f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
putri ariani

Putri Ariani: Inspirasi Dunia yang Menyala

Bagi pasangan yang menikah, mendapatkan buah hati dan kemudian menunggunya adalah impian terbesar. Ada yang langsung bisa diberikan amanat setelah menikah dengan jeda beberapa hari dan bulan. Ada juga yang menunggunya hingga bertahun-tahun lamanya. Dalam proses penantian untuk diberikan kesempatan semacam itu, ada rasa kecamuk dalam diri dan kemudian melakukan proses ikhtiar yang panjang agar Allah memberikan amanah terbaik untuk mereka. Saat kesempatan itu datang dengan kehadiran embrio dalam rahim sang istri, kehidupan mengalami perubahan bagi sepasang suami-istri. Dalam penantian, menunggu buah hati selama 9 bulan, ada doa, harapan, sekaligus mimpi tentang sebuah keluarga kecil dan masa depan yang akan dibangun bersama buah hati.

Namun, harapan itu tiba-tiba bisa hancur berkeping-keping ketika menyadari bahwasanya ada salah satu pancaindera dari buah hatinya ada yang tidak berfungsi. Menangis terus-menerus adalah pilihan realistis sambil terus menginsyafi diri bahwasanya pasangan tersebut adalah orangtua yang memang tidak sempurna. Setelah itu, mereka akan belajar untuk proses menerima. Dalam proses ini ada rasa marah dan sedih karena tidak terima. Di tengah itu, ada satu doa yang terus dipanjatkan, “Ya Allah, mengapa Engkau memberikan cobaan yang begitu berat kepada kami?”.

Ketika rasa berterima mulai kokoh dengan menginjakkan kedua kaki pada benturan realitas, pilihan-pilihan untuk pendidikan preventif untuk buah hati mulai diambil dengan membangun tekad kuat, “kami akan mendidik buah hati kami agar bisa mengarungi kerasnya dunia”. Dalam proses tersebut, lagi-lagi itu bukan hal yang mudah. Selain uang, tenaga, emosi, karier orangtua menjadi hal yang harus direlakan agar buah hati mereka bisa menjadi orang biasa seperti yang lainnya.     

Kondisi tersebut yang dialami oleh orangtua yang buah hatinya menyandang disabilitas, tidak terkecuali dengan pasangan Ismawan Kurnianto dan Reni Alfiyanti, orangtua Putri Ariani. Namun, alih-alih berhenti dengan menjadi orang biasa kebanyakan yang bisa diterima oleh publik luas, Ismawan justru mengasah bakat Ariani, yang menyandang tunanetra dalam olah vokal. Karena Ariani sendiri yang memiliki cita-cita menjadi penyanyi, Ismawan mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk menemaninya menggapai mimpi tersebut dengan berlatih bernyanyi.

Baca Juga  Pesona Perempuan Karier

Bagi Ismawan, Ariani sudah menjadi juara, bahkan sebelum ia tampil di panggung. Ini karena,  ia sudah memiliki keberanian sekaligus kemandirian untuk bernyanyi di publik. Untuk mendukung karier Ariani sebagai penyanyi, Reni Alfiyanti, sang ibu, bahkan harus migrasi pindah kerja dari Riau ke Ibukota. Dukungan orangtuanya ini menjadi sistem pendukung Ariani untuk total berkarir di dunia tarik suara.

Upaya untuk menanjaki kariernya dimulai saat Putri Ariani ikut Indonesia’s Got Talent Season 2 pada tahun 2014. Saat itu, ia masih berusia 9 tahun. Ia masuk 5 besar. Meskipun tidak menjadi juara, tiga juri yang terdiri dari Arie Lasso, Jay Subiyakto, dan dan Anggun sudah mencium bakat besarnya. Anggun, misalnya, mengatakan kepada Putri. “Putri, kamu mimpi dan ngebayangin enggak kalau kamu malam ini menjadi 5 besar Indonesia’s Got Talent. Ini sesuatu yang besar dan hebat. Waktu terakhir kali lihat kamu, aku bilang agar suaranya dikontrol dan latihan itu. Hari ini aku melihat itu. Semoga mimpi-mimpi kamu itu terlaksana”, ujarnya dengan penuh harapan. Latihan yang keras sekaligus benturan pengalaman melalui Indonesia’s Got Talent ini menjadi pijakan bagi Putri untuk lebih mengasah kemampuan dirinya dalam bernyanyi dan tampil di panggung agar lebih baik.

