Seni Berkomunikasi dengan Anak
Ayah dan Bunda yang berbahagia, seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita senantiasa berbicara kepada anak-anak. Berkomunikasi dengan baik perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan keluarga. Terlebih kepada anak-anak yang notabenenya masih minim kosa kata, baik Bahasa Daerah, Bahasa Indonesia, maupun Bahasa asing. Dengan membiasakan berkomunikasi dengan anak maka kemampuan bahasa anak menjadi meningkat dan kosa katanya pun akan bertambah. Begitu pun dengan kedekatan antara orang tua dengan anak akan terbentuk menjadi semakin baik.
Sebagai orang tua, mengajarkan bahasa kepada anak menjadi satu hal yang penting. Pasalnya seringkali anak-anak usia SD menyerap bahasa melalui teman-temannya yang tanpa disadari termasuk ke dalam bahasa yang buruk. Bahasa yang anak pelajari merupakan bahasa umpatan maupun cacian. Maka, orang tua berperan penting dalam membangun kemampuan bahasa anak sedari kecil. Sehingga anak-anak dapat memilah mana bahasa yang baik dan mana bahasa yang buruk.
Begitu pun ketika orang tua menginginkan supaya anaknya kelak memiliki kemampuan yang baik dibidang bahasa, maka orang tua perlu melatih menggunakan bahasa yang ingin dikuasai sang anak. Misalnya orang tua mengingkan anaknya kelak pandai menggunakan bahasa Indonesia, ya tentu sebagai orang tua bisa membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi dengan anak. Karena memang kemampuan bahasa merupakan keterampilan yang perlu dilatih secara terus-menerus.
Namun berkomunikasi dengan anak bukan hanya tentang kemampuan berbahasa saja. Berkomunikasi kepada anak lebih kepada membangun kedekatan dengan anak sehingga apa-apa yang sedang dirasakan anak, mereka tidak sungkan untuk menceritakan semuanya kepada orang tua dan memunculkan sikap terbuka terhadap orang tua. Hal ini yang perlu menjadi perhatian kita semua, pasalnya melihat fenomena remaja di zaman sekarang, seringkali mereka lebih nyaman untuk menceritakan segala sesuatu kepada teman karibnya. Padahal belum tentu respon (feedback) yang diberikan temannya berakibat baik bagi sang anak.
Mengapa ini bisa terjadi? Karena memang orang tua sejak anaknya masih kecil belum bisa membangun komunikasi yang baik dengan sang anak. Sehingga anak tumbuh besar tanpa rasa kepercayaan dan keterbukaan dengan orang tua. Anak lebih nyaman bercerita apa pun dengan temannya. Karena mereka mengira bahwa temannya lebih paham dan mengerti tentang apa yang sedang dialami olehnya. Tak jarang, kemudian temannya membawa pengaruh buruk bagi sang anak.
Ayah dan Bunda dapat melakukan cara-cara berikut untuk berkomunikasi dengan anak, baiknya memang sejak usia anak masih belia (sebelum masuk SD) tetapi tidak ada salahnya juga untuk dipraktikkan ketika usia anak sudah seusia SD dan menginjak remaja. Mudah-mudahan dengan begitu dapat memunculkan rasa saling mengerti dan memahami antara orang tua dan anak.
Ucapkan Perkataan yang Baik
Sudah menjadi hal yang wajar bahwa sebagai orang tua perlu mengajarkan anak-anaknya perkataan yang baik. Perkataaan yang mengandung banyak hikmah dan kebaikan. Berkata yang baik perlu menjadi bahasa keseharian ayah dan bunda kepada anaknya. Sehingga kelak setiap apa-apa yang keluar dari mulut sang anak adalah perkataan yang baik. Anak akan bertumbuh dengan mengingat bahwa lebih baik berkata baik atau diam. Dan juga harapannya anak nantinya dapat menjadi contoh bagi teman-temannya supaya senantiasa mengucapkan perkataan yang baik.
Ucapkan Perkataan yang Benar
Orang tua seringkali melakukan dengan sengaja melakukan kebohongan terhadap anak. Mungkin saja dengan adanya faktor tergesa-gesa terhadap pekerjaan ataupun karena adanya kepentingan tertentu yang tidak ingin kerepotan ketika anak menginginkan untuk ikut bepergian. Tak jarang kemudian orang tua dengan sengaja berbohong terhadap anak dengan berkata bahwa hanya pergi sebentar dan akan segera pulang. Padahal alasan sebenarnya yakni orang tua tidak ingin merasa repot dengan ikutnya sang anak. Padahal apabila orang tua terus melakukan kebohongan maka anak akan tumbuh besar dengan belajar berbohong dari orang tua bahkan yang lebih parahnya lagi yaitu anak menjadi tidak percaya terhadap perkataan orang tua. Kepercayaan anak terhadap orang tua menjadi berkurang atau malah menghilang. Oleh karena itu, penting sekali sebagai orang tua untuk terbiasa berkata yang benar kepada anak meskipun dengan begitu anak bisa saja menjadi sedih dan menangis akan tetapi hal itu masih lebih baik daripada berbohong kepada anak.
Ucapkan Perkataan yang Lemah Lembut
Terkadang dengan tingkah laku sang anak dapat membuat orang tua tersulut emosinya sehingga tak jarang orang tua kemudian memarahi anak atas tingkah laku anaknya. Padahal anak sedang mengeksplorasi rasa keingintahuaannya tetapi orang tua tidak memahami keinginan tersebut dan mematikan potensi anak dengan cara melemparkan ucapan yang membuat mental anak menjadi terganggu, berkata yang terkesan membentak atau memarahi anak. Sebagai orang tua seharusnya mengerti dan memahami terhadap tingkah laku anak yang sedang berada pada fase aktif, dan berusaha sebisa mungkin untuk mengarahkannya kepada sesuatu yang positif. Jika memang tingkah laku anak dapat memancing emosi orang tua, perlunya sikap sabar orang tua dan menasihati anak dengan perkataan yang lemah lembut. Dengan begitu, akan tumbuh dengan rasa saling kasih sayang antara orang tua dan anak.
Ucapkan Perkataan yang Jelas
Seringkali anak-anak sulit untuk memahami perkataan yang berbelit-belit dari orang tua, perkataan yang kurang jelas. Maka penting bagi orang tua untuk berkata kepada anak dengan bahasa yang mudah dipahami anak, tentunya disesuaikan dengan tingkat umurnya. Perkataan yang jelas maknanya, yang mudah dipahami dan sering digunakan secara umum. Jangan berkata kepada anak dengan bahasa yang berbelit-belit, yang memiliki makna ganda. Bisa saja anak memaknai perkataan orang tua dengan salah. Berkatalah dengan langsung kepada poinnya. Supaya anak dapat memahami setiap apa-apa yang orang tua katakan dan langsung mengerti atas apa-apa yang seharusnya ia lakukan.
SDN Rejodadi lulus tahun 2013, SMP Mataram Kasihan lulus tahun 2016, SMAN 1 Sedayu lulus tahun 2019, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta/Ilmu Tarbiyah dan Keguruan/Pendidikan Agama Islam-Sekarang. Instagram: alifnur_rohman1 Twitter: Alif Nur Rohman Facebook: Alif Nur Rohman.
