f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
sekolah

Slogan 4 Sehat 5 Sempurna Sudah Kadaluwarsa, Ganti dengan “Gizi Seimbang”

♫♪4 Sehat 5 Sempurna tuk masa depan kita, Nasi sayur lauk dan buah kalau dapat ditambah susu♫♪. Di era 80-90-an lagu tersebut sangat familiar di telinga kita; dan hebatnya sampai sekarang istilah tersebut masih melekat dalam menggambarkan tentang makanan bergizi.

Empat Sehat Lima Sempurna merupakan konsep sederhana berupa pengelompokan bahan makanan kedalam 4 kelompok plus 5 susu. Padahal sejak tahun 2014 telah terbit Peraturan Menteri Kesehatan mengenai Pedoman Gizi Seimbang; yang disusun dengan menyesuaikan perkembangan pola penyakit pada saat ini.

****

Prinsip gizi seimbang sendiri terdiri atas empat pilar; yang pada dasarnya merupakan rangkaian upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk serta menjaga pola hidup sehat.

Coba kita lihat lingkungan keluarga, teman atau tetangga kita. Berapa banyak yang menderita Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, penyakit jantung dan kanker paru. Tentu kita segera menyadari bahwa penderita penyakit tersebut makin hari makin banyak.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan telah terjadi peningkatan kehilangan harapan hidup produktif karena Penyakit Tidak Menular (PTM) sebesar 69,9% pada tahun 2017 dari sebelumnya tahun 1990 sebesar 39,8%.

Mengapa PTM yang harus kita tekankan di sini, hal ini karena faktor-faktor resikonya dapat kita kendalikan asalkan kita melakukan prinsip-prinsip gizi seimbang.

Faktor utama resiko penyakit tidak menular di antaranya tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, obesitas, dislipidemia, merokok, kurangnya aktifitas fisik serta konsumsi alkohol. Penyebab utama resiko-resiko tersebut adalah tidak seimbangnya asupan zat gizi yang masuk dan penggunaannya untuk aktifitas sehari-hari serta aktifitas merokok dan kebiasaan hidup tidak sehat lainnya. 

****

Keempat pilar gizi seimbang yaitu pilar yang pertama adalah mengkonsumsi aneka ragam pangan. Perlu digarisbawahi bahwa tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu perlu keanekaragaman jenis pangan dengan proporsi seimbang, jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan mengonsumsinya secara teratur.

Baca Juga  Plastik, Bom Waktu Sebuah Kepraktisan

Proporsi makan sehari-hari sebaiknya terdiri dari makanan pokok yang merupakan sumber karbohidrat yang dapat berupa nasi, jagung, kentang dan umbi-umbian. Lauk pauk sebagai sumber protein dan mineral berupa lauk hewani seperti daging, ikan, ayam, susu dan telur, lauk nabati berupa tahu, tempe dan kacang-kacangan.

Susu dalam slogan 4 sehat 5 sempurna menjadi “makanan dewa” karena sangat diagungkan; namun dalam prinsip gizi seimbang susu tergolong sebagai sumber protein hewani.

Kelompok sayur dan buah merupakan sumber vitamin, tubuh juga sangat membutuhkan mineral dan serat. Jangan lupa minum air putih 8 gelas sehari. Pemakaian gula, garam dan lemak sehari-hari juga sangat penting untuk dibatasi, karena bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit tidak menular.

Selanjutnya adalah membiasakan perilaku hidup bersih.  Penyakit infeksi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi status gizi seseorang secara langsung dan budaya perilaku hidup bersih akan menghindarkan seseorang dari keterpaparan terhadap sumber infeksi.

Untuk mencegah infeksi kuman secara langsung dan tidak langsung; maka kita hendaknya lebih sering untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Cuci tangan setelah kita melakukan kegiatan terutama dari luar rumah; sebelum makan atau menyiapkan makanan dan setelah bersin atau batuk.

Sebagai contoh jika kita baru bepergian ke luar rumah dan mendatangi tempat-tempat umum yang didatangi banyak orang, apalagi di era pandemi Covid-19 saat ini. Kemudian kita pulang ke rumah, tidakkah kita khawatir bahwa kita membawa virus-virus yang bisa saja masuk ke dalam tubuh kita atau terhirup oleh keluarga kita jika kita tidak langsung cuci tangan dengan sabun, segera mandi dan berganti pakaian bersih.

****

Pilar ketiga adalah melakukan aktifitas fisik. Aktifitas fisik merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi utamanya sumber energi dalam tubuh.

Baca Juga  Kalau Jorok, Siapa yang Mau Beli?

Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan sistem metabolisme tubuh dan produksi antibodi sehingga dapat melindungi tubuh kita dari paparan kuman penyakit. Lakukan olahraga/ aktifitas fisik sekurang-kurangnya 30 menit secara rutin, beristirahat yang cukup dan hindari stress.

 Selain itu perubahan gaya hidup kita juga sangat penting seperti hindari rokok dan minuman yang beralkohol. Karena kebiasaan tersebut bisa merusak tubuh kita sendiri.

Pilar keempat adalah memantau Berat Badan secara teratur. Penting sekali untuk selalu memantau berat badan kita agar selalu berada di kisaran angka normal. Berat badan yang normal setidaknya dapat menjadi penangkal faktor resiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi dan potensi penyakit degeneratif lainnya.

 Berat badan normal itu apabila angka Indek Massa Tubuhnya (IMT) ada pada kisaran 18,5–25. Bagaimana cara menghitung IMT yaitu dengan membagi Berat Badan dalam satuan kilogram dengan Tinggi Badan kali Tinggi Badan dalam satuan meter.

Kita bisa memantau berat badan sendiri di rumah untuk disesuaikan dalam porsi makan kita sehari-hari. Jika IMT kita berlebih, kurangi asupan makanan namun tetap dengan proporsi lengkap berupa makanan pokok, lauk pauk dan sayur.

Mengapa ini penting? Karena tubuh kita membutuhkan semua komposisi yang ada pada makanan tersebut. Seperti penjelasan di atas bahwa tidak ada satu bahan makanan yang memiliki zat gizi yang lengkap.

****

Demikian tadi adalah uraian tentang pilar-pilar gizi seimbang sebagai pedoman untuk menjaga makanan kita serta gaya hidup kita.

Jika perlu, konsumsi suplemen multivitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Suplemen  multivitamin diperlukan  jika kecukupan dari asupan makanan dirasa kurang seperti Vitamin A, B, C, E, B6, Asam Folat, Selenium, Zat Besi Zink dan lain sebagainya.

Baca Juga  Menantang Diri untuk Olahraga Pagi Hari, Saat Puasa Ramadan

Vitamin dan mineral tersebut dibutuhkan untuk pembentukan antibodi dan sebagai antioksidan. Daging, ayam, telur, susu, keju,  makanan laut, sayuran dan buah-buahan berwarna hijau, merah, orange serta makanan bersumber dari kacang-kacangan memiliki kandungan vitamin dan mineral tersebut.

Jadi untuk menjaga kesehatan tubuh, konsumsi beraneka ragam makanan yang cukup sesuai kebutuhan tubuh kita. Makanan bergizi tidak harus makanan mahal seperti daging, tempe, tahu, susu kedelai juga sumber protein yang bagus dan harganya terjangkau. Serta selalu terapkan prinsip-prinsip gizi seimbang.

Bagikan
Post a Comment