f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
salat bagi calon pengantin

Mental Ibadah Salat bagi Calon Pengantin

Sudah dipahami oleh khalayak bahwa salat merupakan ibadah pokok, rutin dan wajib dikerjakan oleh siapapun yang beragama Islam tanpa terkecuali. Dari masa ke masa, ibadah ini santer digaungkan oleh para ustaz, ulama dan tokoh berpengaruh lainnya di berbagai belahan dunia. Tidak hanya di podium-podium, ruang belajar maupun halaqah-halaqah tertentu. Bahasan ibadah salat juga menjadi perhatian para tokoh masyarakat semisal yang berprofesi sebagai Penyuluh Agama Islam.

Penulis sebagai salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul dan penyuluh lainnya diberikan tugas oleh atasan untuk melakukan asesmen ibadah sebagai materi pokok bimbingan pra-nikah terhadap calon pengantin. Terutama asesmen dalam pelaksanaan ibadah salat. Tidak mudah mengingatkan tema tersebut pada calon pengantin. Sebab jika penyuluh tidak mampu memahami situasi dan kondisi calon pengantin, maka nasihat yang seharusnya mencerahkan, justru akan menyudutkan.

Tugas asesmen ini menjadi tugas pokok penyuluh yang secara lisan disampaikan Kepala KUA yaitu Bapak Rohwan kepada penulis secara langsung ketika penulis wawancarai. Dirasa berbeda dan unik bagi penulis. Sebab ketika materi hak-hak dan kewajiban suami istri menjadi materi utama bimbingan pra-nikah secara umum yang disampaikan penyuluh. Justru tidak bagi yang penulis alami saat ini di mana salat menjadi materi utama dalam rangka persiapan mental membina rumah tangga bagi calon pengantin.

Adanya penekanan terhadap aspek ibadah terutama ibadah salat menurut Bapak Rohwan berdasarkan beberapa hal:

Pertama, peserta bimbingan akan memperoleh beragam informasi. Informasi tersebut diperoleh dari penghulu ketika berlangsungnya khutbah nikah dengan materi pokok perihal hak-hak kewajiban antar suami dan istri. Selain dari penghulu, informasi juga didapatkan dari PAI yang berkaitan dengan aspek ibadah salat.

Baca Juga  Pendidikan Pranikah : Perwujudan Masyarakat Beradab

Kedua, inisiatif pribadi Bapak Rohwan setelah melakukan uji petik terhadap beberapa peserta bimbingan yang diketahui belum melaksanakan salat bukan karena alasan yang syar’i. Selain itu, adanya laporan dari beberapa penyuluh yang mendapati hal yang sama bahwa ada beberapa peserta yang belum menunaikan salat bahkan tidak salat.

Ketiga, mindset ibadah akan sangat berpengaruh dalam perjalanan rumah tangga. Berbagai hal dalam rumah tangga, termasuk konflik yang terjadi akan jalani oleh suami istri dengan ikhtiar maksimal, diiringi dengan doa, ikhlas dan sabar.

Penekanan ibadah salat dalam materi bimbingan pra-nikah tentu bukanlah menjadi materi satu-satunya. Terdapat materi lain yang juga dianggap penting menyesuaikan kondisi calon pengantin. Mengingat betapa pentingnya materi ibadah salat ini, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kedua belah pihak (penyuluh dan calon pengantin) merasakan output yang maksimal.

Pertama, prosesi bimbingan pra-nikah dapat dilalui dengan baik dan sesuai. Calon pengantin dapat mengisi data/formulir dengan sebenar-benarnya. Sebagaimana yang diketahui, bahwa sebelum komunikasi dua arah antara penyuluh dan calon pengantin dilakukan, calon pengantin diwajibkan mengisi data-data pribadi mulai dari nama, pendidikan, agama, pekerjaan, umur, tujuan menikah. Termasuk menjawab pertanyaan salat atau tidaknya selama ini. Setelah pengisian data selesai, penyuluh dapat membaca terlebih dahulu data-data yang telah dituliskan tersebut. Hal tersebut sebagai bahan pertimbangan penyampaian materi, terutama materi ibadah salat.

Kedua, setelah sekilas membaca data yang telah ditulis, Penyuluh dapat menyampaikan materi ibadah salat. Jika data menunjukkan bahwa calon pengantin salat secara rutin, maka penulis hanya sekadar mengingatkan keduanya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas salat. Namun jika data menunjukkan bahwa calon pengantin jarang melakukan salat atau bahkan tidak pernah. Maka penulis akan sedikit memperbanyak materi-materi salat berikut dalil-dalilnya dalam Qur’an dan Hadis. Tentu sebelum dan setelahnya penulis mempersilahkan calon pengantin untuk menjelaskan pengalamannya terkait pelaksanaan ibadah sehari-hari terutama salat.

Baca Juga  Seni Memantaskan Diri Menuju Pernikahan

Ketiga, metode penyampaian materi salat dapat dilakukan se-enjoy mungkin. Penyuluh dapat memberikan materi dengan membuka komunikasi dua arah misal dengan dialog-dialog santai namun berbobot. Kesan menggurui hendaknya dijauhkan dalam proses bimbingan pra-nikah ini. Kemunikasi secara terbuka akan terjalin ketika penyuluh mendahului pembicaraan dengan hal-hal ringan misal terkait pengalaman kerja calon pengantin. Selain itu, calon pengantin juga secara sungguh-sungguh, serius namun santai terpola pemikirannya bahwa bimbingan pra-nikah merupakan proses yang bermanfaat bagi perubahan mindset dan perilaku yang harus dilalui dengan ikhlas.

Menelisik persiapan mental ibadah salat calon pengantin merupakan hal sederhana yang dapat diupayakan KUA dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia. Masih tingginya angka perceraian menjadi salah satu perhatian serius yang harus ditanggapi semua pihak. Melalui kedisiplinan ibadah salat sebagai komunikasi yang serius antara hamba dengan Tuhannya. Maka harapannya akan tercipta kedisiplinan berumah tangga yang juga serius antara suami-istri dengan Tuhannya.

Bagikan
Post a Comment