f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
walimah

Mari Normalisasikan Walimah Sederhana

Pernikahan merupakan hal yang cukup sakral dalam konteks beragama dan bermasyarakat, serta bukan hanya sekadar berfungsi melegalkan suatu hubungan. Namun, lebih dari itu, jika seseorang telah melakukan pernikahan, maka dia terikat dengan hak, kewajiban, dan tanggung jawab, yang apabila tidak terpenuhi maka akan berdosa. Oleh karena itu, rangkaian dari acara pernikahan harus berlangsung dengan penuh khidmat. Rangkaian acara pernikahan pun beragam sesuai dengan adat dan budaya, serta kebutuhan dan keinginan kedua keluarga. Dalam hal ini, masyarakat muslim di Indonesia, secara umum mengenal rangkaian acara pernikahan terdiri dari akad nikah, dan walimatul urs atau resepsi. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), walimah artinya perjamuan.

Akad nikah adalah proses inti sahnya suatu hubungan dalam agama, antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, menjadi suami-istri. Jika akad nikah tersebut legal dan tercatat dalam KUA (Kantor Urusan Agama), maka selain sah dalam norma agama, pernikahan juga sah dalam norma negara, sehingga memiliki perlindungan hukum. Akad nikah yang merupakan pelaksanaan ijab dan kabul, dapat berlangsung di mana saja, meskipun secara umum umat muslim melakukannya di masjid.

Adapun walimah atau resepsi, merupakan acara lanjutan dari akad nikah yang sebenarnya tidak wajib untuk dilakukan. Namun, bukan berarti walimah adalah hal yang remeh, karena ia juga memiliki beberapa manfaat. Pertama, ialah untuk menyiarkan kabar pernikahan, sehingga meminimalisir terjadinya fitnah. Kedua, menjalin silaturahmi dengan teman, kerabat, serta tetangga. Ketiga, mendapatkan doa dan restu untuk kelangsungan hidup berkeluarga. Beberapa manfaat tersebut menjadi pertimbangan untuk digelarnya acara perjamuan. Meskipun, tidak jarang kita temui walimah seolah-olah adalah ajang perlombaan bergengsi. Semakin besar dan megah acaranya, maka akan semakin terlihat tinggi kehormatan dan harga diri keluarga mempelai.

Baca Juga  Pencatatan Perkawinan untuk Perlindungan Anak

***

Walimah sebagai ajang pamer kekayaan dan penentuan harga diri, nampaknya telah menjadi pola pikir yang melekat di masyarakat kita. Bahkan, tidak jarang sampai rela berhutang di mana-mana untuk menutupi dana acara resepsi. Walaupun tidak semua orang memiliki pola pikir bahwa resepsi berkaitan dengan harga diri, namun tetap saja masih kita temui orang-orang yang memiliki pola pikir tersebut. Seharusnya, pola pikir tersebut dapat terganti dengan yang lebih baik, yaitu mengutamakan hikmah dan manfaat dari resepsi. Sehingga, jika ada seseorang yang menyelenggarakan walimah atau resepsi secara sederhana, tidak akan menjadi bahan gunjingan. Menyelenggarakan walimah secara sederhana tidak menjadikan harga diri jatuh. Sama halnya dengan menyelenggarakan walimah megah juga tidak secara otomatis meninggikan harga diri, apalagi jika dengan berhutang. Oleh sebab itu, alangkah baiknya menyelenggarakan walimah secara sederhana, dan menabung dana yang tersisa untuk kebutuhan hidup berumah tangga.

Praktik dari resepsi sederhana sendiri kian marak di masyarakat Indonesia, terlebih pada saat masa pandemi. Konsepnya pun beragam, mulai dari minimnya tamu undangan, sampai berlangsung secara daring. Nampaknya resepsi sederhana dapat kita normalisasi tanpa perlu risau akan menjadi perbincangan. Dalam hal ini, perlu kesadaran masyarakat untuk menghilangkan pola pikir yang secara langsung maupun tidak langsung, mengaitkan besar kecilnya resepsi dengan harga diri.

