f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pesan cinta anak

Pesan Cinta Tuhan Kepada Seorang Anak

Pesan cinta itulah hal yang pertama kali akan kita temukan dalam Al-Qur’an. Bahkan para ahli tafsir pun memiliki ragam penafsiran karena begitu mengagumkan dengan isinya.

Sebagai contoh, jika membuka Tafsir al-Mishbah karya Prof. Quraish Shihab dalam menafsirkan al-Fatihah. Quraish Shihab dalam menjelaskan kata bismillah saja perlu menghabiskan beberapa halaman.

Sangat mengagumkan bukan?

Terlebih bagi kaum Muslimin, setiap pesan dari Tuhan menjadi pedoman dan petunjuk dalam menjalani keseharian.

Salah satu pesan Tuhan dalam firmannya terdapat dalam QS. Al-Isra’ [17]: 23-24. Ayat ini menyampaikan pesan cintanya kepada seorang anak. Berikut ini firmannya,

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا (23)وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ (24)

Artinya:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”

Penjelasan Ahli Tafsir

Mari kita membaca terlebih dahulu pesan-pesan yang terkandung dalam ayat ini dari sudut pandang para ahli tafsir.

Imam Ibnu Katsir pada permulaan ayat ini merupakan perintah Allah agar manusia beribadah hanya kepadanya saja. Karena kata qadhaa dalam ayat ini berarti perintah.

Pada kelanjutannya, pesan agar beribadah kepada Allah digandeng dengan pesan cinta untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

Baca Juga  Si Kecil Nggak Harus Juara Olimpiade Kok

Dalam berbuat baik kepada orang tua dalam ayat ini pula menjelaskan beberapa perkara menurut Imam Ibun Katsir, yaitu: pertama, tidak berkata-kata dengan ucapan yang buruk, dalam ayat ini menggunakan kata “ah” yang paling ringan. Kedua, tidak pula seorang anak meringankan tangannya kepada kedua orang tua. Ini merupakan tindakan yang begitu tercela.

Dan juga ayat ini pula mengandung pesan bahwa dalam berkhidmah pada orang tua dengan cara lemah lembut, sopan santun, bersikap tawadhu’ dan senantiasa mendoakan keduanya.

Sejalan dengan Imam Ibnu Katsir, Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menyampaikan pada pangkal ayat ini berhubungan dengan ibadah hanya kepada Allah saja. Dan juga mencegah agar tidak beribadah selain kepadanya.

Alasan yang Imam Az-Zuhail kemukakan bahwa ibadah merupakan puncak pengagungan hamba kepada penciptanya. Karena Tuhan merupakan sumber dari segala anugerah dan nikmat yang manusia terima.

Sedangkan pesan cinta Tuhan mengenai bakti anak kepada orang tua, ia mengatakan:

“kedua orang tua merupakan penyebab hadirnya anak. Seorang anak di bawah pengasuhan orang tua dengan kehangatan kasih sayang, kelembutan, dan siap mendahulukan anaknya.”

Lebih spesifik Imam Az-Zuhaili menjelaskan jika kedua orang tua atau salah satunya dalam kondisi lemah dan telah mencapai usia lanjut, harus melakukan lima kewajiban:

  1. Jangan sampai terlontarkan kepada keduanya kata-kata buruk ataupun keluhan.
  2. Jangan pula menunjukkan sikap buruk kepada keduanya.
  3. Berkata-katalah dengan lemah lembut dan santun. Serta dengan penuh rasa hormat dan pemuliaan.
  4. Selalu bersikap tawadhu’ kepada keduanya.
  5. Bermohon kepada Allah untuk keduanya agar selalu diberikan rahmat dan kasih sayangnya.

Sejalan dengan ahli tafsir di atas, Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dalam menjelaskan kedua ayat di atas dengan memecah ke dalam dua pembahasan, yaitu:  akhlak muslim dan khidmat kepada ibu bapak.

Baca Juga  Pentingnya Orang Tua Mengenali Cyber Grooming

Hamka berpendapat bahwa pembukaan ayat ini merupakan dasar budi bagi seorang Muslim. Beribadah hanya kepada Allah merupakan landasan dalam kehidupan manusia. Karena Allah telah memberikan hidup, rezeki, perlindungan dan juga akal.

Selanjutnya Hamka juga menyebutkan, bahwa ayat ini pula berkaitan dengan khidmat seorang anak kepada kedua orang tuanya. Bapak dan ibu menjadi sebab keberadaan seorang anak di dunia. Maka berbakti kepada orang tua menjadi kewajiban kedua setelah beribadah kepada Allah.

Hamka menjelaskan bahwa seorang anak kerap kali lupa untuk berkhidmat kepada orang tua jika telah menikah. Acap kali kedua orang tuanya tidak lagi mendapatkan perhatian.

Maka ayat ini menjadi penjelasan bahwa seorang anak selain mengabdi dan beribadah kepada Allah perlu juga untuk berkhidmah kepada kedua orang tua yang termasuk perintah dari Allah.

Wahai Anak, Berbaktilah Kepada Bapak dan Ibumu

Penjelasan-penjelasan dari para ahli tafsir di atas memberikan pemahaman bahwa berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban bagi seorang manusia. Seorang anak tidak akan berada di dunia tanpa ada keduanya.

Imam Qurthubi mengatakan:

“Berbahagialah bagi seorang anak yang selalu berkhidmat kepada ibu dan bapaknya sebelum keduanya wafat. Karena jika keduanya wafat  yang tersisa hanyalah penyesalan. Merugilah seorang anak yang abai kepada orang tuanya, terlebih telah mengetahui kewajiban ini.”

Maka bagi seorang anak jangan lupa untuk terus berbakti kepada kedua orang tuanya.

Teruslah berkata yang baik, memperlakukan keduanya dengan mulia dan teruslah mendoakannya. Karena pesan cinta Tuhan selain beribadah kepadanya, harus pula khidmah kepada orang tua.

Bagikan
Post a Comment