Strategi Perbankan Syariah di Era New Normal
Saat ini kita sedang berada pada fase new normal, setelah adanya pandemi global virus corona yang bermula berasal dari negara China sejak akhir tahun 2019. Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi.
Dalam keadaan krisis, sering kali perusahaan kehilangan fokus dalam menjalankan strateginya. Hal ini karena permasalahan manajemen bisnis atau mulai pudarnya rasa kepercayaan diri terhadap deferensiasi yang dimiliki. Perusahaan yang masih memiliki efisiensi biaya paling tinggi atau perusahaan yang memiliki deferensiasi yang unik maka akan memiliki keunggulan dalam melewati krisis.
Bank syariah yang dalam operasionalnya mengharamkan bunga (riba) dan mengantinya dengan sistem bagi hasil, besaran rasio bagi hasil ditentukan di awal akad dan akan dijalankan hingga akad selesai, berbeda dengan bank konvensional dimana suku bunga di bank konvensional bisa berubah – ubah sesuai suku bunga Bank Indonesia.
Sistem bagi hasil inilah yang menjadi pembeda sekaligus diperkirakan dapat menjadi keunggulan dibandingkan dengan bank konvensional. Sebab, dengan adanya sistem bagi hasil kondisi keuangan bank syariah akan lebih elastis karena tidak bergantung pada bunga.
Strategi Bank Syariah
Untuk menghadapi masa transisi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar menuju tatanan new normal, Bank Syariah berusaha ikut andil dalam pemulihan Ekonomi di Indonesia melalui berbagai strategi.
Bapak Indra Falatehan selaku Direktur Utama PT BJB Syariah mengatakan ada beberapa strategi yang mampu dilakukan oleh Perbankan dalam menghadapi new normal, adapun strategi yang dilakukan Perbankan dalam menghadapi new normal yaitu
Pertama, melakukan mitigasi resiko
Yaitu salah satunya adalah dengan merestrukturisasi pembiayaan. Karena pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor riil dipastikan akan mengganggu kemampuan bayar debitur. Bank akan melakukan pemetaan, mana debitur yang layak diberikan restrukturisasi dan mana yang tidak. Namun, pemberian restrukturisasi ini akan menekan pendapatan bank. Di samping itu, bank juga dihadapkan pada risiko likuiditas yang berpotensi mengetat karena pemberian restrukturisasi.
Kedua, fokus pada industri yang masih memiliki prospek
Cara yang dilakukan adalah dengan memilih sektor usaha yang eksis dan berkembang di masa pandemi ini, misalnya IT.
Ketiga, Digital Banking
Di masa pandemi, peran digital menjadi sangat penting. 80% orang memilih mengakses informasi melalui digital , serta perubahan kebiasaan lainnya. Konversi layanan dan produk melalui layanan digital. Bahkan ini menjadi momentum percepatan digital banking. Beberapa bank syariah sudah melakukan inovasi digital dengan fitur yang beragam antara lain : Mandiri Syariah Mobile, BTN 5 Mobile Banking, BNI Syariah Mobile, Mobile BRIS, BSB (Bank Syariah Bukopin) Mobile, Mobile banking Muamalat.
Keempat, melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM
Hal ini bisa dilakukan dengan membantu mendigitalisasi segmen usaha agar dapat tetap hidup melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
Kelima, melakukan aktivitas marketing
Caranya adalah dengan mengoptimalkan platform digital secara soft selling.
Keenam, menerapkan agile leadership pada perusahaan
Strategi yang Dilakukan Perbankan Syariah di Era New Normal
- Deffensive Strategy, yaitu menjaga kualitas pembiayaan melalui 3R (Rescheduling, Reconditioning, dan Restructuring) nasabah yang terdampak Covid-19 serta meningkatkan booking pembiayaan melalui top up pembiayaan nasabah dengan riwayat baik.
- Offensive Strategy, yaitu mencari nasabah – nasabah baru melalui:
- Transformasi Digital, mengubah mobile banking supaya lebih adaktif lagi agar dapat memenuhi kebutuhan nasabah
- Penawaran Produk SCF kepada rumah sakit, klinik, nasabah – nasabah yang baru.
- Menawarkan pembiayaan terhadap sektor usaha yang tidak terdampak Covid-19
- Optimalisasi website dan Media Sosial untuk menggait nasabah – nasabah baru.
Selain strategi yang dilakukan bank syariah dalam menghadapi new normal, Bank syariah juga menerapkan protokol kesehatan saat melakukan kegiatan operasional.
- Pemeriksaan suhu tubuh untuk karyawan dan nasabah yang masuk gedung
- Penjagaan jaga disetiap tempat fasilitas umum.
- Diwajibkan mencuci tangan dengan handsainitizer sebelum masuk ruangan
- Pembersihan ruang kerja dilakukan setiap hari menggunakan desinfektan
- Informasi tata laksana new normal disetiap meja
- Penggunaan partisi akrilik saat bertransaksi dengan nasabah
Mahasiswa Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UINSU
