f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Menyukaimu Diam-Diam

Oleh : Tati Sedfar

Awal perjumpaan yang tak terduga
Kala itu, aku memintanya dengan cuma-cuma belaka
Di hari biasa, dan aktivitas lainnya, aku mengawali koma
Tiba di perjumpaan pertama, aku melihatnya berbeda
Satu waktu yang berkesan di sepanjang waktu
Tidak percaya dijumpai olehmu, bahkan aku terus-terus memastikan
Bukan sebuah harapan dan kesengajaan, tapi kebetulan-kebetulan
Mungkin garis kehidupan, tentang perjumpaan, tentang pertemuan
Ketidakmungkinan yang menyisakan kesan
Ketidakmungkinan yang membuatku merasakan
Bagi aku yang biasa, aku mensyukuri saja
Bagi aku yang tak baik, aku semampuku saja
Tapi bukan itu rumusnya, yang kutahu kita harus memaksimalkan
Bukan untuk memiliki, tapi belajar mencintai
Mencintai dari menginspirasi
Ya, mencintai memang proses tiada henti
Mencinta itu awal mula untuk hati-hati
Untuk menjaga kata, laku, dan diri
Untuk menjaga sang pemilik hati

Aku menyukai pelataranmu, menjulang tapi menepi
Seolah melambai tapi tidak diam
Kamu yang berbisik di kala malam, dan menyisakan kekakuan
Kamu yang menyejukan
Tapi menyeimbangkan, membentuk kehati-hatian.
Kataku, kamu belum selesai, tapi kamu lumbung kehidupan,
Kataku, kamu tidak seperti lainnya. Kamu, satu dari kesekian
Membuat yang dicinta istimewa
Membuat cinta dengan makna
Kamu menginspirasiku untuk berhati-hati, untuk terus berbagi
Satu kata spiritmu, mengubah daya pikirku
Kumandangmu yang tak menggebu, kerap menyisa rindu
Tiba-tiba saja, kamu selalu hadir menjadi inspirasiku
Dalam diam, dalam doa, dalam semu, dalam kewujudan.
Nyatanya, aku tak bisa berhenti menyukaimu. Ramadanku. 

*Tati Sedfar, redaksi rahma.id, aktivis mahasiswa

Bagikan
Baca Juga  Bungkam
Post tags:
Post a Comment