f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
rumah tangga

Meningkatkan Komunikasi Positif dalam Keluarga

Oleh : Hawa’ Hidayatul Hikmiyah*

Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak, komunikasi merupakan bagian dari kehidupan manusia. Bahkan ketika seseorang tidak melibatkan diri dalam komunikasi, maka tidak akan pernah tahu bagaiamana cara ia makan, minum, berbicara dan belajar.

Komunikasi positif dapat dikatakan sebagai suatu komunikasi dengan intens. Adanya pencapaian pengertian yang sama antara kedua belah pihak terhadap pesan yang disampaikan dengan tetap melakukan respect. Tidak menimbulkan kebosanan, dan adanya asumsi image yang baik. Ketika komunikasi positif itu dilakukan, maka akan berbuah sinergi.

Komunikasi Positif dibentuk dari Keluarga

Komunikasi positif dapat dibentuk dari sebuah keluarga, karena keluarga adalah unit yang paling kecil dalam tatanan masyarakat. Kunci utama sebuah keluarga adalah menjaga komunikasi. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Berbagai rutinitas dikerjakan dari rumah “work from home” (WFH) dan sekolah pun juga dari rumah “school from home”. Mengingat, keluarga merupakan garda terdepan dalam masa pandemi covid-19.

Terutama dalam hal komunikasi ketahanan perekonomian keluarga. Yang mana, saat ini, tingkat perekonomian masing-masing keluarga beragam, sehingga ketahanan keluarga prasejahtera menjadi tantangan.

Sebagian orang berkeinginan untuk tinggal di rumah, tetapi penghasilan tidak memadai, ketika memutuskan untuk keluar juga terancam Covid-19. Maka, hal ini harus dipahami sesama anggota keluarga. Utamanya dalam berbagi peran, memahami hak dan kewajiban masing-masing dengan membangun komunikasi positif antar sesama.

Hubungan akrab antara orang tua dan anak sangat penting untuk dibina dalam keluarga. Keakraban hubungan itu dapat dilihat dari frekuensi pertemuan antara orang tua dan anak dalam suatu waktu dan kesempatan. Masa pandemi inilah, jadi salah satu cara bagi keluarga untuk memupuk waktu kebersamaan yang dulu sempat terbengkalai.

Baca Juga  Maraknya Tiger Parenting Pada Anak di Masa Pandemi

Komunikasi Positif dengan Pendekatan Emosional

Kebersamaan ini dapat dirangkai dengan meningkatkan komunikasi positif dalam keluarga. Banyak cara untuk meningkatkan komunikasi positif dalam keluarga di tengah pandemi, yakni dengan saling menjadi komunikator yang positif dan saling mengupayakan untuk bersikap positif. Seperti saling menghargai, saling perhatian, saling empati dan lainnya.

Komunikasi yang positif antara orang tua dengan anak, akan menjadikan anak merasa dihargai. Sehingga, anak akan merasa bebas mengungkapkan perasaan serta keinginannya. Hal ini dapat dijalankan dengan membuat komunikasi dalam keluarga yang sportif dan penuh kejujuran. Setiap pernyataan yang diutarakan realistis, masuk akal, dan tidak dibuat-buat.

Semua elemen keluarga harus dapat belajar cara tidak menyetujui tanpa ada perdebatan yang destruktif. Komunikasi positif dapat berupa verbal, artinya dalam keluarga, orang tua selalu ingin berbincang-bincang kepada anaknya, canda dan tawa menyertai dialog antara orang tua dan anak. Dengan menciptakan komunikasi semacam ini, diharapkan dapat meningkatkan kedekatan emosional antara anak dan orang tua.

Yang Perlu dipahami dalam Komunikasi

Berkomunikasi memang menurut sebagian orang itu tidak mudah. Terkadang, seseorang dapat berkomunikasi dengan baik kepada orang lain. Dilain waktu, seseorang mengeluh tidak dapat berkomunikasi dengan baik kepada orang lain.

Dalam keluarga, ketika dua orang berkomunikasi, sebetulnya mereka berada dalam perbedaan untuk mencapai kesamaan pengertian. Dengan cara, mengungkapkan dunia sendiri yang khas, mengungkapkan dirinya yang tidak sama dengan siapapun.

Sekalipun yang berkomunikasi itu adalah antara suami istri, antara ayah dan anak, antara ibu dan anak, dan antara anak dan anak, hanya sebagian kecil mereka itu sama-sama tahu, sama-sama mengalami, sama pendapat, dan sama pandangan.

Etika Komunikasi Positif

Dalam konteks komunikasi positif terdapat etika yang harus dipenuhi, yakni:

  1. Berkata yang benar atau lurus. Komunikasi yang baik tidak dinilai dari tinggi rendahnya jabatan atau pangkat seseorang, tetapi ia dinilai dari perkataan seseorang. Cukup banyak orang yang gagal berkomunikasi dengan baik kepada orang lain disebabkan mempergunakan perkataan yang keliru dan berpotensi merendahkan orang lain.
  2. Perkataan jujur. Dalam kehidupan keluarga, masalah berkata benar ini penting apalagi dalam konteks pendidikan anak.
  3. Berkata yang baik atau pantas.
  4. Berkata yang bermanfaat atau komunikasi yang efektif. Dapat dikatakan komunikasi itu efektif apabila perkataan yang disampaikan itu berbekas di jiwa. Komunikasi semacam ini hanya terjadi apabila komunikasi yang berlangsung itu efektif langsung terkena sasaran, artinya apa yang dikomunikasikan itu secara terus terang dan tidak bertele-tele sehingga tepat mengenai sasaran.
  5. (erkomunikasi dengan lembut. Dalam keluarga, orang tua sebaiknya berkomunikasi pada anak dengan cara lemah lembut, jauh dari kekerasan dan permusuhan. Dengan menggunakan komunikasi yang lemah lembut, selain ada perasaan bersahabat yang menyusup kedalam relung hati anak. Ia juga berusaha menjadi pendengar yang baik.
Baca Juga  Corona; Malaikat Yang Jatuh di Ruang Pendidikan

Dengan menerapkan komunikasi positif seperti itu, dapat diharapkan mampu meminimalisir terjadinya konflik dalam rumah tangga, keluarga tidak mudah bosan dalam rumah, selalu ceria, dapat menerima perubahan keadaan dikarenakan pandemi, dan selalu sehat.

Menjadikan rumah sebagai tempat kerja, sekolah dan tempat bermain yang mengasyikan. Andai saja, di tengah pandemi ini seluruh elemen keluarga diharuskan berkegiatan di rumah dan diikuti dengan komunkasi yang negatif atau tidak beretika, maka masing-masing anggota keluarga tidak akan betah dirumah dan imunitas menurun karna stress atau merasa bosan.

*) Penulis adalah Mahasiswa pascasarjana UIN Malang , penggerak Gerdusuroboyo

Bagikan
Comments
  • Ayusari

    Masyaallah sukses terus ya hawa

    Juni 25, 2020
  • Sari

    Sukses terus hawa

    Juni 25, 2020
  • Nur Lailatul Mukarromah

    Terhebat, keren Mbak🤩😍

    Juni 25, 2020
Post a Comment