f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pandangan

Pandangan untuk Islam Menghadapi Pandemi Covid -19

Pada awal  tahun 2020, pandangan seluruh dunia difokuskan pada virus baru yang telah menginfeksi hampir separuh penduduk dunia. Virus ini  dinamakan Covid -19, yang merupakan singkatan dari Corona Virus Disease yang hadir pada tahun 2019. Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan China, di sebuah pasar yang menjual hasil tangkapan laut. Namun diketahui kemudian, pasar tersebut tidak hanya menjual hasil tangkapan laut, namun juga kelinci, ular, unggas dan sebagainya. Sehingga diduga virus ini menular dari hewan ke manusia, seperti yang diungkapkan oleh Nikhil Bhayani, seorang dokter penyakit menular dari Texas Health Resources, seperti dilansir Health line (17/01/2020).

Kasus pertama Covid – 19 diduga terjadi pada awal Desember 2019 hingga awal Januari 2020. China melaporkan kasus ini pada 5 januari 2020, setelah hampir 41 orang terinfeksi dan satu orang meninggal dunia. (Kompas.com)

Virus berjenis Zoonozis ini ditularkan dari hewan ke manusia. Gejala umum yang ditimbulkan akibat infeksi Covid 19 ini diantaranya demam, batuk dan kesulitan bernafas; sehingga jika sudah parah virus ini dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan akut, gagal ginjal hingga dapat berujung kematian.

Covid-19 Menyebar dengan Cepat ke Beberapa Negara

Setelah China, kasus  manusia terinfeksi Covid -19 pun ditemukan di Jepang, Thailand Korea Selatan. Diketahui orang Jepang tersebut tidak pernah mengunjungi pasar tradisional Wuhan, namun dia dicurigai berinteraksi dengan orang orang yang berasal dari Wuhan. Maka para ilmuwan pun mengambil kesimpulan bahwa virus ini penularannya dapat melalui manusia ke manusia.

Akibat dari penyebaran virus Covid 19 yang massif, banyak negara di dunia menerapkan Lockdown. Yaitu membatasi pergerakan masuk dan keluar manusia dari dan menuju suatu daerah. Hal ini menyebabkan implikasi yang sangat besar pada keadaan ekonomi, sosial dan pendidikan dan juga pariwisata di suatu negara atau daerah.

Baca Juga  Setiap Anak adalah Anugerah

Hal itulah yang menjadi pertimbangan, mengapa pemerintah Indonesia tidak menerapkan Lockdown. Hal ini disebabkan banyak diantara penduduk Indonesia yang bekerja mengandalkan upah harian. Sehingga sampai saat ini pemerintah masih menerapkan social distancing atau pembatasan  interaksi sosial.

Salah satu upaya pemerintah untuk membatasi penyebaran virus ini adalah dengan menutup banyak fasilitas umum, mall, tempat pariwisata; bahkan kegiatan sekolah dan pendidikan pun sekarang di batasi. Hanya daerah yang berstatus zona hijau saja yang diizinkan untuk  melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bahkan banyak karyawan instansi pemerintah dan juga swasta yang melakukan  WFH (Work From Home), untuk meminimalisir adanya kerumunan yang dapat memacu tingginya penularan virus Corona.

Wabah Bukan hal yang Asing bagi Islam

Bagaimanakah seharusnya seorang muslim memandang terjadinya wabah pada suatu negeri. Sebenarnya perkara wabah itu bukan lagi sesuatu yang asing bagi umat Islam. Bahkan Rasulullah Saw telah memberikan petunjuk bagaimana seorang mukmin hendaknya bersikap terhadap hadirnya wabah. Konsep Lockdown yang banyak diterapkan di beberapa negara pun sebenarnya adalah konsep yang pernah dijalankan di masa Rasulullah, dahulu ketika terjadi pandemi.

Rasulullah menyampaikan, bahwa mereka yang senantiasa berdiam diri di rumah dengan sabar dan ikhlas  saat wabah menimpa;  sedangkan dia  mengetahui tidak akan menimpanya kecuali apa yang telah ditetapkan Allah kepadanya, melainkan dia  mendapatkan pahala setimpal dengan seorang yang mati syahid walaupun dia tidak mati.

Seperti disebutkan dalam sebuah hadist shahih Bukhari (3474), yang artinya “Dari Aisyah Ummul mukminin ra, Beliau berkata; Saya pernah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang tha’un ( wabah penyakit), lalu Rasulullah Saw memberitahukan kepadaku, wabah itu adalah siksa yang dikirim Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia menjadikannya sebagai rahmat bagi orang orang beriman.

Setiap Muslim Harus Senantiasa Berfikir Positif

Sikap positif lainnya yang harus dimiliki oleh seorang mukmin mengacu pada hadist Rasulullah lainnya, yaitu; Dari Shuhaib, ia berkata: Rasulullah Shalallahu alaihai wasalam bersabda: “Perkara orang mukmin itu mengagumkan. Sesungguhnya semua perihalnya itu baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin, bila ditimpa kesenangan ia bersyukur dan syukur itu baik untuknya,dan bila tertimpa musibah, ia bersabar, dan bersabar itu baik baginya.” (HR. Bukhari Muslim).

Baca Juga  Telaah Term Al-Islam : Membawa Kebajikan

Hadist lain yang membahas tentang wabah penyakit diantaranya. Dari Abu Hurairah, Ia berkata : Rasulullah bersabda: “Ujian senantiasa menimpa orang beriman pada diri, anak, dan hartanya hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu dosa pun atas dirinya.” (H.R Tirmidzi). Hal ini menandakan bahwa Allah sedang menghapus dosa orang yang tertimpa wabah tersebut dan mengangkat derajatnya. Dalam sebuah hadist yang dikabarkan oleh Rasulullah Saw bahwa, “Mati karena menderita tho’un adalah syahid bagi setiap muslim.” (H.R Bukhori Muslim).

Akhirul kata, mengutip caption saya di Instagram @charina_ranika. “Seluruh kehidupan itu mempunyai dua sisi, baik dan buruk, susah dan senang, siang dan malam. Hidup ini adalah ujian  yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi keadaan kita tersebut, apakah kita hendak menjadi orang yang bersyukur ataukah kufur. Allah ingin mengetahui bagaimanakah sikap kita dalam menanggapi ujian yang Dia berikan. seperti  firmannya dalam QS Al- Mulk ayat 1-2 yang artinya: “Maha suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (Editor: Jajang Nurzaman)

Bagikan
Post a Comment