f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
orang menyebalkan

Pentingnya Jadi Orang Menyebalkan

Entah sejak zaman apa dan sejak konspirasi macam apa yang membentuk standar di dalam pikiran semua manusia bahwa menjadi menyebalkan itu buruk dan tidak baik. Tertanam dalam benak setiap orang bahwa orang menyebalkan itu tidak keren, tidak menarik alias bajingan.

Kata menyebalkan lahir dengan makna yang tidak menyenangkan. Selalu diseragamkan dengan hal-hal yang tidak enak didengar. Selalu dipasangkan dengan kata-kata yang menggiring opini masyarakat untuk membenci dengan kata menyebalkan.

Semua Manusia Itu Menyebalkan

Tengoklah pencarian di google dan tulis kata menyebalkan. Maka akan keluar berbagai tips untuk menghadapi orang menyebalkan atau tips agar tidak mejadi orang menyebalkan. Padahal, menurut pandangan saya, mereka yang menulis artikel itu saja sudah termasuk orang menyebalkan. Sok tahu dan sok-sokan menggeneralisir bahwa semua orang yang menyebalkan itu buruk. Mereka tidak sadar kalau pada dasarnya semua manusia itu menyebalkan.

Dilansir dari Kumparan, ada sebuah penelitian yang dilakukan selama 9 tahun yang mencoba mencari tahu perilaku menyebalkan pada manusia. Dalam penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa sebenarnya hampir semua manusia itu menyebalkan. Namun yang menjadi masalah adalah tidak semua manusia menyadari betapa menyebalkannya dirinya.

Bisa dikatakan manusia itu pasti mempunyai sifat menyebalkan. Paling tidak kita semua harus saling menghormati satu sama lain, bukannya saling sok tahu melabeli orang lain menyebalkan tapi lupa diri bahwa dirinya sendiri jauh lebih menyebalkan, hilih.

Berarti, Menyebalkan Itu Baik Ya?

Bisa iya, bisa tidak. Tergantung individu masing-masing menempatkan sifat menyebalkannya. Menyebalkan itu bisa berdampak baik dan berdampak buruk. Kok bisa gitu?

Misalnya ketika kalian sedang kerja kelompok dan di dalam kelompok itu terdapat beberapa orang. Yakinlah di dalam kelompok tersebut tidak semuanya adalah orang-orang rajin yang selalu ingat dengan namanya tugas kelompok. Nah di sinilah hadir seorang/ lebih yang masih punya sifat rajin dalam dirinya. Setiap hari ia mengingatkan tugas dan selalu mendorong anggota kelompoknya untuk mengerjakan tugas kelompok.

Di sisi lain ada sebagian anggota melihat bahwa teman yang selalu mengingatkan ini adalah orang yang baik. Namun sadarkah bahwa tidak semua anggota memiliki pandangan yang sama. Justru sebagian lainnya akan melabeli teman yang rajinsebagai orang yang sangat menyebalkan, cerewet, dan sok bossy.

Jika kalian pernah kerja kelompok. Kalian pasti akan menemui orang-orang menyebalkan yang sok ngatur tapi pada dasarnya itu baik. Hasil kerja kelompok akan memuaskan. Sebaliknya anggota kelompok yang lupa akan tanggungjawabnya akan menjadi orang menyebalkan di mata orang yang rajin.

Perlu kita tahu, orang menyebalkan itu jika sifat menyebalkannya dimanfaatkan dengan baik justru hasilnya akan luar biasa. Sama halnya orang pintar/ rajin di atas, jika pintarnya dimanfaatkan dengan baik, maka hasilnya akan baik. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, ya tidak ada hasil.

Saya tidak sedang bercanda, coba bayangkan jika tidak ada orang-orang menyebalkan di dunia ini. Saya pikir dunia akan menjadi sangat membosankan. Ditambah sifat menyebalkan ada dalam diri setiap manusia. Kalau tidak menyebalkan berarti bukan manusia.

Menyebalkan Itu Tidak Selalu Buruk

Ya, menjadi menyebalkan itu baik!. Sekarang mari kita berpikir. Dimulai dari yang paling dasar. Statement menjadi orang menyebalkan itu buruk, itu tidak benar, yang seharusnya kita coba pahami adalah jadi menyebalkan itu tidak selamanya buruk.

Itu tadi dalam lingkup yang lebih kecil. Mari lompat ke lingkup yang lebih besar. Banyak manusia terlahir untuk menjadi orang-orang menyebalkan yang sukses dan hebat. Tengok Kim Jong-un sampai Donald Trump. Manusia mana sih yang tidak sebal dengan mereka? Atau kalau kalian melempar memori ke masa hidupnya Hitler, Stalin sampai Mussolini. Pada zamannya, tiga pemimpin  tersebut muncul sebagai ikon pemimpin menyebalkan yang selalu ingin dikalahkan. Tanpa mereka, sepertinya dunia tidak akan berubah dan belajar banyak untuk memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.

Perumpaan lain ketika kalian menonton film. Hampir semua film di dunia ini selalu menyertakan orang-orang menyebalkan di dalamnya. Mulai dari film cinta sampai film laga. Orang menyebalkan selalu punya peran menarik. Tengok Joker, Megatron, Thanos, Summer, sampai Voldemort. Betapa menyebalkannya mereka semua. Tapi semua orang tetap suka dan tertarik menonton mereka.

Menyebalkan Itu Penting!

Di dunia musik, kadang sifat menyebalkan adalah sifat yang wajar atau bisa dibilang perlu. Tentunya diiringi dengan kemampuan, belagunya Axl Rose terhadap Kurt Cobain dan menteri keuangan Amerika Serikat. Sampai menyebalkannya John Lennon yang menganggap The Beatles lebih populer dari Yesus adalah sebuah kepongahan sekaligus branding diri yang memang terkesan negatif namun punya hasil akhir yang luar biasa. Mereka dikenal dunia secara luas.

Masih tidak percaya menjadi orang menyebalkan itu penting? Tengok tontonan animemu atau bacaan mangamu. Kurohige, Madara Uchiha, Giant, bahkan sampai karakter utama seperti Nobita pun pasti punya sifat menyebalkan yang dibenci. Tapi siapa sih yang tidak mengenal mereka?

Lihatlah Seorang Steve Jobs dan Bill Gates. Steve Jobs memang orang menyebalkan yang sampai membuatnya dibuang dari Apple. Bill Gates memang menyebalkan di mata orang-orang seperti Jerinx. Ya, mereka menyebalkan dan mereka dikenal dunia sebagai orang yang sukses!

Lagian, biasanya kan ada seloroh seperti ini, “ihh sebel deh sama kamu!” Tapi sebenarnya diam-diam memendam rasa cinta sama mereka yang dianggap menyebalkan. Ciee ngaku deh, orang-orang menyebalkan itu sebenarnya sangat penting bagi kita semua.

Sudahlah, akui saja, menjadi menyebalkan itu nggak selalu buruk. Kita semua adalah orang-orang menyebalkan bagi orang lain. Hanya saja kadar menyebalkan kita beda-beda. Dengan pemanfaatan yang beda-beda pula.

Jadi, beruntunglah kalian yang menyadari bahwa menjadi menyebalkan itu tidak selalu buruk dan paham bahwa ada sesuatu yang bisa dimanfaatkan dari sifat menyebalkan. Karena biasanya orang-orang yang sering melabeli orang lain itu menyebalkan dan menganggapnya buruk adalah sebenar-benarnya orang menyebalkan.

Sejauh ini, saya sudah menyebalkan, belum?

(Editor : Vika)

Bagikan
Post a Comment