Idulfitri ala Indonesia yang Tak Ditemui di Turki, Termasuk Para Perempuan yang Tidak Salat Id
Pada hari Jumat 21 April 2023 kemarin, secara serentak seluruh umat muslim di Turki merayakan hari raya Idulfitri 1444 H. Tidak didapati perdebatan mengenai perbedaan waktu dan juga perbedaan metode untuk memutuskan awal bulan Syawal. Hal ini disebabkan Pemerintah Turki melalui Diyanet İşleri Başkanlığı atau Kementerian Agama menggunakan metode hisab. Sehingga jadwal hari raya di Turki sudah bisa ditentukan jauh-jauh hari.
Turki sendiri dalam menentukan tanggal sehari-hari mengacu pada kalender Gregorian/Masehi. Sedangkan untuk menentukan tanggal yang berkaitan dengan perayaan hari besar Islam, seperti Ramazan Bayramı (Idulfitri) dan Kurban Bayramı (Iduladha) mengacu pada kalender Lunar/Hijriyah. Keduanya kemudian digabungkan menjadi kalender yang beredar dan bisa diakses semua orang di Turki.
Salat Idulfitri di negara Turki dilakukan di dalam masjid, bukan di lapangan terbuka. Dan yang melaksanakan salat ke masjidpun hanyalah laki-laki. Sedangkan perempuan tetap berada di rumah. Hal ini dipengaruhi oleh mazhab yang dipahami di negara Turki yakni mazhab hanafi. Salah seorang ulama Hanafiyah, Al-Marghinani dalam kitab Al-Hidayah menyebutkan:
“Makhruh bagi perempuan-perempuan muda menghadiri salat berjamaah, karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah, dan tidak mengapa bagi wanita yang sudah berusia senja untuk menghadiri salat shubuh, maghrib dan isya di masjid.”
Berdasarkan pendapat di atas, ketika salat Idulfitri di Turki dilakukan di masjid maka dimakruhkan untuk menghadirinya bagi perempuan muda. Namun boleh bagi perempuan yang sudah lansia. Hal ini kemudian diperkuat juga dengan salah satu hadis Nabi riwayat Abu Dawud, “Sebaik-baik masjid bagi para perempuan adalah di bagian dalam rumah mereka.”
Namun dalam pelaksanaanya, Idulfitri di Turki tetap dihadiri oleh jamaah perempuan. Mengingat di negara Turki tidak hanya tinggal warga negara asli Turki tetapi juga banyak sekali pendatang dari berbagai negara untuk studi maupun untuk wisata. Maka guna mengakomodir para jamaah perempuan dari berbagai negara ini, beberapa masjid khususnya masjid besar juga memberikan fasilitas tempat untuk ditujukan bagi jamaah perempuan yang ingin salat Idulfitri.
Secara umum jamaah perempuan berkewarganegaraan Turki tidak melaksanakan salat Idulfitri di masjid. Melainkan tetap berada di rumah mempersiapkan makanan dan kebutuhan lainnya. Tetapi sebagian perempuan lainnya juga ada yang tetap mengikuti salat Idulfitri di masjid.
Larangan bagi perempuan untuk melaksanakan salat di masjid dalam madzhab Hanafi disebabkan kekhawatiran dari perempuan ketika datang ke masjid akan berbuat tabarruj atau berhias secara berlebihan. Seperti menggunakan wangi-wangian, menggunakan pakaian yang mengedepankan mode daripada syariat (kekurangan bahan, ketat atau transparan). Oleh karena itu, jika perilaku tabarruj dianggap sebagai illat atau sebab di balik penetapan sebuah hukum. Maka jika sebab itu dihilangkan, hukum itu bisa berubah. Seperti makruhnya perempuan salat di masjid kerena dikhawatirkan melakukan tabarruj. Namun ketika perempuan yang ingin salat di masjid bisa untuk tidak melakukannya seperti tidak menggunakan wangi-wangian, menggunakan pakaian yang menutup seluruh auratnya. Maka sebab dari hukum larangan itu menjadi hilang.
Suasana Lebaran
Di Turki, hari raya Idulfitri sebenarnya tidak semeriah hari raya Iduladha, apalagi Idulfitri di Indonesia. Karena Idulfitri di Turki merupakan Kuçuk Bayramı (hari raya kecil) dan Iduladha merupakan Büyük Bayramı (hari raya besar). Sehingga yang ramai euforiannya adalah saat Iduladha. Kemudian yang paling membedakan dengan di Indonesia adalah tidak ada takbir yang berkumandang. Walau begitu tetap ada beberapa tradisi yang hampir sama, seperti mudik, ziarah kubur dan silaturahim. Serta saat bertemu orang lain di jalan ataupun saat bersilaturahim, satu sama lain saling mengucapkan Bayramınız Mübarek Olsun atau Hayırlı Bayramlar yang bermakna Selamat Hari Raya Idulfitri.
Yang tidak kalah menarik adalah makanan lebaran khas Turki. Di setiap rumah wajib menyediakan makanan manis seperti baklava, kabak tatlısı, lokum dan macam-macam turkish delight. Sedangkan jenis makanan gurih juga ada, seperti dolma yakni nasi yang dibungkus dengan daun anggur dan kokoret yakni usus domba yang dililit jeroan.
Editor : Ulinuha
Dosen Universitas Ahmad Dahlan, Ketua Umum DPD IMM DIY.
