f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

The Power of Speak

Oleh : Rosa Kusuma Azhar*

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik .. “ ( An Nahl : 125 )

Hidup di era informasi tanpa batas, komunikasi merupakan kegiatan utama yang dilakukan oleh manusia dalam sebagian besar hidupnya. Semua orang hampir dipastikan ingin berbicara menyampaikan ide dan pendapatnya pada orang lain.  Kebutuhan melakukan komunikasi berkembang dari komunikasi interpersonal menjadi komunikasi massa. Dalam melakukan komunikasi di depan publik, kemampuan berbicara menjadi salah satu soft skill yang perlu diasah dan dikembangkan.

Banyak tokoh pemimpin bangsa dan motivator terbaik yang mempunyai karakter unik serta mempunyai ciri khas masing-masing saat tampil di depan audiens. Kekuatan berbicara mereka saat berbicara di depan umum mampu mengubah suasana, meningkatkan mood, membangun atmosphere dan memberikan spirit dan energi positif. Mereka bisa dijadikan contoh atau model dalam belajar public speaking. Semua karakter dan kelebihan mereka bisa kita teladani, kita tiru dan kita modifikasi sesuai dengan karakter kita.

Bicara di Depan Umum

Berbicara di depan umum, tentu harus mempunyai seni dan menguasai teknik agar tujuan kita berbicara, dari mulai memberikan gambaran, menjelaskan, mengajak, memberi perintah bahkan memengaruhi khalayak umum bisa berkesan dan diterima. Keterampilan berbicara bukan hanya milik orator, presenter, announcer, fasilitator atau untuk profesi tertentu, karena sesungguhnya hampir setiap orang di dunia membutuhkan keahlian public speaking. Kemampuan berbicara merupakan salah satu soft skill yang akan membantu kesuksesan kita dalam karier di dunia kerja serta jaringan pertemanan.

Dalam tulisan ini saya ingin berbagi bagaimana langkah kita dalam mempersiapkan diri menjadi seorang public speaker. Menjadi seorang public speaker adalah hak milik semua orang yang bisa kita pelajari dan kita latih. Dimulai dari mengenal potensi diri serta menumbuhkan konsep diri yang positif sebagai modal awal untuk terjun dalam dunia public speaking.

Public Speaking

Kemampuan public speaking bisa jadi datang kemudian berkembang dimulai dari bakat alami yang diperoleh sejak lahir, namun kemampuan ini bisa juga kita peroleh dari latihan. Kemampuan public speaking dapat dikembangkan melalui latihan dan kemauan. Asalkan kita mau berlatih dan terus mengasah kemampuan sampai kita mendapat jam terbang hingga menjadi expert.

Untuk menjadi public speaker yang handal diperlukan latihan dan persiapan yang matang, dari mulai segi mental, penguasaan materi, teknik berbicara sampai pada penampilan yang prima. Seorang public speaker yang handal tidak hanya pandai berbicara saja, namun mampu memberi motivasi , meyakinkan dan menyampaikan pesan dengan tepat kepada audience.

Baca Juga  Sekolah Unggul Prestasi! Mari Bergabung Bersama Kami, Cetak Generasi Muda Yang Berprestasi!

Langkah Menjadi Public Speaker

  • Membangun mental yang tahan banting

Membangun kepercayaan diri, memiliki visi yang positif terhadap apa yang ingin kita sampaikan. Audience akan mampu membedakan antara pembicara yang percaya diri dan pembicara yang tidak yakin dengan apa yang dia bicarakan. Percaya diri bukanlah bakat, melainkan sikap yang terlatih.

Jika kita merasa takut, tidak usah khawatir apalagi berlebihan. Banyak orang yang mengalami hal yang sama. Jadi rasa takut yang kita alami merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Belajar lebih rileks dalam menyikapi ketakutan atau kecemasan, mencoba berdamai dengan rasa takut, dan salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan melakukannya. Kuasai diri untuk tetap fokus dan jangan biarkan rasa takut menguasai diri kita.

  • Lakukan Persiapan untuk hasil yang memukau

Dimulai dengan mengetahui siapa audiens kita, cari informasi berkaitan dengan jumlah, usia, strata pendidikan dan beberapa hal khusus yang berhubungan dengan tema dan materi sehingga kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan audiens. Usahakan untuk selalu mengosongkan gelas, memberi ruang untuk tumbuh, upgrade pengetahuan dan selalu mengasah keterampilan.

