f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
gerakan

Gerakan Sosial Baru

Berbicara tentang gerakan sosial baru maka tidak luput kita membicarakan tentang berkembangnya kapitalisme di dunia. Karena berkembangnya gerakan ini merespon isu-isu yang ada saat ini. Gerakan sosial ini ada sejak abad ke 18 di Amerika, kemudian abad ke 19 ada gerakan yang bernama (the intenational socialist movement) di Eropa, dan ada juga gerakan hak-hak sipil pada abad ke 20 di Amerika dan Eropa.

Gerakan sosial ini aktivitas sosial berupa gerakan atau tindakan kelompok atau organisasi yang berfokus pada isu sosial atau politik dengan menolak, melaksanakan, atau bahkan mengkampanyekan sebuah perubahan sosial (Purboningsih, 2015). Selain itu Kamantu Sunarto (2004) menyebutkan bahwa gerakan sosial (politik) ini merupakan perilaku kolektif untuk kepentingan bersama yang berkepanjangan untuk mencapai tujuan tertentu.

Gerakan sosial baru muncul seiring dengan perubahan bentuk dari masyarakat itu sendiri. Alain Touraine menyebut bahwa masyarakat kekinian meruapakan masyarakat terprogram (programmed society). Touriane mengidentifikasi masyarakat menjadi empat tipe berdasarkan ciri antagonismenya. Yaitu masyarakat agraris, merkantilis, industri dan terprogram. Empat tipe masyarakat ini tidak disebut sebagai proses evolusi tetapi diandaikan bisa saling tumpang tindih.

***

Antagonisme dalam masyarakat agraris adalah antar pekerja dan tuan tanah, merkantalisme antar budak dan saudagar, industri yang berkonflik adalah kelas buruh dan pemodal, sedangkan masyarakat yang terprogram antagonisemnya ini lebih komplek. Ciri dari gerakan sosial baru adalah menolak seluruh asumsi Marxian bahwa semua kelompok dan perjuangan menggunakan konsep kelas. 

Berkembangnya zaman turut mempengaruhi bagaimana gerakan dan aktivitas dalam sebuah organisasi untuk memperkuat basis dalam gerakanya. Masyarakat tentu akan banyak menimbang perihal bagaimana bentuk gerakan sosial yang muncul, strategi, serta visi tertentu. Salah satunya gerakan sosial baru di Indonesia yang sering kita kenal dengan reformasi 1998. Yang sampai hari ini masih menginspirasi mahasiswa untuk ikut turun ke jalan mengekspresikan pendapatnya.

Baca Juga  Semurah Itukah Nyawa Perempuan?

Salah satu gerakan sosial baru yang muncul baru baru ini yang kemudian membawa gelombang masa yang cukup besar di Jogja adalah “Gejayan Memanggil”. Berawal dari RUU (rancangan undang undang) yang dianggap nyeleneh dan ngawur, aliansi rakyat bergerak atau sering kita singkat ARB menginisiasi adanya aksi penolakan RUU KUHP, UU KPK, kerusakan lingkungan, RUU ketenagakerjaan, RUU pertahanan, dan juga pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual atau sering disebut RUU PKS.

Yang kemudian melibatkan seluruh elemen masyarakat tanapa melihat kelas kelas tertentu. Sekelompok masyarakat ini menyepakati Gejayan sebagai titik kumpul seluruh masyarakat untuk menyuarakan pendapatnya. Dengan antusiasme dan masa aksi yang cukup besar Gejayan memanggil ini cukup mencuri perhatian bagi masyarakat khususnya masyarakat Jogja dan juga mencuri perhatian di berbagai media sosial dengan aksi damainya.

***

Gejayan memanggil sampai hari ini masih terkenang di hati masyarakat Jogja. Tidak hanya terkenang dengan banyaknya masa aksi yang hadir saat itu tetapi juga konsep aksi yang kreatif dan inovatif. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah Aliansi Rakyat Bergerak yang mampu menampung seluruh kelas masyarakat. Tidak hanya mahasiswa sebagai penggerak tetapi juga banyak melibatkan organsisasi pergerakan, NGO, buruh dan masih banyak lagi yang masuk di dalamnya. Ini menjadi salah satu poin plus ketika kita melihat Gejayan Memanggil sebagai salah satu gerakan sosial baru, bahwa ARB tidak memandang kelas masyarakat untuk ikut andil di dalamnya.

Dari banyaknya aksi masa inisiasi ARB kiranya perlu adanya evaluasi. Bahwa ternyata masa aksi yang besar tidak lantas merubah keputusan pemerintah untuk mengabulkan tuntutan masyarakat. Bahkan akhir akhir ini terjadi penolakan oleh masyarakat sekitar untuk tidak melakukan aski di Gejayan atau bahkan di jalan jalan lain di Jogja salah satunya di Malioboro. Itu menandakan bahwa ada sesuatu yang terjadi yang belum terpecahkan oleh kawan-kawan aliansi hari ini. Bahwa masih banyak masyarakat yang belum tahu dan juga terlibat dalam aliansi ini. Perlu adanya pendektan pendekatan khusus bagi kawan kawan aliansi untuk masyarakat yang belum tahu atau bahkan menolak aksi.

Baca Juga  Omnibus Law Tidak Meliburkan Pandemi

Poin pembahasan isu dalam aksi masa oleh aliansi rakyat bergerak ini sebetulnya telah banyak melibatkan masyarakat. Tetapi banyak juga masyarakat atau bahkan mahasiswa yang tidak mengetahui poin-poin apa saja yang menjadi tuntutan. Kiranya perlu ada metode metode baru bagi aliansi untuk dapat mengajak masyarakat lebih luas lagi mengetahui isu aksi yang berlangsung. Terlebih kepada mahasiswa yang sepantasnya menjadi kontrol bagi jalanya pemerintahan saat ini.

***

Sosial media juga menjadi salah satu basis gerakan aliansi rakyat bergerak. Sampai hari ini sosial media yang dijalankan juga masih aktif mengkritisi kebijakan pemerintah. Dan ini cukup baik bahwa gejayan memanggil tidak hanya euforia semata membahas isu besar yang kemudian berakhir pada aksi masa. Tetapi media sosial gejayan memanggil masih aktif membahas isu isi terkini baik nasional maupun regional.

Bagikan
Post a Comment