Setelah Berpisah dengan Ramadan
Oleh: Khoirun Nash*
Setiap perjumpaan pasti ada perpisahan, barangkali itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan perjumpaan kita dengan bulan suci Ramadan. Ramadan memang telah pergi, karena datang dan pergi sudah merupakan bagian dari sunnatullah dalam kehidupan ini. Namun, bukan perjumpaan dan perpisahan yang paling utama dalam kehidupan kita. Lebih dari itu, tentang apa saja yang sedang kita lakukan selama kita berjumpa dengan bulan Ramadan dan apa yang akan kita lakukan pasca bulan Ramadan.
Di dalam bulan Ramadan, kita semua diberikan obral pahala oleh Allah SWT. Salah satu keutamaan bulan Ramadan adalah sebagai bulan penuh berkah. Dalam hadis HR. Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:
“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah…”
Dalam hadis ini, bulan Ramadan dijelaskan sebagai bulan penuh kebaikan. Bulan mulia untuk memperbanyak ibadah dan amalan yang dilakukan, seperti puasa, salat tarawih, membaca Al Qur’an, hingga bersedekah, dapat menambah pahala. Semakin meningkat ibadah dilakukan, semakin besar keberkahan yang kita dapatkan.
Dari hadis ini, tidak salah kalau kemudian kita sebagai manusia memperbanyak ibadah di bulan Ramadan ini. Semua umat Islam melakukan ibadah puasa selama sehari penuh. Kemudian, masjid-masjid penuh dengan jamaah yang sedang melaksanakan sholat lima waktu dan juga sholat tarawih.
Lantunan ayat suci al-Qur’an saling menyahut dari satu musala ke musala yang lain. Dari satu masjid ke masjid yang lain. Banyak orang juga memperbanyak shodaqohnya. Banyak sekali individu ataupun kelompok berduyun-duyun membagikan sebagian rezeki mereka. Woow itu merupakan hal yang luar biasa, bukan?
Namun, hal itu terasa janggal ketika kita berpisah dengan bulan Ramadan, di mana kita terasa seperti manusia Ramadan, yaitu manusia yang hanya kuat/perbanyak ibadah hanya di bulan Ramadan saja, selepas itu ya ibadahnya biasa-biasa saja. Lalu apa yang harus kita lakukan?
1. Menegakkan salat berjamaah
Selama Ramadan kita lebih banyak melaksanakan salat berjamaah dan dilaksanakan di masjid, maka selepas Ramadan, salat berjamaah ini harus tetap di tegakkan jangan kemudian karena Ramadan sudah berlalu, kita salatnya kembali sendiri-sendiri lagi.
2. Tetap Melaksanakan Sholat Malam
Qiyamul lail juga masih tetap bisa kita lakukan. Salat sunnah ini menempati posisi kedua setelah sholat fardhu, Abu Hurairah RA berkata, bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ صَلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ.
“Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah shalat yang dilakukan di malam hari.” (HR.Muslim)
Beliau juga menyebutnya sebagai da’bu sholihin, atau tradisi dari orang-orang sholih.
Allah Ta’ala, berfirman:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسٰىٓ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 79)
3. Memperbanyak Sedekah
Ketika di bulan Ramadan banyak sekali individu atau kelompok membagikan takjil misalnya, atau berbagi sembako, nah pasca Ramadan ini tentu sedekah juga harus tetap terjaga. Jangan kemudian hanya di Ramadan saja kita berbagi.
4. Memperbanyak Membaca Al Qur’an
Seperti yang saya uraikan di atas di bulan Ramadan kita hampir setiap saat membaca al-Qur’an tapi ketika di luar Ramadan kita hanya Membaca al-Qur’an saat-saat tertentu saja. Maka ayo selepas Ramadan ini tetap Istiqomah membaca al-Qur’an. Juga, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Barangkali masih banyak hal lain yang sudah kita lakukan selama bulan Ramadan ini. Yang terpenting adalah hal-hal kebaikan yang sudah dikerjakan selama bulan Ramadan ini tetap berlanjut di bulan-bulan berikutnya. (T)
*Alumni UMSurabaya, Tim Seribu Senyum.
Pegiat Sosial, Alumni UMSurabaya

Iqbal akbar albani
MasyaAllah