f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
haid

Solusi Haji Muslimah

Haji adalah salah satu ibadah istimewa dalam agama Islam yang hanya wajib melakukannya sekali seumur hidup bagi yang mampu. Pelaksanaan ibadah haji merupakan kegiatan yang cukup komperehensif mulai dari pendaftaran, bimbingan manasik, pemberangkatan hingga kepulangan yang harus dipersiapkan secara matang; agar terlaksananya rangkaian ibadah haji yang sempurna sesuai ketentuan syariat serta mencetak jemaah haji mabrur.

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peminat terbesar untuk menunaikan haji. Data kementrian agama, bahwa kuota haji indonesia tahun 2020 mencapai 221.000 slot, yang terbagi atas 203.320 kuota haji reguler (92%) dan 17.680 kuota haji khusus (8%).

Keamanan yang Terjamin

Jumhur ulama (empat madzhab) sepakat bahwa hukum melaksanakan haji bagi perempuan harus dengan mahram. Hal ini juga diatur  dalam keputusan alim ulama tanggal 17-19 Maret 1975 tentang mahram bagi jemaah perempuan. Ada juga  sebagian pendapat yang membolehkan untuk pergi sendiri dengan ketentuan jika sudah mendapatkan izin dari suaminya dan adanya keamanan yang terjamin (kemudahan teknologi zaman modern seperti adanya transportasi, media komunikasi dan sebagainya).

Pada dasarnya kewajiban menunaikan haji bagi perempuan dan pria sama, hanya saja ada satu syarat yaitu wajib adanya mahram dan beberapa hal khusus yang berhubungan dengan pelaksanaan haji dan umrah yangberhubungan dengan sifat khusus keperempuanan lainnya. Salah satu keistimewaannya mengalami haid.

Saat mengalami masa haid, perempuan tidak diperkenankan melakukan berbagai macam ibadah seperti halnya sholat, membaca al-qur’an, puasa, serta menunaikan haji. Kurun waktu haid pada perempuan normal biasanya 3-8 hari dan siklusnya terjadi selang 21-40 hari. Sedangkan lama pelaksanaan rangkaian ibadah haji kurang lebih 40 hari. Lantas bagaimana perempuan dapat menunaikan haji secara sempurna tanpa terbebani oleh keistimewaan yang dimilikinya?

Baca Juga  Ini Syarat Hutang Puasa yang Bisa Dibayar dengan Fidyah!

Berdasarkan hadist riwayat Bukhari dan Muslim dari Asma Binti Abu Bakar saat ditanya oleh Abdullah. Asma menjawab, yang artinya: Wahai anakku, Rasulullah SAW. telah memberi izin bagi perempuan yang mengalami kesultan bepergian (untuk berangkat lebih cepat) (HR. Bukhari dan Muslim). Dalil ini diperkenankan bagi jemaah perempuan untuk menyegerakan thawaf ifadahnya apabila merasa khawatir akan datangnya masa haid. Sebab thawaf ifadah merupakan thawaf  sadr (inti) yang apabila tidak dikerjakan berakibat ibadah hajinya tidak sah atau batal.

***

Jika dalam masa haid, jemaah perempuan boleh berniat ihram haji atau umrah. Cara mandi terlebih dahulu, memakai pakaian ihram kemudian niat umrah bagi yang haji tamattu’, atau niat haji bagi yang haji ifrad, atau niat haji dan umrah bagi yang haji qiran. Setelah berniat dapat melakukan serangkaian manasik, kecuali thawaf ifadah.

Adapun solusi agar jemaah perempuan dapat melaksanakan thawaf ifadah menurut para ulama, di antaranya:

  1. Berusaha pindah kloter/rombongan yang kepulangannya masih cukup waktu, sehingga dapat menunggu sampai keadaan suci dan dapat melaksanakan thawaf ifadah.
  2. Apabila kepulangan ke tanah air tidak bisa ditunda dan tidak bisa pindah kloter atau rombongan, maka bersegeralah mandi (bersuci) lalu membalut kemaluannya kemudian berangkat ke Masjidil Haram melakukan thawaf ifadah. Ssekaliapun setelah selesai thawaf darah haid keluar lagi, selanjutnya sa’i dan tahallul. Pendapat kedua ini, para ulama berbeda pendapat.
***

Perkembangan teknologi yang semakin canggih ini menemukan banyak inovasi dari berbagai masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Tak terkecuali dalam bidang ibadah haji. Untuk memudahkan jemaah perempuan menunaikan serangkaian ibadah haji secara sempurna dengan waktu sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah; maka ditemukan obat alternatif penahan haid. Berdasarkan hukum syara’ memperbolehkan perempuan menggunakan obat untuk menahan atau menghambat keluarnya haid terkait pelaksanaan tawaf ifadah. Tentu dengan atas pengawasan atau selalu berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga  Apakah Interior Wayang Hukumnya Haram?

Menurut Fatwa MUI tanggal 12 Januari 1979 memperbolehkan penggunaan pil anti haid dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Penggunaan pil anti haid untuk kesempatan ibadah haji hukumnya mubah.
  2. Penggunaan pil anti haid dengan maksud agar dapat mencukupi puasa ramadan sebulan penuh, hukumnya makruh. Tetapi  bagi perempuan yang sukar mengqadha’ pada hari lain, hukumnya mubah.
  3. Penggunaan pil anti haid  selain dari dua hal tersebut di atas, hukumnya tergantung pada niatnya. apabila untuk perbuatan menjurus kepada pelanggaran hukum agama, hukumnya haram.

Dengan demikian, penawaran berbagai solusi di atas sejatinya merupakan bentuk keringanan (rukhsah) bagi jemaah perempuan agar dapat melaksanakan serangkaian haji lebih khusyu’ sesuai ketentuan syariat Islam.

Bagikan
Post a Comment