f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pelajaran

Pandemi Covid-19 dan Pelajaran di Dalamnya

Sudah lebih dari setahun kita hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Sudah selama itu pula kita merasakan efek dahsyat karenanya. Tak hanya berefek di bidang kesehatan, tapi juga menimbulkan rentetan masalah yang menjalar ke hampir semua aspek di kehidupan kita. Banyak hal buruk yang terjadi di setiap aspek yang terdampak. Tetapi ada juga pelajaran baik yang bisa kita ambil dari peristiwa ini.

Hal buruk yang sangat terasa sekali adalah berita sedih yang silih berganti kita dengar di sekitar kita. Ada yang terpapar virus sehingga harus berada di rumah sakit maupun melakukan isolasi mandiri. Banyak pula yang harus kehilangan beberapa teman, kerabat, rekan kerja bahkan orang terdekat di sekitar kita.

Rasa duka dan kesedihan keluarga-keluarga yang terdampak tersebut. Sadar ataupun tidak, turut berperan dalam menurunkan semangat dan menimbulkan kekhawatiran yang berlebih. Timbul rasa was-was dan ketakutan berlebih sehingga menyebabkan lemahnya semangat dalam menjalani hari. Rasa was-was akhirnya menimbulkan kecemasan dan melemahnya imun tubuh. Akhirnya yang semula baik-baik saja jadi merasa tak baik-baik saja.

***

Tak hanya dari sisi kesehatan, dari sektor ekonomi pun banyak sekali hal buruk yang terjadi. Banyak korban PHK karena perusahaan dan pabrik yang mempekerjakan mereka harus gulung tikar atau mengurangi jumlah karyawan, tak bisa terus beroperasi karena omset dan pendapatan yang menurun drastis. Imbas buruk bagi mereka yang berkecimpung di bidang jual beli. Daya beli masyarakat menurun, transaksi retail dan grosir pun menurun, akhirnya nilai penjualan juga menurun.  

Hal buruk yang paling terasa adalah terhentinya proses belajar mengajar di sekolah. Anak-anak harus menjalani proses belajarnya dengan cara daring, hanya bersua gurunya lewat aplikasi google meet, zoom atau video call. Terasa sekali bahwa proses PJJ ini sangat kurang efektif. Karena proses belajar anak-anak sekolah tak hanya tentang materi dan kemampuan mengerjakan tugas atau soal latihan, tetapi lebih kepada pemahaman, pengalaman belajar, dan peningkatan kompetensi. Semua hal itu mustahil tercapai dengan baik tanpa adanya tatap muka antara guru dan siswa.

Baca Juga  Seorang Gadis dan Ketakutan Ibunya Saat Dia Sedang Solo Traveling

Tapi, adakah hal baik yang kita dapatkan selama pandemi ini? Tentu saja ada. Kalau mau jujur dan mau membuka mindset kita, ada banyak hal positif yang muncul seiring dengan adaptasi kita terhadap bencana global ini.

***

Terlepas dari semua hal buruk di atas, beberapa hal positif kemudian muncul sebagai adaptasi kebiasaan baru yang lebih baik. Seperti rasa empati dan kerja sama untuk saling tolong semakin kuat. Ketika ada saudara atau tetangga yang harus menjalani isolasi mandiri, orang sekitar otomatis bergotong royong untuk saling membantu dan saling menjaga. Saling berbagi informasi baik sehingga komunikasi antar tetangga menjadi lebih harmonis meskipun intensitas pertemuan antar tetangga dan saudara berkurang. Saling dukung dan menguatkan sehingga rasa persaudaraan tetap terjalin meskipun tidak bertemu muka.

Selain itu, kebiasaaan menjaga kesehatan juga yang semakin kuat dirasakan dampak baiknya oleh semua orang, dan dari semua usia. Bahkan mereka-mereka yang dulunya kurang aware terhadap hal-hal sepele menjadi lebih peduli pada kesehatan, lebih rajin mandi, mencuci tangan dan menjaga asupan makanan. Anak-anak juga semakin mudah diajari dan dibiasakan untuk berperilaku hidup sehat.

