Nasib Ibu Hamil di Tengah Pandemi Covid-19
Semenjak terdapat kasus dua pasien positif covid-19 di Indonesia pertama kali oleh pemerintah pada 2 Maret 2020, infeksi covid-19 yang menyebabkan penyakit Serve Acute Respiratory Syndrome – Coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Atau yang lebih populer dengan nama virus Corona menjadi pandemi global dan menyebar dengan sangat cepat. Virus ini pertama kali terjadi karena penularan wabah antar manusia di Wuhan, China pada tahun 2019. Penularan virus ini karena penjualan daging dari binatang liar yang ada di pasar Wuhan. Gejala umum pasien adalah demam, batuk dan mialgia atau kelelahan. Gejala yang spesifik yaitu batuk berdahak, sakit kepala, hemoptisis (batuk yang mengandung darah) dan diare. Komplikasi termasuk sindrom gangguan pernapasan akut, cedera jantung akut dan infeksi bakteri sekunder (Huang, dkk., 2020).
Hingga sekarang, jumlah penularan covid-19 di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Menurut web, Worldometers.info/coronavirus/ Indonesia menduduki peringkat pertama di seluruh dunia. Dengan 2,228,938 total kasus dengan bertambahnya kasus baru sebanyak 25.830 orang dan total kematian mencapai 59,534 orang dengan kematian baru mencapai 539 orang.
Pada situasi sulit di tengah pandemi yang semakin hari semakin buruk ini mengakibatkan hampir semua rumah sakit mengalami overload dalam menerima pasien covid-19. Tidak hanya itu, presentase pemanfaatan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sudah mencapai 63,66%. Bahkan di beberapa kota besar, seperti Jakarta sudah mencapai hingga 80 %, padahal standar WHO hanya sebesar 60 % saja. Hal itu, berakibat pada pembatasan aktivitas masyarakat.
***
Di Indonesia, per tanggal 3 Juli pemerintah memberlakukan PPKM darurat atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Tak hanya itu, tidak meratanya akses pelayanan kesehatan yang cepat dan tanggap untuk menangani pasien positif covid-19. Pasien dengan keluhan serius lainnya, bahkan berdampak pada para ibu yang sedang mengandung dan mau melahirkan tidak mendapat untuk bersalin karena semua rumah sakit penuh.
Banyak di antara ibu-ibu hamil juga mengalami paranoid untuk berkunjung dengan tujuan memeriksakan kandungannya ke pelayanan kesehatan. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan yang tidak menentu. Baik itu secara fisiologi maupun psikologi, sehingga membutuhkan cara khusus dalam memenuhi kebutuhan ibu hamil tersebut. Pengetahuan ibu hamil tentang infeksi covid-19 terbilang kurang.
Hal ini karena ketidakmampuan ibu hamil dalam memahami COVID serta pencegahannya. Menurut pengetahuan tentang infeksi COVID dalam hubungannya dengan kehamilan dan janin (Hinonaung, dkk., 2021). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 35.099 kasus. Sedangkan bayi baru lahir usia 0-12 bulan sebanyak 24.591 dengan angka kematian mencapai 3 %.
***
Seperti beberapa kasus yang viral belakangan ini. Dari JPNN.com, Seorang ibu hamil asal Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia karena mengidap COVID-19. Wanita berusia 41 tahun tersebut terkonfirmasi positif setelah menjalani pemeriksaan usap (swab) di salah satu rumah sakit. Dan dari hasil tracing, yang bersangkutan tidak pernah mengunjugi zona merah dan hanya mengunjungi dua klinik yang berbeda.
Dari kompas.tv dengan kondisi yang sama, seorang bidan yang sedang mengandung buah hatinya telah meninggal dunia akibat covid-19 dan sang suami tak kuasa menahan kesedihannya.
Tak hanya itu, dalam kasus yang lain seorang pemilik akun twitter @aisyahfirdausa juga terlihat sedang meminta bantuan kepada puskesmas terdekat dan pemerintah berwenang. Karena beliau terkonfirmasi positif covid-19, sementara rumah sakit penuh dan sedang mengalami flek dan pendarahan, namun belum ada pertolongan dari tim puskesmas dari tanggal 30 Juni- 02 Juli.
***
Jika kita tarik ke belakang jauh pada zaman Rasullullah SAW, pernahkah kamu mengetahui pada zaman Rasullulah ternyata juga mengalami masa-masa sulit berupa wabah penyakit kusta. Seperti pada saat sulit pandemic covid-19 seperti sekarang ini?
Saat itu Rasulullah SAW menghadapi wabah kusta dengan menghindari penyebabnya. Zaman itu Rasullulah sudah menerapkan social distancing sama seperti kita pada masa ini.
Hal ini terdapat dalam hadits riwayat Imam Bukhari,
“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.”
Lantas, dari kasus yang marak dan kisah wabah nabi terdahulu apa yang bisa apa yang bisa kita lakukan untuk setidaknya meminimalisir terpaparnya covid-19 pada diri kita?
Membatasi diri untuk tidak berinteraksi
Pencegahan penularan COVID-19 pada individu salah satunya dengan tetap berada di rumah. Program pemerintah seperti Work From Home, School From Home, dan lain-lain di rumah itu semata-mata setidaknya supaya kita dapat melindungi diri kita sendiri. Bagi ibu hamil, bisa memeriksakan kehamilannya melalui daring dengan mengunjungi web resmi rumah sakit atau aplikasi Kesehatan, bisa juga melalui konsultasi dokter pribadi secara daring via telpon atau wa.
Menjaga kebersihan diri
Saat tiba di rumah setelah bepergian, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah. Dan usahakan cuci tangan setiap saat. Serta, ketika keluar rumah usahakan menggunakan double mask.
Meningkatkan daya tahan tubuh
Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti konsumsi vitamin, konsumsi gizi yang seimbang, beraktivitas fisik ari, istirahat yang cukup termasuk pemanfaatan kesehatan tradisional.
Mengelola kesehatan jiwa
Kesehatan jiwa dapat kita optimalkan melalui pikiran positif, emosi positif (gembira, senang, dan lain-lain), dan hubungan positif.
Meningkatkan pengetahuan akan covid-19
Adanya peningkatan pengetahuan akan pandemic covid-19 secara berulang, akan mampu menangkal hoaks yang tersebar di sosial media dan dapat mencegah terjadinya komplikasi janin pada ibu hamil sesuai dengan penanganan yang tepat dari indikasi yang jelas.
Dengan mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan, insyaAllah ikhtiar kita untuk menghindari virus ini akan membuahkan hasil.

Study enthusiast and also a learner
