f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pekerjaan rumah

Mengerjakan Pekerjaan Rumah Bukan Kewajiban Istri?

Tidak ada satu gender tertentu yang secara eksklusif bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga. Pekerjaan rumah tangga adalah tanggung jawab bersama dari seluruh anggota keluarga, termasuk suami dan istri, untuk memastikan kebersihan, keamanan, dan kesejahteraan rumah tangga. Namun, dalam praktiknya, banyak keluarga masih menganggap pekerjaan rumah tangga sebagai tugas sehari-hari bagi seorang istri. Ini bukanlah sesuatu yang harus terjadi, karena setiap anggota keluarga, termasuk suami, anak-anak, dan bahkan kerabat yang tinggal bersama. Semua harus terlibat dalam menjalankan rumah tangga.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab yang sama pentingnya dalam menjalankan kehidupan rumah tangga yang sehat dan bahagia. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh anggota keluarga bekerja sama untuk memastikan bahwa tugas-tugas rumah tangga mereka bagi secara adil dan semua orang dan semua anggota keluarga bertanggung jawab atas tugas yang telah mereka sepakati.

Kita semua tau, bahwa tugas seorang suami ialah memberikan nafkah. Hal tersebut sering dikaitkan dengan aspek finansial dan kebutuhan material dalam kehidupan sehari-hari. Seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Maka seorang istri berhak mendapatkan nafkah tersebut tanpa harus mengolah, atau mengurusnya. Nafkah bukan hanya tentang aspek kebutuhan materi saja. Tetapi ada juga nafkah rohani, yaitu kebutuhan spiritual dan emosional seseorang. Ini bisa meliputi aktivitas seperti meditasi, berdoa, membaca literatur rohani, berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, dan berinteraksi dengan orang-orang yang positif dan mendukung. Keduanya saling berkaitan dan saling memengaruhi satu sama lain. Jika kebutuhan materi tidak terpenuhi, ini bisa mempengaruhi kesejahteraan mental dan emosional seseorang. Sebaliknya, jika kebutuhan rohani tidak terpenuhi, seseorang bisa merasa hampa dan tidak puas dalam hidupnya.

Baca Juga  Kekuatan Umat Islam Sebagai Umat Moderat

Dalam perspektif Islam, pekerjaan rumah tangga juga merupakan tanggung jawab bersama dari suami dan istri. Sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an, suami dan istri merupakan pemimpin dan pelindung keluarga serta saling menyeimbangkan dalam hubungan yang harmonis. (QS. Al-Baqarah ayat 228). Bahkan Nabi Muhamad Saw. juga dikenal sebagai sosok yang aktif membantu istri dalam menjalankan pekerjaan ruma tangga. Beliau selalu membantu mencuci pakaian, membersihkan rumah, memasak, dan melakukan tugas-tugas lainnya.

Memang tidak wajib seorang istri membersihkan rumah, mencuci baju, memasak, dan lain sebaginya. Dalam Al-Qur’ an Surat An-Nisa’ ayat 34, tugas utama istri yaitu: Pertama, taat kepada Allah dengan cara menaati pada suaminya selama suaminya meminta dalam hal kebaikan. Kedua, menjaga kehormatannya saat suami tidak d irumah. Mamah Dedeh dalam ceramahnya mengatakan bahwa kewajiban istri terhadap suami adalah menaatinya dalam kebaikan dan melayaninya dalam hubungan seksual.

Adapun pekerjaan rumah tangga bukanlah kewajiban istri, melainkan tanggung jawab yang dibebankan pada suami. “Kalau istrinya itu mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga, ya boleh; kalau suaminya bisa melakukan sendiri, itu tanggung jawabnya. Kalau nggak bisa, misalnya, bisa sewakan pembantu untuk istri,” ujarnya. Meskipun perkerjaan rumah tangga bukan tugas istri tapi itu semua sebagai bentuk pengabdian, dan rasa sayang istri terhadap suami.  Tetapi tidak ada salahnya jika suami meringankan pekerjaan istri. Karena di dalam rumah tangga memerlukan cinta terhadap satu sama lain. Sehingga baiknya tidak ada kasus saling menuntut hak karena semuanya dilakukan dengan tolong menolong akibat rasa sayang.

Oleh karena itu, di dalam Islam suami harus terlibat aktif dalam menjalankan pekerjaan rumah tangga dan membantu istri dalam memenuhi tugas-tugas rumah tangga. Hal ini juga dianggap sebagai salah satu bentuk penghargaan dan perhatian suami terhadap istri dan keluarganya. Dalam Islam, menjalankan pekerjaan rumah tangga dengan baik dan membantu istri dalam tugas-tugas rumah tangga merupakan ibadah yang mendapatkan pahala dari Allah Swt. Oleh karena itu, suami diharapkan untuk aktif terlibat dalam menjalankan pekerjaan rumah tangga sebagai salah satu bentuk pengabdian pada keluarga dan Ibadah kepada Allah Swt.

Baca Juga  Figur Ideal dalam Membangun Peradaban Rumah Tangga (1)

Namun, dalam hal membagi tugas, Islam juga menekankan bahwa suami dan istri harus saling menghormati dan memahami kemampuan masing-masing. Suami dan idtri harus bersikap adil dalam membagi tugas sesuai dengan kemampuan dan peran masing-masing tanpa menimbulkan ketidakadilan atau kelebihan beban bagi salah satu pihak. Sebagai suami, anda dapat membantu dengan melakukan tugas-tugas rumah tangga, seperti mencuci piring, mencuci pakaian, memasak, membersihkan rumah, atau mengurus anak-anak. Dan juga dapat berkontribusi dalam hal perencanaan keuangan, perawatan kesehatan keluarga, serta mengelola kegiatan sehari-hari di rumah.

Kunci dalam menjalankan pekerjaan rumah tangga adalah komunikasi dan kerjasama antara suami dan istri serta anggota keluarga yang lain. Penting untuk membagi tugas secara adil dan menyesuaikan sesuai dengan kemampuan dan prefensi masing-masing anggota keluarga. Dengan demikian, pekerjaan rumah tangga dapat menjadi tanggung jawab bersama yang dapat meningkatkan keharmonisan dam kebahagiaan keluarga secara keseluruhan.

Bagikan
Post a Comment