f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ayah

Anugrah, Si Wanita Tangguh

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendapati atau melihat sebuah kebiasaan seseorang; yang mana kebiasaan yang ia lakukan berulang-ulang tersebut, dapat membentuk sebuah karakter seseorang.

Sebagaimana kita ketahui, kebiasaan bisa menjadi dampak negatif maupun positif bagi seseorang. Apakah kehidupan yang ia lalui penuh dengan tekanan, kekerasan, cobaan, serta ujian. Lalu bagaimana cara seseorang itu meleluinya? Yakni dengan rasa optimis, penuh kesabaran dan percaya, bahwa janji Allah sesuai surat Al-Insyiroh ayat 5-6.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. Dan seseorang ini berhasil melalui kesulitan-kesulitannya karena yakin akan hal itu (sesudah kesulitan ada kemudahan). Dengan demikian, kebiasaan tersebut menjadikan seseorang ini menjadi pribadi yang hebat dan tangguh.  

Hal ini pun pernah dialami oleh seseorang wanita yang bernama Dwi Anugrah. Nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Dengan harapan kelak anak keduanya tersebut, selalu memberikan kebaikan di lingkungannya dan menjadi teladan yang mulia dalam pandangan manusia serta dalam penilaian Allah Swt. Agar sesuai namanya.

***

Sepanjang belasan tahun, kehidupan Anugrah berjalan penuh dengan kebahagiaan. Keluarga yang sangat harmonis dengan empat bersaudara. Bapak ibu yang sayang anak-anaknya, serta anak-anak yang sayang bapak ibunya dan selalu kompak dengan saudara-saudaranya.

Hingga Anugrah ini menginjak SMA, ada kejadian hebat yang menimpa keluarganya. Tidak tahu kenapa kedua orang tuanya bertengkar begitu hebatnya.

Pada saat itulah Anugrah di hadapkan dengan situasi yang sangat sulit, dan berupaya tegar di depan saudara-saudaranya, kedua adiknya. Adik laki-laki dan juga adik perempuannya. Berusaha senyum di depan banyak orang padahal hatinya berdarah-darah.

Dia masih ingat betul saat kejadian hebat itu. Sampai-sampai kejadian itu membuatnya ketakutan, trauma dengan pertengkaran orang tuanya dan belum lenyap sepenuhnya dalam ingatannya. Hingga membuat Anugrah berpikir dua, tiga, bahkan beberapa kali apabila didekati laki-laki. Karena takut kejadian yang dialami keluarganya akan menimpa dirinya. Anugrah yang saat itu masih duduk di bangku SMA hanya mengikuti saja dan tidak tahu harus berbuat apa. 

Baca Juga  Kesedihan Ternyata Ada Gunanya
***

Seiring berjalannya waktu, ketika Anugrah sudah duduk di bangku kuliah, Anugrah mulai terbiasa melihat bagaimana kondisi keluarganya. Apalagi melihat bapaknya sudah memiliki pasangan lagi.

Karena ketegaran dan keteguhan hatinya inilah Anugrah ingin berusaha untuk memberanikan diri berbicara pada bapaknya. Bahwa apa yang dilakukan itu tidak seharusnya ia lakukan pada keluarganya. Setelah berbicara dengan bapaknya, bukan perlakuan baik yang iaa dapatkan, justru kekerasan yang ia terima, bahkan Anugrah mengambilkan gunting untuk diserahkan ke bapaknya agar sekalian menusukkan gunting itu kebadannya.

Setelah kejadian itu, hatinya terpukul, pikirannya tertekan dan dengan perasaan yang tidak karuan; dia mengunci pintu kamar rapat-rapat dan menangis sejadi-jadinya. Tapi lagi-lagi dia harus kuat dan sabar dengan keadaan, karena ada dua adik yang harus dia bahagiakan. Setelah redah tangisnya, dia mengambil air wudhu, untuk melakukan salat dan berdoa kepada Tuhannya. Supaya mendapat ketabahan hati, kekuatan, dan kesabaran yang lebih untuk menghadapi ujiannya.

Hari-harinya pun ia jalani dengan terlihat baik-baik saja. Tidak terlihat sedikitpun kesedihan hatinya yang terpancar diraut wajahnya.

