f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
angkutan

Menulis saat Pandemi: Tantangan dan Manfaatnya

Pandemi telah menerpa hampir satu tahun lebih. Hanya orang-orang yang mampu memandang sesuatu secara positif yang mampu berkreasi agar membuat hidupnya lebih baik. Menulis, jujur saja menjadi sebuah sarana penting untuk membunuh kejenuhan dan kebosanan. Lebih dari itu, akan melatih seseorang dalam menilai sesuatu dengan pemikiran; wawasan; dan kemampuan yang ia miliki, yang kemudian ia bagikan kepada sidang pembaca.

Kehebatan seorang penulis terletak pada kepandaian mencari; menemukan dan mendapatkan ide; mengumpulkan referensi yang ia dapat, meramunya dalam memori otaknya lalu menuangkannya dalan sebuah narasi yang siap para pembaca konsumsi. Menghadirkan sebuah narasi yang pembaca butuhkan, terlebih membuatnya semakin kuat di dalam menghadapi kesulitan yang tengah menerpa dan mampu menghibur pembaca di tengah wabah yang kini terjadi, tentunya bukan sebuah proses mudah. Karya yang mampu diterima pembaca sama artinya memenuhi kebutuhan batin yang mungkin terasa gersang selama ini.

Mengutip makalah Suwatno, Guru Besar Komunikasi Organisasi UPI, “Jika kau bukan anak seorang Raja, maka jadilah Penulis”, demikian kata Imam Al-Ghazali. Dengan  menjadi  seorang  penulis,  kita dapat menjadikan gagasan dan pemikiran kita tetap dikenan dan terabadikan  oleh  sejarah.  Bahkan, para pendahuku yang masyhur, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan dunia.

***

Sejatinya, kondisi pandemi yang memaksa seseorang untuk selalu tinggal di rumah, jelas hal ini merupakan sebuah tantangan. Bukan sekedar mampu menyampaikan buah pikiran yang ada di benaknya saja; melainkan lebih dari itu, terdapat bagian penting yang seharusnya bisa ia lakukan. Penulis bisa mengajak pembaca untuk memandang sesuatu yang terjadi secara positif dan menguatkan sikap optimis pembaca di tengah kesulitan yang menimpa. Menyampaikan gagasannya yang penuh kebaikan, sama artinya menyebarkan kebaikan yang bisa memberi beragam manfaat untuk banyak orang.

Baca Juga  Seni Mengatur Waktu

Mampu menghadirkan perubahan ke arah kebaikan melalui gagasan yang tertuang dalam sebuah narasi, tentu saja menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perubahan itu sendiri. Dengan menarasikan sesuatu yang mampu mengajak pembaca untuk merenungi tentang sebuah hal; apalagi hal itu mampu menyemangatinya untuk hidup lebih baik lagi dan selalu bersandar kepada Yang Maha Kuasa, jelas sang penulis telah berperan penting untuk siapa saja.

Artinya, narasinya bukan sekedar bertumpu pada keindahan bahasa dan cara bertuturnya yang runut, melainkan isinya justru akan membuat pembaca tersadar dengan isinya tersebut dan mengubahnya ke arah yang lebih baik. Menulis tak sekedar menyampaikan isi pikiran semata, namun lebih dari itu adalah bagian tak terpisahkan untuk menebarkan kebaikan melalui karya yang hadir.

***

Ketika telah mendapat anugerah kemampuan menulis bagi siapapun yang telah memilih profesi ini atau sekedar hobi bukanlah soal. Intinya, ketika ada kesempatan menulis maka waktu tersebut mesti ia manfaatkan sebaik mungkin. Menulis dalam kondisi pandemi seperti ini tentu saja menjadi aktivitas yang penting karena akan menyalurkan energi positif kepada pembaca. Dengan membagi hal-hal positif kepada pembaca, sama artinya dengan menguatkan jiwa para pembaca yang sedang mengalami kegalauan dengan masalah yang sedang menimpa negeri ini. Narasi yang mampu mengubah cara pandang negatif pembaca ke arah yang lebih positif tentu, tentu saja kini sangat masyarakat butuhan.

Jadi, sesulit apapun, termasuk saat terjadi wabah di negeri ini, maka menulis merupakan aktivitas positif yang banyak manfaatnya. Manfaat yang diberikan bukan semata kepuasan yang didapat oleh penulisnya melainkan juga memberi manfaat untuk orang lain. Karenanya, menulislah sebaik mungkin agar bisa memberi manfaat bagi pembaca. Artinya, banyak kesempatan saat pandemi terjadi untuk menarasikan apa saja untuk orang. Perkembangan literasi di negeri ini hanya akan tumbuh secara baik jika terjadi satu keterkaitan yang utuh antara penulis dan pembaca. Penulis mampu menghasilkan karya yang baik dan bermanfaat serta pembaca sendiri tertarik membacanya dan juga mampu menerapkan apa yang penulis sampaikan guna mengubah kehidupannya ke arah yang lebih baik.

Baca Juga  Nilai Profetik pada Virus Corona Varian Delta Plus
***

Mampu menghasilkan karya-karya melalui tulisan yang bermanfaat bagi pembaca di tengah pandemi saat ini merupakan sebagai sebuah prestasi membanggakan. Mesti kita akui, penulis yang mampu berkarya dalam kondisi yang tidak menentu serta mampu menyampaikannya ke sidang pembaca dan membuat pembaca terhibur, memiliki nilai tersendiri. Tetapi tulisan yang menyenangkan dan memberi manfaat yang cukup berarti, maka kegiatan menulisnya takkan pernah sia-sia karena bukan saja  mampu melahirkan karya bermutu tetapi lebih dari itu turut pula memberikan manfaat kepada banyak orang lain, sehingga pembaca sendiri mendapat pencerahan dari karyanya.

Berbahagialah para penulis yang mampu menulis ketika pandemi ini terjadi. Waktu yang kita miliki dapat kita manfaatkan sedemikian rupa untuk menghasilkan tulisan-tulisan terbaik. Apa yang dilakukan bukan saja aktivitas karena profesi yang dipilihnya dan itu adalah menulis, namun lebih dari telah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Maka camkanlah hadist ini agar menulis selalu memberi manfaat untuk orang lain. Khairunaas anfauhum linnaas, sebaik-baiknya manusia adalah yang banyak memberi manfaat untuk orang lain.

Bagikan
Post a Comment