f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
komunikasi

Seni Menguatkan Pondasi Keluarga Melalui Komunikasi

“Sayang, jangan lupa makan, ya.” Isi pesan komunikasi tersebut tidak sengaja terbaca oleh seorang teman dan ia pun tidak segan mengomentari, “Haduh udah bertaun-tahun menikah makan aja masih kayak begitu? Lebay deh”. Cuma senyuman yang aku lemparkan sambil merekonstruksi pikiranku tentang di mana keanehan isi pesan tersebut.

Seberapa pentingkah komunikasi pada pasangan? Pada dasarnya komunikasi adalah hal yang sangat vital yang penting antar manusia sebagai bentuk kebutuhan dari makhluk sosial. Terutama bagi suatu pasangan, komunikasi yang baik merupakan kunci utama menciptakan keluarga yang harmonis. Hanya dengan komunikasi yang baik, kita bisa mengetahui keadaan pasangan kita, bisa mengenali pasangan kita lebih jauh, apa yang ia sukai dan tidak. Karena membuat pasangan nyaman dan bahagia merupakan suatu perwujudan cinta.

Melalui komunikasi jugalah kepercayaan bisa terbentuk. Keterbukaan. Dengan kita terbuka, menceritakan apa yang ada dalam hati dan pikiran kita, menyampaikannya dengan baik, merupakan upaya menyirami kepercayaan yang kita tanam pada pasangan kita. Apabila sepasang kekasih bisa saling percaya, saling jujur, tidak saling curiga, merasa mendapat perhatian maka satu sama lain akan merasa nyaman dan menyenangkan menjalani kehidupan berumah tangga.

***

Cara berkomunikasi tidak selalu dengan ‘mengobrol’. Komunikasi terbagi menjadi tiga bentuk. Pertama dengan lisan atau yang lebih kita kenal dengan ‘mengobrol’ baik secara langsung maupun lewat telepon. Dengan berbicara atau berbincang dengan pasangan dapat menambah keakraban kita. Sama seperti dengan teman kerja atua teman yang baru kenal. Karena sering bercakap-cakap kita akan menjadi semakin mengenal dan semakin dekat. Kita pun akan mengetahui apakah teman kita ini cocok dengan kita atau tidak, kita merasa nyaman atau tidak lewat percakapan yang tercipta.

Baca Juga  Sosiologi Sebagai Ajang Pemilihan Pasangan Ideal

Bedanya, perbincangan dengan pasangan bukan untuk mencari tahu apakah kita cocok atau tidak dengan pasangan kita. Melainkan untuk lebih mengenal dan berusaha mencocokkan diri kita jika ada yang kurang cocok. Karena pada dasarnya hidup berpasangan bukan tentang selalu klik pada pasangan. Tapi pasangan tersebutlah yang menciptakan kecocokan tersebut dengan saling menyesuaikan.

Kemudian komunikasi tertulis, melalui surat, memo atau kartu ucapan dan tentu yang paling akrab di era digital ini adalah berkirim pesan singkat menggunakan media sosial. Mungkin bertukar kabar melalui surat sudah sangat jarang kita temui di abad 21 ini, namun mengirim kartu atau meninggalkan memo masih akrab bagi kita. Terkadang hanya dengan menuliskan memo yang manis pada bekal sarapan suami, bisa menjadi mood booster dalam menjalani harinya.

***

Hampir semua orang melakukan bertukar pesan singkat melalui sosial media. Banyak aplikasi penyedia atau sebagai perantara alat bertukar kabar secara gratis, sehingga semakin memudahkan kita mengetahui keadaan atau menunjukkan perhatian kita pada pasangan kita kapanpun dan di manapun.

Yang ketiga, dalam bentuk fisik – sentuhan atau perbuatan. Hal ini juga masuk sebagai bentuk komunikasi. Misalnya seorang suami yang tidak pandai merangkai kata-kata romantis, ia menunjukkan rasa cinta pada istrinya dengan memeluk, mengirim bunga, bahkan membantu mengerjakan pekerjaan rumah.

Contoh lain seorang istri dengan senang hati menuangkan minuman ke gelas suaminya meskipun suaminya bisa melakukan sendiri. Sang istri ingin menunjukkan perhatian dan penghormatan pada suaminya. Hal-hal yang menurut kita sepele dapat memiliki makna yang dalam bagi orang lain yang menerima perlakuan tersebut.

***

Dalam cara berkomunikasi pun kita juga perlu membuat kesepakatan pada pasangan kita. Kesepakatan dalam hal komunikasi seperti apa yang membuat nyaman atau membuat kurang nyaman pasangan kita. Karena bisa jadi yang menurut kita menyenangkan, pasangan mengalami sebaliknya.

Baca Juga  Upaya Pembentukan Keluarga Sakinah Perspektif Islam

Dalam hal ini toleransi, pemakluman dan memahami karakter serta kesibukan pasangan kita sangat penting. Misalnya seorang suami yang merasa kesal jika istrinya menelepon ketika jam kerja. Suami tersebut bisa menyampaikannya secara baik-baik kepada sang istri bahwa hal tersebut mengganggu pekerjaannya. Sebaliknya sang istri juga perlu mendengarkan, menerima dan juga bisa menyampaikan apa yang ia rasakan. Berdiskusi seperti ini merupakan suatu bentuk komunikasi yang wajar dilakukan oleh sepasang kekasih demi mencapai mufakat.

Tentu selalu ada konsekuensi yang harus diberi dan diterima bila kita tidak sependapat dengan pasangan kita dan mengambil jalan tengahnya.

***

Lalu bagaimana menanggapi stigma masyarakat atau teman yang menganggap perhatian yang kita berikan berlebihan seperti pada kasus di awal tulisan ini? Membiarkan saja dan tetap berpikiran positif. Yang menjalani hubungan ini ada kita dan pasangan kita, yang tahu mana baik dan tidak adalah kita sendiri. Jika kita ragu pada sikap kita sendiri, kembali ke kunci dari keharmonisan hubungan yaitu membicarakan semuanya.

Last but not least, tidak bisa kita pungkiri bahwa komunikasi yang baik dengan pasangan adalah merupakan pondasi kekokohan rumah tangga. Saling mengerti, memahami, memaklumi adalah cara membahagiakan pasangan kita. Semua itu dapat kita ketahui hanya dengan satu jalan yaitu menjalin komunikasi yang baik, jelas jujur dan terbuka. Karena pada hakikatnya semua manusia ingin hidup bahagia bersama orang yang dicintainya.

Apabila kita belum mencintai pasangan kita, mungkin karena perjodohan atau hal lainnya, berkenalan adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh. Dan tentu saja dalam keberhasilan sebuah hubungan dibutuhkan dua orang yang sama-sama berusaha untuk mewujudkan visi dan misi yang sudah disepakati.

Bagikan
Post a Comment