Menuntut ilmu di sekolah merupakan kegiatan untuk menambah wawasan, pengalaman serta teman bukan hanya penilaian. Namun, persepsi sekolah seringkali melenceng dari jalan tersebut.
Terkadang seseorang sekolah hanya karena menginginkan ijazah bukan murni untuk mengambil ilmunya. Sebenarnya, hal tersebut sudah sering terjadi saat ini karena adanya anggapan jika seseorang tidak memiliki ijazah maka masa depannya tidak jelas.
Stigma yang kurang tepat tentang sekolah dapat membawa dampak negatif dalam masyarakat luas. Mereka mungkin akan menghalalkan segala cara agar memiliki nilai yang bagus meskipun dengan cara yang menyimpang dari ajaran agama. Contoh yang sering kita temui seperti mencontek ataupun membeli kunci jawaban ujian. Hal tersebut dapat membuat siswa menjadi tidak percaya akan kemampuan diri karena terbiasa melihat jawaban orang lain.
Sebagai orang tua memang menginginkan jika anaknya memiliki nilai yang memuaskan serta prestasi yang membanggakan. Namun, bukan berarti menekan anaknya untuk selalu mendapatkan nilai yang memuaskan di setiap mata pelajaran. Setiap anak itu memiliki kemampuan masing – masing. Contohnya saja kita dapat melihat dari kemampuan ikan yang hanya bisa berenang tetapi tak bisa berlari dan kelinci yang bisa berlari tetapi tidak bisa berenang.
Allah Swt. menganugerahi manusia dengan segala kemampuannya masing – masing. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda – beda sehingga kehidupan kita pun tidak monokrom. Kita bisa bayangkan betapa monokromnya kehidupan kita jika semua orang bisa menempati peringkat 1, mungkin tidak akan ada persaingan hidup.
Esensi Sekolah Itu Apa Sih?
Seringkali saya menanyakan untuk apasih sekolah? Kok sepertinya dari SD-SMA saya cuma mengejar nilai. Saat saya memasuki bangku perkuliahan akhirnya saya menyadari jika ternyata selama ini saya salah dalam memaknai jika sekolah itu hanya sekedar mendapatkan nilai memuaskan, mendapat pujian dan berakhir dengan kelulusan. Sebenarnya saat kita bersekolah baik di bangku TK hingga kuliah memiliki esensi yang bukan hanya mengarah pada nilai atau prestasi siswa tetapi juga mengarah pada pembentukan sikap mental siswa.
Saat kita belajar di taman kanak-kanak sebenarnya kita sudah diajarkan berbagai macam kegiatan untuk menumbuhkan kemampuan motorik sehingga siap memasuki jenjang yang lebih tinggi yaitu SD. Memasuki SD kita mulai diajarkan untuk tanggung jawab terhadap pekerjaan rumah yang diberikan kepada kita dan mulai memiliki jadwal mata pelajaran, hal tersebut dapat melatih sikap kedisiplinan kita.
Saat memasuki bangku SMP di mana seorang siswa sedang dalam masa pubertas diajarkan untuk lebih peduli akan dirinya dan orang di sekitarnya. Pada saat memasuki bangku SMA kita diajarkan untuk mulai bisa mengantur waktu dan menyiapkan masa depan. Selanjutnya, saat memasuki bangku perkuliahan, kita diajarkan untuk bisa berpikir secara logis, kritis serta realistis.
Sebagian orang mungkin tidak menyadarinya bahkan saya pun baru menyadari setelah memasuki bangku perkuliahan. Sikap mental yang dibentuk saat bersekolah akan membawa dampak besar dalam perilaku seseorang kedepannya.
Kita itu makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, kita memerlukan relasi. Relasi tersebut dapat kita dapatkan salah satunya dari bersekolah. Saat bersekolah mulailah belajar bergaul dengan orang lain jangan terlalu sering menyendiri.
Perlukah Berambisi Besar Saat Bersekolah?
Ambisi dalam mengejar prestasi tanpa emosi itu perlu. Kita sebagai siswa harapannya memiliki semangat dalam menggapai nilai-nilai yang menunjang prestasi. Ambisi itu bagus tetapi, jika berlebihan tidak baik bagi diri sendiri dan orang lain.
Ambisi saat bersekolah pun harus dalam ranah yang positif tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku. Di masa depan mungkin nilai – nilai bagus yang kita raih saat masih bersekolah akan tidak berarti jika kita memiliki sikap yang buruk. Oleh karena itu, saat bersekolah jangan lupa berambisi untuk menjadi pribadi yang baik di samping mendapatkan ijazah yang memuaskan.
Ambisius dalam menggapai sesuatu seringkali harus didukung dengan lingkungan yang positif baik dari sahabat, masyarakat, serta keluarga terdekat. Oleh karena itu, apabila orang terdekat kita sedang ambisius dalam mencapai sesuatu jangan lupa memberi dukungan. Namun, apabila keambisiusan tersebut sudah melampaui batas kewajaran jangan segan – segan untuk menghentikannya.
Peran Orang Tua dalam Memaknai Sekolah
Tidak bisa kita pungkiri orang tua memiliki peran dalam memaknai sekolah bagi anaknya. Sebagai orang tua yang bijak mungkin bukan hanya memaknai jika sekolah itu tempat penghasil ijazah semata. Mereka akan memakanai sekolah sebagai tempat untuk manambah ilmu serta menghasilkan sikap yang baik.
Orang tua yang memaknai jika sekolah bukan hanya tentang nilai mungkin tidak akan memarahi anaknya jika gagal di suatu mata pelajaran bukan karena anak tersebut tidak berusaha tetapi, di luar kemampuan anaknya. Secepatnya mereka akan melakukan evaluasi dan memberikan semangat untuk anaknya agar kembali bangkit.
Menjadi Siswa yang Cerdas baik Pikiran maupun Tindakan
Menjadi siswa yang cerdas baik pikiran maupun tindakan dapat kita lakukan ketika memiliki semangat dalam menuntut ilmu di sekolah. Hal tersebut mungkin terkesan remeh tetapi, benar adanya. Ketika kita semangat dalam bersekolah maka ilmu – ilmu yang kita dapatkan lebih mudah untuk masuk ke otak. Begitupun ketika kita patuh terhadap peraturan sekolah yang positif maka tindakan kita pun tidak melenceng dari norma – norma yang ada.
Sebagai siswa kita dapat melakukan hal – hal kecil seperti tidak menyontek, berusaha bangun pagi agar tidak telat sekolah, serta belajar walapun sebentar. Ternyata hal tersebut dapat menumbuhkan kecerdasan baik pikiran maupun tindakan. Mulailah melakukan perubahan kecil dari hal yang sederhana maka kedepannya hidupmu akan lebih bahagia.
***
Setelah kita menelaah akhirnya kita mengetahui bahwa sekolah memiliki esensi yang besar dalam keberlangsungan hidup kita kedepannya. Saat menjalani hidup kita tidak bisa hanya mengandalkan ijazah bagus tanpa sikap yang baik. Oleh karena itu, mulai sekarang ubahlah pandanganmu jika ijazah ataupun nilai satu – satunya hal yang didapatkan dari bersekolah.
