Belajar Daring, Jangan Asal Belajar
Pandemi mengubah kebiasaan kita sehari-hari. Mulai dari cuci tangan setiap hari saat dari manapun dan akan ke manapun, pemakaian masker, dan perjumpaan antar umat manusia. Tentu ini sangat berat untuk kita, karena secara budaya dan psikolgi kita tidak menyiapkannya. Dari semua kebiasaan yang berubah, sistem pendidikan juga disentuh kultur baru, dari yang mulanya face to face menjadi screen to screen. Persoalan yang terjadi adalah sistem pendidikan yang berubah, namun metodologisnya tetap sama.
Nampaknya, pandemi covid-19 masih dituduh sebagai penyebab perubahan sistem. Masih sedikit kalangan yang memandangnya sebagai paradigma berpikir yang menantang sistem metodologis atau metode-metode, termasuk konten pembelajaran. Sistem pembelajaran yang tidak disertai orientasi akan menyebabkan kebijakan belajar daring dianggap mengganggu, sesuatu yang tidak biasa dan semacamnya. Masih sedikit kalangan yang memandang bahwa belajar daring adalah suatu kontribusi sektor pendidikan terhadap persoalan kebangsaan.
Dalam tulisan ini saya ingin memaparkan gagasan saya melalui sistem pembelajaran daring yang sebagian kalangan masih mengangkap hal ini adalah sebuah hal merugikan, namun siapa sangka bahwa jika kita berfikir secara sistematis pembelajaran daring ini sebenarnya membawa beberapa manfaat untuk kita dan bangsa ini.
Pembelajaran Daring
Berikut ini adalah beberapa implikasi-implikasi dari pembelajaran daring sebagai suatu bentuk solidaritas sosial.
Solidaritas
Sejak keluarnya Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus disease (Covid- 19), semua sistem pembelajaran yang awalnya tatap muka sementara menjadi sistem pembelajaran daring yang dilaksanakan dari rumah.
Model pembelajaran daring di tengah pandemi sungguh berbeda, bukan perhatian kepada sistem pembelajarannya, melainkan keprihatinan seseorang terhadap kecemasan bersama. Keprihatinan inilah yang dimaknai sebagai solidaritas, di mana seseorang berusaha untuk menyelamatkan orang lain di tengah situasi pandemi seperti ini.
Solidaritas kita di tengah pandemi persisnya seperti ini ; kita melakukan pembelajaran daring dari rumah karena kita dibatasi oleh ruang gerak demi keselamatan kita dan orang lain. Dengan sistem pembelajaran daring kita dapat memutus rantai penyebaran virus corona saat masa pandemi ini.
Pendidikan yang meng-global
Di Indonesia perbincangan tentang pembelajaran daring baru popular pada saat adanya pandemi covid-19 ini, padahal sebelumnya belajar daring sudah lumrah dilaksanakan di perguruan tinggi di Indonesia. Contohnya saat dosen tidak dapat menghadiri kelas biasanya dosen akan memberikan penjelasan lewat youtube atau media lain yang berbasis daring.
Selain itu kalau kita melihat secara global, pendidikan daring sudah biasa dilakukan di negara-negara barat yang sudah terkenal sebagai negara maju. Di negara-negara barat guru dan siswa sudah biasa menggunakan platform digital sebagai media pembelajarannya. Pendidikan seperti ini tentu menjadi impian banyak negara termasuk Indonesia.
Untuk mengikuti pembelajaran daring dengan baik, maka muncul tuntutan baru bagi para pelajar untuk fasih mengoperasikan media-media daring yang berbasis digital, seperti Google Classroom, Google Meet, Zoom, Telegram,Whatsapp, dan media digital lainnya.
Dengan munculnya tuntutan ini, sadar atau tidak jika kita akan mewajibkan diri kita untuk terus menerus mengeksplor dunia digital untuk menambah kemampuan kita dalam berproses di dunia daring. Dengan itu maka pelajar-pelajar di Indonesia jauh dari kata Gaptek (Gagap Teknologi). Hal ini akan membawa kemajuan tersendiri untuk bangsa kita nantinya dalam dunia digital.