Konsep Walimah Sederhana

Hal pertama untuk menyelenggarakan walimah sederhana ialah memeriksa dana yang tersedia. Catat apa saja yang perlu, dan jangan sampai melebihi dana yang tersedia, sehinggga dapat menghindar dari berhutang. Selanjutnya, tentukan akan terselenggara di mana dan bagaimana konsepnya. Konsep untuk walimah sederhana sendiri sangat beragam.

Pertama, walimah dapat terselenggara dengan konsep open house. Jika sudah menentukan akan mengadakan walimah di rumah, maka konsep open house dapat menjadi pilihan. Konsep ini tidak memerlukan penyewaan tenda, panggung, atau pun pelaminan. Cukup menghias rumah seadanya, dan menyediakan makanan prasmanan. Selain itu, tamu undangan juga tidak perlu terlalu banyak.

Baca Juga  Mencintai Nabi, Apa Konsekuensinya?

Kedua, dengan mengadakan acara santunan anak yatim. Meskipun walimah dan santunan anak yatim merupakan acara yang berbeda, namun penyelenggaraannya dapat kita kombinasikan, karena pada dasarnya walimah hanyalah sekadar perjamuan. Tempat berlangsungnya acara dapat di panti asuhan, ataupun di rumah sendiri. Hal yang perlu kita lakukan adalah mengundang anak yatim dan tamu undangan untuk makan bersama. Selanjutnya adalah acara santunan, dan tamu undangan juga diperkenankan menyantuni anak-anak yatim.

Ketiga, walimah secara penuh daring atau semi daring. Salah satu manfaat walimah adalah untuk menyiarkan pernikahan, sehingga meminimalisir terjadinya fitnah di kemudian hari. Maka, walimah atau resepsi secara daring bukanlah hal yang mustahil, apalagi jika tidak memiliki tempat yang cukup untuk menampung tamu undangan. Walimah daring dapat berlangsung melalui zoom meeting. Konsepnya dapat dengan menayangkan video pernikahan yang memperkenalkan kedua mempelai, kemudian berlanjut dengan menyapa tamu undangan dan doa bersama. Jika secara semi daring, maka dapat menayangkan keadaan acara secara luring. Konsep dari walimah daring ini dapat kita kreasikan sesuai dengan keinginan. Apabila memungkinkan, maka dapat mengantar makanan ke rumah masing-masing tamu.

***

Selain ketiga konsep tersebut, masih banyak konsep perjamuan sederhana lainnya. Perlu diingat, bahwa perjamuan sederhana juga bisa menjadi lebih berkesan, karena yang terpenting ialah manfaat dan tujuan dari diadakannya resepsi. Beberapa hal yang dapat ditambahkan dalam walimah sederhana yaitu, dresscode untuk tamu undangan dapat menggunakan pakaian kasual, dan jika ingin keluarga berseragam, maka dapat dengan menyamakan warna pakaian saja, serta surat undangan dapat ditulis tangan kepada tetangga dan sisanya secara virtual. Tentu hal tersebut lebih menghemat dana dan meringankan.

Kelebihan dari walimah sederhana adalah menghemat waktu, tenaga, dan dana. Menyelenggarakan walimah atau resepsi secara besar-besaran tentu sudah pasti menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan dana. Selain itu, walimah sederhana juga menepis budaya untuk pamer. Mulai dari penyelenggara walimah yang berlomba-lomba untuk mengadakan pesta besar-besaran, sampai tamu undangan yang terkadang berlebihan dalam berpakaian. Selanjutnya, walimah sederhana juga bisa diselenggarakan tanpa pelaminan, sehingga menjadikan pengantin berbaur dan mengobrol dengan para tamu undangan. Melihat beberapa kelebihannya, maka sudah semestinya kita tidak perlu ragu lagi untuk menormalisasikan walimah sederhana.

Bagikan
Post a Comment