f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
televisi indonesia

Ada Apa dengan Tayangan Televisi di Indonesia?

Hai guys! Masih setia menonton tayangan tv? Bagaimana menurut kalian?

Sampai saat ini, kualitas tayangan televisi di Indonesia masih tergolong buruk. Jika kita amati, program tayangannya pun memiliki keseragaman antara channel satu dengan channel yang lain.

Apabila suatu channel memiliki program dengan rating yang bagus, maka channel lain akan membuat program yang serupa walaupun tahu program tersebut tidak mendidik sama sekali. Hal tersebut justru membuat kita sebagai penonton menjadi bosan karena tidak ada keberagaman jenis program televisi.

Contohnya yaitu ketika salah satu channel di Indonesia menayangkan sinetron bertemakan fantasi. Pada masa itu, genre sinetron fantasi dapat terbilang langka. Alhasil sinetron tersebut melejit dan mendapat rating yang tinggi.

Melihat hal tersebut, maka channel tv lain mulai membuat sinetron yang bergenre sama. Hingga kita sebagai penonton mulai bosan. Lalu, muncullah sinetron bertema keluarga dengan segala drama rumah tangganya dan mendapat rating yang tinggi. Lagi-lagi channel lain akan membuat tema yang sama. Begitu seterusnya.

Tak hanya terjadi di senetron, keseragaman program juga terjadi pada variety show dan reality show. Contohnya ketika program reality show bertema horror menarik perhatian penonton dan mendapat rating yang tinggi. Channel tersebut mulai menayangkan penuh program variety show, reality show, bahkan film horror.

Hingga hampir semua channel ikut menayangkan program horror dengan harapan mendapat rating yang tinggi. Dan kita sebagai penontonpun mulai bosan. Muncullah suatu program reality show dari salah satu channel yang menayangkan kehidupan salah satu artis ternama dan mendapat rating yang tinggi.

Kemudian channel tersebut mulai menayangkan reality show kehidupan artis lain dan program tersebut diikuti oleh channel lain. Begitu seterusnya.

Baca Juga  Memaklumi Pernyataan Mahfud MD Soal Korupsi di Indonesia
***

Tak hanya permasalahan keseragaman program, tayangan televisi di Indonesia juga bermasalah dalam hal jenis program yang ditayangkan. Tayangan televisi Indonesia dipenuhi oleh gosip para artis yang tidak penting dan disorot secara terus menerus.

Mulai dari perselisihan antara artis satu dengan yang lain, perselingkuhan, sampai masalah keluarga yang sebenarnya tidak perlu publik ketahui. Kehidupan seluk beluk para artis juga terlalu disorot media hingga menjadi program tayangan televisi.

Namun sebaliknya, artis, musisi, dan rakyat biasa yang memiliki talenta luar biasa justru tidak disorot oleh media sehingga tidak terekspos. Terkalahkan dengan mereka yang membuat sensasi belaka. 

Acara variety show dan komedi sekarang juga tidak seasik dulu. Game-game dan pembahasan menarik yang mendatangkan bintang tamu atau narasumber yang berbakat sudah sangat jarang terlihat. Daripada menyajikan acara yang menghibur dan mengasah otak, acara variety show dan komedi justru memilih ajang saling lempar hinaan antar pengisi acara untuk menjadi bahan candaan yang sebenarnya tidak lucu sama sekali.

Ajang lempar hinaan tersebut justru membawa pengaruh negatif. Banyak dari kita sebagai penonton yang meniru. Menghina orang lain untuk membuat candaan yang mungkin saja melukai hati orang tersebut. Dan ketika orang tersebut marah atau sakit hati, maka kita tidak merasa bersalah dengan dalih omongan tersebut hanya candaan dan justru mengatakan bahwa orang tersebut ‘baperan’. 

Tak hanya gosip para artis, tayangan televisi di Indonesia juga penuh oleh sinetron dan FTV. Sinetron dan FTV sebenarnya tidak masalah ditayangkan, justru akan menjadi program tayangan hiburan bagi masyarakat di tengah penatnya aktivitas sehari-hari.

Akan tetapi, cerita yang tersajikan dalam sinetron maupun FTV tersebut sering membuat geleng-geleng kepala. Banyak cerita yang tidak mendidik dan tidak memgandung literasi yang tepat.

Baca Juga  Stereotip Gender dalam Kepemimpinan Perempuan di Indonesia
***

Banyak kejanggalan cerita apabila kita amati. Contoh kecilnya yaitu adegan medis di mana pemasangan sungkup oksigen yang terbalik, kegunaan dari stetoskop menjadi multifungsi yaitu tidak hanya mendengarkan suara dari dalam tubuh tapi juga pendeteksi darah tinggi, gejala penyakit yang tidak sesuai, dan masih banyak lagi.

Akan lebih baik jika sebelum tayang, script cerita dikonsultasikan ke pihak yang memahami, misalnya dokter langsung. Sehingga cerita dapat sesuai dengan kenyataan dan kita sebagai penonton juga memperolah ilmu yang benar dari menonton sinetron atau FTV tersebut.  

Dengan kualitas tayangan televisi yang seperti itu, maka tak heran jika masyarakat terutama generasi muda lebih memilih menonton program acara dari negara lain yang lebih menarik dan menghibur. Terlebih sekarang banyak platform yang tersedia dan mudah kita akses. Bahkan hanya bermodal smartphone dan kuota maka kita dapat mengaksesnya secara bebas.

Semoga tayangan televisi di Indonesia mengalami kenaikan kualitas dan lebih dapat menghibur sekaligus mendidik para penonton. Lebih menarik, menambah wawasan, dan memperkenalkan budaya dalam negeri kepada masyarakat terutama generasi muda sebagai penerus bangsa.

Kita sebagai penonton dan penikmat tayangan televisi juga dapat lebih selektif dalam menonton tayangan untuk membantu meningkatkan kualitas tayangan televisi di Indonesia.

Bagikan
Post a Comment