Kesehatan
Jumlah kasus covid-19 di seluruh dunia mencapai lebih dari 43 juta, dan masih terus bertambah(Kompas.com). di Indonesia berdasarkan data Satgas Covid-19 per Senin(26/10/2020) terdapat 392.934 kasus virus corona. Terkait dengan virus corona, Indonesia menempati peringkat ke-19 di dunia(kompas.com).
Angka tersebut bukanlah angka yang banyak tetap sangat banyak. Hal tersebut sangat perlu kita perhatikan. Pemerintah telah membuat strategi untuk mengurangi penambahan virus corona yang terus merambah. Dengan belajar daring pertemuan sesama manusia menjadi berkurang. Hal itu merupakan sebuah usaha manusia untuk menjaga kesehatan mereka masing-masing dan kesehatan orang lain.
Dari rumah kita bias menjaga diri kita agar tetap sehat dan kenaikan virus corona di Indonesia menjadi berkurang dan mungkin akan semakin kecil kemungkinan terjadi penambahan kasus virus corona di Indonesia.
Ekologi
Selain menjaga solidaritas dan kesehatan, dengan belajar daring dari rumah, alam pun juga terjaga. Paus Fransiskus pernah menyampaikan dalam Ensiklik Laudato Si’ (2015), bahwasannya semua orang harus bersolider dengan alam dan bertanggung jawab untuk menjaganya demi generasi mendatang.
Kerusakan alam banyak disebabkan oleh perilaku manusia. Manusia terlalu konsumtif dan serakah. Padahal alam sudah sangat baik dan bermanfaat untuk kehidupan kita, namun sedikit sekali manusia yang masih sadar akan pentingnya untuk menjaga alam untuk generasi mendatang.
Kebijakan belajar daring tanpa kita sadari juga merupakan suatu upaya untuk menghijaukan kembali bumi ini. Kita jadi menghemat kertas, pensil dan bahan-bahan belajar lainnya yang terbuat dari bahan alam. Penebangan pohon di hutan yang bertujuan untuk membuat kertas dan pensil menjadi berkurang karena kita menggunakan platform digital. Kebijakan ini sangat berdampak positif untuk mengembalikan bumi kita menuju bumi yang sehat lagi.
Selain mengurangi usaha eksploitasi alam, belajar daring juga dapat mengurangi pencemaran udara. Bagaimana tidak, rata-rata orang berpergian menggunakan kendaraan bermotor untuk bekerja, bersekolah dan kegiatan lain. Kita tidak perlu menggunakan kendaraan bermotor untuk pergi ke sekolah karena kita sbelajar dari rumah. Tanpa disadari, hal ini merupakan upaya untuk mengurangi polusi yang menyebabkan pencemaran udara. Jika udara yang kita hirup sehat maka itu akan angat bermanfaat bagi kesehatan kita.
***
Masa pandemi ini mendorong kita beradaptasi dengan kebiasaan baru atau adaptasi kebiasaan baru. Dari yang awalnya face to face menjadi screen to screen. Dari yang belajar tatap muka menjadi belajar daring.
Dengan cara berfikir yang sistematis kita bisa melihat banyak manfaatnya, karena belajar daring bukanlah suatu hal yang mengganggu atau merepotkan. Belajar daring bermanfaat untuk sistem pendidikan, ekologi, solidaritas dan tentunya juga untuk kesehatan.
Belajar daring kita mampu membangun solidaritas, membawa pendidikan di Indonesia menuju global, menjaga kesehatan, dan kita dapat mengupayakan kesehatan bumi kembali. Dengan platform digital, kita telah berupaya memajukan negara Indonesia dalam lingkup teknologi.
Pembelajaran daring juga menjadi kritikan untuk pemerintah untuk menata masyarakat yang lebih jelas lagi dan membangun infrastruktur yang masih menjadi hambatan untuk berkembang. Kita semua adalah saksi mata dan generasi inilah yang bertanggung jawab terhadap pembangunan Indonesia di masa mendatang setelah pandemi ini berlalu.
