada Al-Quran bahwa ditemukan citra perempuan yang terpuji adalah perempuan yang memiliki kemandirian, memiliki hak berpolitik, dan selalu krtis terhadap apa yang dihadapinya. Dalam Al-Quran juga dikisahkan di QS. Al-Qasas:23 bahwa terdapat dua anak perempuan yang bekerja untuk memenuhi kehidupan ayahnya yang sudah tua.

Bahkan dalam surat An-Naml:29-44 berbicara tentang perempuan yang menjadi penguasa tertinggi negara yang bijaksana dan patuh kepadanya. Yakni terbaca dalam kisah Ratu Bilqis sebagai ratu yang telah menduduki tahta negeri saba’.

Pada zaman nabi Muammad pun, kemadirian perempuan dibuktikan dengan aktivitas istri Rasulullah Saw, dan rasulullah tidak melarangnya. Dalam bidang perdagangan misalnya, ibunda Khadijah binti Khuwailid, tercatat sebagai perempuan yang sukses. Demikian juga Qilat Ummi Bani Anmar yang tercatat sebagai seorang perempuan yang pernah datang pada Rasulullah untuk meminta petunjuk jual-beli. Zainab binti Jahsy juga aktif bekerja menyamak kulit binatang dan hasil usahanya itu disedekahkan.

Raithah, istri sahabat Rasulullah yang bernama Abdullah Ibnu Mas’ud sangat aktif bekerja, karena suami dan anaknya waktu itu tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga, lalu juga ada Al-Syifa’, seorang perempuan yang pandai menulis ditugaskan oleh Khalifah Umar sebagai petugas yang menangani pasar kota Madinah.

Islam tidak membatasi ruang gerak perempuan dalam mengekspresikan sesuatu, apalagi yang menyangkut masalah demi kemashlahatan, manfaat bersama dan lainnya. Kemandirian perempuan terlihat dari berbagai bidang, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

Konsep Kemandirian

Kemandirian memang bukan perkara mudah, namun banyak cara untuk memupuk sikap mandiri, salah satunya dengan menggali potensi diri dalam kreativitas, karena pada dasarnya setiap permasalahan memerlukan kemandirian dan cara yang kreatif untuk menyelesaikannya. Semakin banyak permasalahan yang bisa diatasi, dan semakin besar kebutuhan yang harus dipenuhi, maka semakin terasahlah kreativitas dalam diri seseorang.

Baca Juga  Pandangan Islam Atas Kekerasan terhadap Perempuan

Konsep hidup mandiri juga sejalan dengan prinsip “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama”. Bagaimana seseorang bisa bermanfaat untuk orang lain, sedangkan ia tak mampu memenuhi kebutuhannya atau dengan kata lain belum bermanfaat untuk dirinya sendiri. Allah telah memberikan akal kepada setiap hambanya untuk berfikir dan untuk menggali setiap potensi yang ada dalam dirinya sebagai bentuk rasa syukur.

Dalam prosesnya, dibutuhkan visi yang akan mengarahkan tujuan hidup untuk tidak berpangku tangan lalu menjadi beban orang lain. Jika perempuan mandiri biasanya mempunyai cirri kas tersendiri yakni:

  1. Mudah bangkit ketika menghadapi musibah, hal ini sesuai QS. Azzumar:53-54, Jangan berputus asa dari rahmat Allah.
  2. Tak mudah menyerah untuk selalu belajar menambah wawasan, hal ini sejalan dengan kewajiban setiap laki-laki atau perempuan dalam menuntut ilmu.
  3. Selalu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
  4. Berusaha member manfaat pada orang lain, karna sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat pada orang lain.

Disinilah peran Islam mendorong perempuan untuk mandiri di berbagai aspek, baik yang telah disebutkan dalam kalam Ilahi, yang dicontohkan oleh istri dan sahabat nabi. Atau telah diceritakan kisah perempuan hebat sebelum Islam yang diceritakan dalam Al-Quran.

Memang, menjadi perempuan tidak boleh pasrah begitu saja terhadap masalah. Harus berani mengambil keputusan disaat sulit, bersikap tegar dan mampu bersikap tegas ketika dilema melanda.

*Penulis adalah Mahasiswa pascasarjana UIN Malang , penggerak Gerdusuroboyo

Bagikan
Post tags:
Comments
  • Sari

    Hmm penulis yg Masyaallah

    Juli 2, 2020
Post a Comment