Bakat, proses latihan, benturan pengalaman, dan dukungan penuh dari orangtua membuat Putri kemudian menjadi talenta penyanyi kelas dunia. Hal ini dibuktikan ketika ia ikut kompetisi America’s Got Talent (AGT) pada 6 Juni 2023. Sebelum bernyanyi, Putri memberikan pernyataan politik yang sangat kuat terkait dengan banyaknya orang yang menganggap remeh dirinya. Sebenarnya, di balik itu, ia memiliki kemampuan bernyanyi layaknya mega bintang. Sebagaimana ia katakan, “My biggest challenge is people look at me just as the blind person, not as musician. When I am singing I feel I am like superstar”.

Baca Juga  Bantulah Selagi Bisa, Karena Kita Tidak Tahu akan Mati dalam Kondisi Miskin atau Kaya

Tapi, apakah pernyataan ini sebagai sesumbar saja sambil menutupi kelemahan yang dimilikinya? Atau memang Ia sebenarnya adalah superstar? Dengan menyanyikan lagu ciptaannya sendiri dan memainkan piano, Putri menyanyikan sebuah lagu yang diciptakan sendiri dengan karakter suara yang khas dan nada-nada yang tinggi. Alih-alih kemudian merasa kasihan dengannya, yang terjadi, banyak penonton, termasuk juri yang kemudian melongo melihat penampilannya yang dasyat.

Berkali-kali Simon Cowell berdecak kagum dan rasa tidak percaya mendengarkan oleh vokal Putri. Sementara itu, sebagai juri,  Simon Cowell terkenal pelit pujian kepada peserta audisi. Penampilan Putri Ariani benar-benar menyihir orang-orang yang menonton. Daya sihir Putri ini membuat Simon datang menghampiri dan memujinya. Simon kemudian meminta Putri untuk menyanyikan satu lagu untuknya. Putri menyanyikan lagu yang diciptakan sendiri dan kembali membuat juri dan penonton kembali berdecak kagum dengan memberikan standing applause sebagai bentuk apresiasi tertinggi dalam tampilan panggung.

Setelah keempat juri memuji, Simon kemudian memencet tombol Golden Buzzer. Tombol ini kemudian membuat panggung berwarna kuning-kuning kertas kecil yang mengiringi seiring dengan adanya semacam perayaan yang telah dicapai. Tombol ini merupakan istimewa dan sangat diimpikan oleh setiap peserta audisi. Ini karena, dengan mendapatkan tiket tersebut, setiap individu bisa maju kepada tahap berikutnya dan tidak ada juri yang bisa menghambatnya. Tombol ini digunakan biasanya hanya dalam satu fase audisi. Karena itu, Golden Buzzer merupakan mimpi banyak peserta audisi. Bagi Putri, langkah menggapai mimpi menjadi penyanyi mega bintang dunia kini mulai terbuka lebar.  

Memang, perjalanan untuk menjadi juara di AGT ini masih teramat panjang. Putri akan menghadapi peserta audisi lainnya dengan bakat bernyanyi yang bagus. Apalagi, ia tampil di panggung Amerika, di mana pesertanya kebanyakan adalah memang terlahir bisa berbahasa Inggris dengan baik sekaligus memiliki dukungan orangtua dengan sistem pendidikan yang jauh lebih mendukung ketimbang di Indonesia. Namun, dengan usianya yang masih relatif muda (17 tahun), pencapaian Putri terbaik hari itu adalah inspirasi untuk dunia. Putri membuktikan bahwasanya keterbatasan fisik tidak membatasi mimpi-mimpinya untuk menembus American Dream yang banyak diiimpikan oleh para imigran di dunia ketiga. Kehadiran Putri ini tentu saja menginspirasi bagi disabilitas lainnya bahwasanya mereka bisa jauh maju ke depan dari apa yang mereka pikirkan.

Baca Juga  Cinta dan Nafsu

Bagi orangtua, Putri Ariani adalah inspirasi tentang amanah. Amanah ini harus dijaga sebaik-baiknya agar ia terus bertumbuh dan menemukan talenta terbaiknya di kehidupan nyata. Dukungan penuh kepada anak untuk menggapai cita-cita yang diinginkan memang tidak mudah. Tapi, ketika itu akhirnya tercapai ada air mata ketulusan hasil dari pengorbanan yang telah dilakukan. Saya melihat air mata hangat ketulusan itu keluar dari Ismawan Kurnianto dan Reni Alfiyanti saat melihat Putri berhasil menaklukan ketakutan kepada dirinya dan membuktikan kepada dunia yang seringkali tak ramah kepada dirinya. Putri telah menjadi cahaya insipirasi dunia yang terus menyala untuk membuka mata hati orang-orang yang kerapkali meremehkan disabilitas. Bagi saya sendiri, orangtua yang memiliki dua anak, Putri menjadi semacam refleksi, “apakah saya sudah bisa menjaga amanah terbaik ini dengan sebaik-baiknya?”.

Bagikan
Post a Comment