Dalam kejadian tersebut Anugrah banyak belajar dan mengambil hikmah dari kejadian itu. Bahwa sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar 

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Selain pelajaran sabar, kuat dan tahan uji. Anugrah ini juga sangat beruntung sekali, karena memiliki sahabat yang selalu setia di kala suka maupun duka. Sahabat yang tidak hanya muncul saat sukanya saja, akan tetapi ketika Anugrah bersedih pun sahabat ini selalu hadir menghibur dirinya; hingga melupakan kesedihannya dan memberikan motivasi agar selalu mengingatkan satu sama lain dalam hal kebaikan. Yang mana sahabat ini mengatakan kepada Anugrah agar ketika diuji oleh Allah Swt, agar tidak berlarut dalam kesedihan dan bangkit untuk hari esok yang lebih cerah lagi.

Baca Juga  Mengaplikasikan Kepraktisan yang Kita Sukai

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا 

Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. sehingga apa yang sahabatnya katakan itu, Anugrah tidak perlu terlalu bersedih, karena ada Allah yang akan selalu membantunya.

***

Tak hanya sekedar teman dan sahabat yang menguatkan hati Anugrah. Ada seorang ibu yang selalu siap sedia menampung seluruh keluh kesahnya. Ibu Nur namanya. Dia bagai pelita yang menerangi langkah Anugrah ketika terpuruk dalam kerasnya keadaan.

Dia yang selalu keras berjuang demi kebahagiaan anak-anaknya. Dan dia yang selalu ada ketika Anugrah tidak tahu kemana lagi harus melangkah. Dialah satu-satunya orang yang tidak pernah lupa untuk mendoakan Anugrah, meskipun kerap kali Anugrah lupa untuk mendoakannya. 

Juga, dialah orang yang selalu berkata kepada Anugrah “jangan bilang tidak bisa”. Dialah orang yang selalu membuatnya semangat untuk berpikir lebih bijak dan berbuat lebih baik lagi. Dia bisa seperti malaikat penyembuh ketika Anugrah lagi sakit. Dia yang bisa membuat tersenyum ketika Anugrah bersedih. 

Walaupun keduanya terpisahkan oleh jarak, tetapi mereka tetap saling menguatkan dan mendoakan. Meskipun kadang hanya lewat pesan singkat ataupun lewat kutipan statusnya di Facebook. Terbukti unggahan Anugrah lewat status Facebook nya yang begitu mencintai ibunya. “Allah yang Maha adil.”

Terimakasih telah memberiku malaikat sempurna di hidupku. Tanpa beliau aku bukan siapa-siapa dan tanpa beliau aku tidak akan bisa mendapat cukup pendidikan, materi, dan lain-lain. Terimakasih telah memberikan nikmatMu melalui ibuku. Wanita terhebat, terkuat, tertangguh yang pernah aku tahu. Selalu sehat dan bahagia ya..

Pasalnya, ibu Nur ini tidak hanya berhasil menjadi sosok ibu dan contoh teladan yang baik. Akan tetapi berhasil menjadi seorang ayah dan tulang punggung yang begitu mencintai anak-anaknya. Serta bertanggung jawab penuh dengan keluarganya. 

Baca Juga  Keberanian Menanggung Risiko
***

Pesan yang diberikan ibunya inilah yang selalu Anugrah ingat dan di praktekan dalam kehidupan sehari-hari nya, sehingga Anugrah berhasil menjadi sosok ibu kedua bagi adik-adik nya. Dan berhasil menjadikannya menjadi wanita tangguh, kuat, serta sabar dalam menjalani kehidupannya.

Kini Anugrah menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih matang dalam menyikapi sebuah permasalan dan persoalan dalam hidupnya. Bahkan ujian yang datang lebih hebatpun, Anugrah semakin sabar dan tahan uji. Anugrah yang sekarang beda dengan Anugrah lima tahun sebelumnya.

Inilah Anugrah. sosok yang bisa memberi inspirasi. Seseorang yang masih berusia muda, akan tetapi mampu bertahan dan tegar dalam kerasnya ujian. Bahkan mampu membuat keluarga, saudara, dan teman-temannya bangga melihatnya.

Bagikan
Post a Comment