Seperti yang saya alami selama di rumah saja, banyak sekali kebiasaan baik yang mampu direkam dengan baik dengan baik oleh anak-anak sehingga akhirnya menjadi keseharian yang tanpa sadar selalu muncul secara otomatis. Seperti mencuci tangan sebelum makan apapun, mencuci semua makanan sekaligus bungkusnya setelah menyimpan atau ketika hendak mengkonsumsinya. Selalu memakai masker saat keluar dan bertemu orang lain di luar rumah.

***

Anak-anak juga belajar mengenal banyak kegiatan rumahan yang ternyata tak sesederhana yang mereka ketahui selama ini. Tak sebatas hanya menyapu, mengepel, mencuci piring dan baju. Tetapi ternyata ada banyak printilan yang merepotkan dan menyita banyak waktu. Mereka jadi memahami dan menghargai kerepotan ibunya di rumah.

Baca Juga  Childless dalam Sudut Pandang Keimanan

Sejak pemberlakuan PJJ, Nick, anak pertama saya mendapat tugas menyapu dan mengepel setiap harinya. Pada awalnya dikerjakan sekedarnya. Tetapi lama-kelamaan dia merasakan perbedaan antara hasil pekerjaannya yang asal-asalan dengan hasil pekerjaan ibunya yang setiap hari dinikmatinya. Pembiasaan ini akhirnya berimbas kepada produktifitasnya. Akhirnya dia memahami bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan, sekecil apapun itu, perlu sentuhan ‘rasa’ agar hasilnya memuaskan.

Selain itu, pola makan pun bergeser menjadi yang lebih sehat. Dulu agak susah meminta anak-anak menghabiskan potongan buah yang sudah saya siapkan untuk mereka, tetapi sekarang setiapkali saya sodorkan buah mereka selalu melahapnya sampai habis. Dan sepertinya tak hanya anak saya yang jadi lebih mudah mengkonsumsi buah, tetapi anak-anak lain pun demikian. Terbukti dari banyak postingan beberapa teman-teman yang terlihat lebih sering menghidangkan buah untuk camilan daripada snack atau kripik. Jadi lebih baik kan ya?

***

Tak hanya di dalam rumah, secara nasional kampanye hidup sehat dengan buah, sayur dan rempah alami pun gencar digaungkan seiring dengan berbagai himbauan untuk selalu menjaga kesehatan dan imun tubuh. Masyarakat mulai menyadari pentingnya kembali ke produk alam dan produk herbal. Terlebih beredar kesaksian bahwa mereka yang terpapar  Covid-19 bisa berangsur membaik dengan ramuan herbal air kelapa muda, madu,, jeruk nipis, dan garam.

Beberapa herbal alami seperti jahe, jahe merah, sereh, kunyit dan temu lawak pun menjadi primadona ibu-ibu saat belanja di pasar. Karena bahan-bahan herbal ini terbukti cukup efektif untuk menjaga stamina dan imun tubuh. Ya memang pada akhirnya terjadi perburuan besar-besaran di beberapa item terutama yang banyak mengandung vitamin C, bahkan sampai berebut hingga melambung harganya.

Baca Juga  Merasa Tidak Berguna? Berikut Cara Mengapresiasi Diri Sendiri

Dan satu poin lagi, berkembangnya berbagai ide-ide kreatif selama pandemi ini. Lihat saja, banyak usaha-usaha ekonomi kreatif bermunculan dan semakin berkembang. Kegiatan marketing, pembelajaran, dan industry jasa tak lagi berjalan dengan cara konvensional, tetapi sudah berkembang lebih computerized. Banyak sekali jenis pekerjaan baru, yang dulu sama sekali tak terpikirkan, bermunculan dan semakin menjadi alternative ladang penghasilan yang menggiurkan. Semakin banyaknya youtuber, content creator, digital marketer, dan toko-toko online menunjukkan bahwa manusia tetap bisa berkembang meskipundalam keadaan tersulit sekalipun.

Jadi, mengambil makna dari surat Al Baqarah ayat 286, bahwa Allah tidak akan membebani seorang hamba melainkan sesuai dengan kesanggupannya, maka tugas kita hanyalah bertakwa kepada-Nya. Alih-alih merasa jengkel kepada situasi, lebih baik mengambil hikmah dan pelajaran positif, serta setia pada hal baik sekecil apapun itu untuk mendapatkan rasa tenang dan damai.

Bagikan
Post a Comment