f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
nembung

Roro Jonggrang dan Tradisi Kita

Oleh : Siti Marhamah

Kita semua sudah paham bahwa kisah Bandung Bondowoso yang membuat seribu candi hanya dalam waktu semalam adalah bukti bahwa lembur semalaman mengerjakan sesuatu saat dikejar tenggat adalah budaya kita. Nenek-kakek moyang kita sudah menunjukkan ketangguhan lembur semalaman, bukan hanya bikin paper dua puluh halaman, tapi seribu candi. Maka jika Rahmania expert dalam mengerjakan sesuatu mepet deadline, mungkin darah Bandung Bondowoso mengalir di darah kita semua. Siapa tahu.

Tapi selain tradisi kebut semalam, ada beberapa tradisi masyarakat kita yang sudah membudidaya dari jaman Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso yang tidak mengherankan jika Rahmania mengalaminya .

Fall in Love to A Person You Can’t Have

Rahmania pernah mengalami jatuh cinta, sampe bucin ke orang yang tidak mungkin dapat dimiliki? Misal bucin sama artis, public figure, orang yang tidak suka padamu, atau orang yang ngga available? Sakit? Nyesek? Ya ampun, ngga usah drama juga kali ya, karena Rahmania bukan satu-satunya dan bukan orang pertama yang mengalami hal tersebut. Sudah sejak Bandung Bondowoso jatuh cinta pada Roro Jonggrang, bahkan mungkin jauh sebelum itu orang sudah mengalami one sided love. Segera waraslah dan move on. Atau mau mengikuti jejak Bandung Bondowoso yang akan mempertaruhkan semuanya demi cinta yang ngga mungkin? Ya silakan. Hidup itu pilihan, risiko ditanggung sendiri.

Berharap pada Sesuatu yang Tidak Mungkin

Dari awal menyimak kisah Roro Jonggrang, atau Dayang Sumbi kita sudah tahu cinta mereka tidak mungkin terjadi dan tak perlu diperjuangkan sebegitunya. Kebucinan Bandung Bondowoso membuatnya tidak bisa berpikir jernih dan mengira masih ada kemungkinan untuk membuat Roro Jonggrang terkesan dan menerimanya. Jadi kalau kau masih ngotot melakukan banyak hal yang tidak masuk akal demi orang yang kau sayang tapi tak mungkin dimiliki, sampai kadang terheran-heran sama diri sendiri dan bergumam “aku ini ngapain ya, sampe bela-belain kaya gini”. Selamat! Mungkin Rahmania adalah generasi muda pewaris tradisi tetap berharap meski tahu mungkin sebagaimana Bandung Bondowoso berharap pada Roro Jonggrang dan Sangkuriang mengharapkan Dayang Sumbi.

Tidak Mengungkapkan Apa yang Sebenernya Dirasakan

Seandainya Roro Jonggrang dan Dayang Sumbi tegas menyampaikan dari awal ke Bandung Bondowoso dan Sangkuriang, tentu keadaan nggak akan rumit begitu ya. Ini malah minta seribu candi sama perahu. Ya husnudzon saja, mungkin Dayang Sumbi dan Roro Jonggrang memang sudah niat untuk menyiapkan tempat piknik untuk kita semua. Jadi jangan heran kalau Rahmania dibuat bingung oleh orang yang disayang karena dia tidak jelas memberi tahu apa yang sebenarnya dia mau. Itu sudah tradisi dari ratusan tahun yang lalu, jadi pasti Rahmania bukan satu-satunya korban. Atau jangan-jangan kau malah termasuk orang yang ngga enak menyampaikan maksud secara gamblang. Misal ditembak orang yang tidak disuka, bukannya bilang langsung tapi malah berputar-putar, memberi syarat yang tampaknya tidak mungkin dia wujudkan karena sungkan nolak? Duh, taubatlah dek!

Memanfaatkan Kebucinan Orang Lain

Belajar dari Roro Jonggrang dan Dayang Sumbi yang bisa seenaknya menyuruh orang yang bucin sama dia, tidak sedikit dari kita yang memanfaatkan orang yang sayang ke kita untuk melakukan banyak hal buat dia. Dari meminta antar jemput, meminta mengerjakan tugas, meminta barang-barang dan macem-macem dengan tingkat kekurangajaran yang berbeda-beda. Ya namanya orang cinta ya, dimintai apa saja ya pasti bisa bakal diperjuangkan lah. Demi membuatnya terkesan. “Yaelah aku kan cuma minta carikan gado-gado. Ngga minta seribu candi. Kalo ngga mau ya gapapa. Ga usah chat chat aku lagi” kok jahat ya…

Pemberi Harapan Palsu

Tradisi PHP (pemberi harapan palsu)sudah ada sejak Roro Jonggrang memberi harapan pada Bandung Bondowoso dan Dayang Sumbi memberi harapan pada Sangkuriang. Padahal harapan yang mereka berikan itu PALSU. Jadi kalau Rahmania pernah jadi korban PHP, bersabarlah. Mungkin dia yang mem-PHP termasuk pelestari tradisi Roro Jonggrang dan Dayang Sumbi. Senyesek apapun akibat PHP yang Rahmania rasakan, pasti ngga senyesek Bandung Bondowoso yang sudah terlanjur bikinkan 999 candi dalam semalaman ternyata cuma di-PHP.

Intinya , sebenarnya kehidupan kita itu tentang banyak hal, tentang memberi manfaat pada sesama, tentang berbakti pada orang tua, tentang membangun prestasi dan masa depan. Soal asmara itu hanya sebagian kecil dari porsi kehidupan kita yang mungkin tidak selalu berjalan baik-baik saja. Makanya jangan sampai soalan asmara itu membuat kita gelap mata dan merusak porsi-porsi kehidupan kita yang lain. Biarpun fall in love to someone we can’t have atau kena php, kita punya teladan Patih Gadjahmada yang didn’t give a damn pada apapun yang tidak relevan dengan pencapaian cita-citanya. Jadi begitu banyak sejarah ditulis, kita selalu punya pilihan, mau meneladani yang mana.

*) Penulis adalah ibu yang suka baking, suka traveling, sayang anak dan suami, dan tak pernah berhenti belajar.

Bagikan
Post a Comment