Datang lebih awal sebelum acara merupakan salah satu bekal untuk menunjang penampilan bisa berjalan dengan lancar. Sebelum acara dimulai, bisa memanfaatkan waktu untuk mengenal dan beradaptasi dengan ruangan, mempersiapkan materi dan memastikan beberapa perangkat penunjang. Selain itu bertemu dan membangun percakapan dengan penyelenggara terlebih dahulu untuk berkoordinasi, melihat siapa saja yang datang pada acara tersebut juga  akan sangat membantu kita lebih rileks. Jika ada beberapa hal yang masih kurang, kita masih punya waktu untuk mempersiapkan diri.

  • Tips dan teknik menuju sukses dalam public speaking

Mind set yang perlu ditumbuhkan dalam public speaking adalah sesuatu yang dekat dengan suasana gembira. Pembicara yang baik tidak harus brillian, pembicara yang baik yaitu yang tekun, memberikan informasi dengan hati penuh sukacita, dan selalu antusias terhadap materi yang akan disampaikan.

Baca Juga  Stop Menghujat Perempuan yang Memutuskan Childfree

Beberapa teknik dasar dalam public speaking yang harus dilatih dan dikembangkan adalah suara. Tidak perlu memiliki golden voice bagi seorang public speaker, yang terpenting adalah bagaimana mengelola suara. Kelola suara dimulai dari teknik pernafasan, cara berdiri, teknik memenggal kata, pengaturan kecepatan berbicara, penekanan, nada suara,  volume suara, artikulasi,  dan intonasi.

Suara yang bernada merupakan seni tersendiri yang membuat asyik bagi pendengarnya atau audiens. Karakter dan kualitas suara yang baik akan menyenangkan pendengar, dinamis, serta memberikan impresi. Jangan lupa menyisipkan senyum disaat kita berbicara, smile voice menghasilkan suara menjadi lebih ringan dan renyah.

Perkuat suara dengan ekspresi dan bahasa tubuh, ekspresi dan bahasa tubuh membantu suara penuh daya, kaya akan nuansa. Kesatuan ini bisa dilatih secara natural, mengalir wajar dan tidak dibuat-buat.

Pembukaan dan Penutup Kunci Keberhasilan

Dalam proses public speaking, pembukaan dan penutup merupakan kunci keberhasilan. Pembukaan yang menarik akan mampu memengaruhi dan mencuri perhatian audien serta  memancing keingintahuan audiens. Selama proses berbicara yang cukup panjang sisipkan punch line atau joke ringan sehingga audien tetap betah menyimak apa yang disampaikan, lebih santai dan tidak kaku. Untuk menghindari kebosanan, libatkan audiens selama pembicaraan berlangsung sehingga komunikasi lebih interaktif dan tidak satu arah.

Untuk akhir yang memukau, penutup bisa diperkuat dengan konten. Tidak hanya sekedar mengucapkan sekian dan terimakasih, bisa dengan menyampaikan quote yang mudah diingat dan sesuai dengan materi yang disampaikan, atau dengan pertanyaan retoris yang bermakna dan memancing audien untuk mencari jawabannya sendiri.

Hasil penelitian seorang profesor dari university of California, Albert Mehrabian, mengungkapkan bahwa audiens membentuk persepsinya terhadap seorang pembicara melalui tiga aspek, antara lain : (1) Verbal – pesan yang disampaikan (7%), (2) Vokal – pesan itu dibunyikan (38%), (3) Visual – penampilan pembicara (55%).

Baca Juga  Ada Apa dengan Tayangan Televisi di Indonesia?

Melihat visual sebanyak 55%, artinya penampilan menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan. Pilih pakaian yang sesuai dengan acara, tepat untuk situasi dan juga tempatnya, nyaman dipakai dan tetap menjadi diri kita sendiri karena pakaian dapat menjadi salah satu citra diri kita.

Selamat Berlatih, stage is yours …. Happily Started and Well Ended

*Penulis adalah TV Host (TVRI) dan MC

Bagikan
Post a Comment