f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
jorok

Kalau Jorok, Siapa yang Mau Beli?

Akhir-akhir ini banyak sekali kita jumpai warung makan yang mulai berkembang seperti halnya warung tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan ke “estetik” an yang menjadi warung tersebut semakin diminati untuk dikunjungi oleh generasi-generasi milenial. Namun, di samping itu ada juga warung yang dilihat biasa saja. Bukan masalah tempatnya yang kurang menarik tetapi karena warung tersebut tidak menjaga kebersihannya dan masalah inilah yang menjadi sorotan warga sekitar.

Padahal makanan itu suatu kebutuhan yang pokok bagi semua orang dan setiap hari kita mengonsumsinya. Maka dari itu penting sekali untuk kita selalu menjaga kebersihan dan higienisnya makanan karena makanan bisa jadi media bagi virus dan bakteri untuk berkembang.

***

Apa masih banyak pedagang kaya gitu? Pertanyaan yang tidak usah ditanyakan lagi, mengingat masih banyak di Indonesia pedagang yang seperti ini. Seperti halnya yang terjadi pada tetangga saya.

Jorok? Iya, jorok adalah kalimat yang pantas untuk menyebut pedagang Soto L itu. Saat ini masih banyak pedagang yang tidak menjaga kebersihannya, terutama pedagang makanan. Saya masih ingat kata seorang tetangga saya “Selama dia berjualan aku belum pernah sekalipun membeli sotonya”. Yang jelas saya menebak karena dia pasti sudah pernah melihat kondisi rumah pedagang soto itu dan saya pun juga merasakan hal yang sama ketika melihat kondisi rumahnya, rasanya tidak tertarik untuk membeli makanan di warungnya.

Nduk, kok nek aku lewat omah e mambune raenak ya,” ujar ibuku yang syok saat lewat di depan rumahnya dan ternyata ada “kotoran kucing” yang berceceran di teras pedagang itu. Semua orang jika melihat kondisi rumahnya pasti tidak akan mau membeli soto miliknya. Mengapa? Rumahnya yang penuh kucing yang tidak terawat, kotoran kucing yang berceceran, kondisi rumah yang sangat kotor “kemproh”.  

Baca Juga  Pasangan Ideal : Pilihlah yang Sehat !

Saya sendiri pernah melihat ketika sedang memasak, dia menggendong kucing setelah itu mengaduk sotonya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Serta lap untuk membersihkan meja saja berwarna abu-abu alias buluk, “Nyuci lap Bu?” sambil aku melihat lap setumpuk gunung yang sudah dicuci. “Hoo, seminggu lagi sempat nyuci iki mau” aku mulai membayangkan jika lap tersebut sudah sangat bau karena sudah seminggu dibiarkan kotor begitu saja, pantas saja warungnya sepi pembeli.’

***

Lalu bagaimana jika ada pembeli yang tidak mengetahui kondisi rumahnya? Sebenarnya buka kah kebersihan itu modal dasar utama bagi semua orang untuk menjadi pedagang. Jika Jepang, Singapura, dan Korea saja bisa dinilai bersih dari makanannya kenapa Indonesia tidak?

Kita coba melihat ke pedagang lain yang warungnya selalu ramai dikunjungi pembeli, warungnya sangat bersih, tidak ada satu pun lalat yang hinggap di warungnya. Bersih itu relatif, tapi bisa dikatakan bersih itu seperti apa sih?

Kebersihan itu menjadi tolak ukur pembeli untuk mampir ke warungnya, jika warung dalam kondisi bersih, maka pembeli juga akan merasa nyaman saat berkunjung. Selain itu, kesan pertama pembeli itulah yang membuat pembeli yakin dan tertarik untuk datang lagi apalagi ditambah jika rasa makanan yang enak, sudah pasti warung itu akan ramai pembeli.

Ketika kita ingin membeli makanan sudah pasti yang dilihat adalah kebersihan warungnya, dari situ kita tahu bahwa ternyata warung ini layak untuk menjual makanan. Jika dari awal saja sudah tidak meyakinkan, mau mampir untuk membeli saja rasanya “aras-arasen” kalo orang Jawa bilang.

***

Dalam Islam kita familiar dengan kalimat “Kebersihan adalah sebagian dari iman”; dari situ sudah jelas bahwa setiap orang wajib untuk menjaga kebersihan dalam hal apa pun. Kok masih ada ya pedagang yang kaya gitu? Mau sotonya laris tapi kok nggak mau mengubah cara kerjanya. Memang cari uang pada zaman sekarang itu mudah kalau kita mau mengeluarkan effort untuk usaha yang kita bikin tetapi kalau jualan saja dari awal sudah menyepelekan mana bisa untuk mencapai kata sukses.

Baca Juga  Tips Sehat dengan Mengenal Jam Kerja Organ Tubuh

Sekarang kebiasaan buruk sudah menjadi hal yang wajar di lingkungan sekitar kita. Anehnya, sebagian orang juga masih tetap membeli makanan yang sudah jelas terlihat tidak higienis dan lingkungannya jorok. Terus apa yang membuat mereka datang kembali untuk membeli? Apa karena murah? Hahaha, membeli makanan kok cuma melihat harganya murah atau mahal, harga murah tapi sampai rumah perut mules ya jangan mengeluh upsss.

Pedagang saat ini hanya memikirkan bagaimana cara untuk mejual makanan dengan cepat dan instan; lalu menghasilkan uang dengan mendapat banyak untung tanpa memikirkan standar kebersihan makanan yang seharusnya terpenuhi. Padahal, hal itu penting sekali untuk kita apalagi jika itu menjadi pekerjaan utama yang nantinya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ingin rejeki lancar dengan kerja seenaknya ya mana bisa? Eitsss ubah dulu standar kebersihanmu dangan jangan jorok

Bagikan
Post a Comment