f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pranikah

Pentingnya Pendidikan Pranikah Untuk Keluarga Sakinah (2)

Bentuk Bimbingan Pranikah

Pendidikan pranikah bisa disebut juga dengan kursus calon pengantin (catin) atau Bimbingan Kawin (binwin). Biasanya diadakan oleh KUA tempat caon mempelai, namun tidak selalu ada. Program Catin atau Binwin di KUA biasanya menunggu instruksi dari Kemenag. Jika ada program, maka terlaksanakan. Jika tidak berarti cantin tidak perlu mengikuti binwin.

Bisa juga mengikuti yang diadakan oleh swasta. Missal klinik Keluarga Sakinah milik Aisyiyah Kota Malang atau pendidikan pranikah yang diselenggarakan secara online.

Di tahun 2019, sempat mencuat adanya sertifikasi pranikah dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Beliau mewajibkan pendidikan pranikah sebelum melangsungkan perkawinan. Bahkan sebelum lulus sertifikasi pranikah, calon pengantin tidak boleh menikah.

Namun isu itu belum menemukan titik kejelasannya, kabar terakhir, modul nya sedang digodok oleh Alissa Wahid. Alissa wahid ditunjuk sebagai tim penyusun modul bimbingan perkawinan atau bimbingan pranikah untuk calon pengantin Kementerian Agama.

Pendidikan pranikah mungkin kurang popular di kalangan masyarakat, karena pelaksanaannya tidak wajib. KUA pun tidak setiap waktu membuka Bimbingan Kawin (Binwin). Kalaupun ada, materi yang diberi masih sangat dasar belum dalam menyentuh substansi permasalahan perkawinan dan masih sebatas formalitas saja.

Padahal pendidikan pranikah itu sangat penting karena permasalahan pasangan menikah itu sangat kompleks. Adanya perbedaan perspektif, adat istiadat, kebiasaaan dan perbedaan karakter itu sangat mempengaruhi pola ketahanan keluarga.

Selain itu, tingginya kasus KDRT dalam keluarga juga menjadi perhatian utama. Korban KDRT yang paling besar itu perempuan (isteri) dan juga anak-anak. KDRT mempunyai dampak yang tidak hanya secara fisik, tapi lebih jauh dampak secara psikologis. Justru pendidikan pranikah popular dan wajib untuk yang beragama Kristen. Biasanya pendidikan pranikah diadakan oleh gereja. Secara umum dengan 6 kali materi setiap materi 2 x pertemuan, jadi ada 12 pertemuan.

Baca Juga  Testimoni Agama Bukan Jaminan Jodoh Terbaik
Materi pendidikan pra nikah

Isi pendidikan pranikah bermacam-macam, namun antara lain:

Pertama, hukum perkawinan.

Berarti membahas regulasi berkenaan dengan perkawinan. Misal materi tentang usia minimal pernikahan, hak dan kewajiban suami isteri, dan sebagainya. Ini sangat penting sebagai pondasi awal pasangan dalam membangun maghligai rumah tangga.

Kedua, materi reproduksi.

Materi ini sangat penting, bagi kita yang awam soal reproduksi. Misal bagi pasangan muda. Bagaimana nanti kalau hamil, harus seperti apa? Apa saja mitos-mitos yang berkembang di masyarakat? Bagaimana mengakses layanan kesehatan untuk ibu hamil? Pengetahuan tentang usia kehamilan, menghitung masa kehamilan, dan sebagainya.

Ketiga, seks/ hubungan suami istri yang baik

Ketika sudah menikah, hubungan suami istri adalah ibadah, dan salah satu tujuan orang menikah adalah untuk memenuhi hasrat biologis. Dan calon pengantin harus paham modal dasar tentang ini.

Misal tidak keluar darah saat malam pertama belum tentu dia tidak perawan, bisa jadi karena kecelakaan, olahraga atau usia dan sebagainya. Harus punya pengetahuan dan pikiran yang terbuka, tidak saklek sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Juga, kalau dari perspektif atau materi fikih perkawinan (fikih munakahat), perlu pengetahuan dasar, seperti bagaimana doa sebelum melakukan buhungan suami istri? Bagaimana suami istri ketika hendak melakukan hubungan serta pengetahuan tentang hukum perkawinan secara Islam.

Keempat, materi tentang manajemen konflik.

Ini berkaitan dengan psikologi keluarga. Bagaimana menyampaikan pendapat yang berbeda serta bagaimana menerima keadaan yang mungkin tidak sesuai dengan keinginannnya. Misal isteri ingin punya rumah sendiri, tapi suami masih belum mampu jadi masih menumpang ke orang tua.

Nah situasi seperti ini seringkali menimbulkan konflik atau rawan konflik.

Baca Juga  Perempuan dan Ketahanan Keluarga di Tengah Pandemi

Sebelum menikah sudah harus mulai mempelajari hal-hal seperti ini. Jangan sampai hanya karena hal-hal kecil yang tidak terselesaikan, kemudian menjadi bom waktu yang pada akhirnya menghancurkan maghligai rumah tangga kita sendiri.

Keempat, materi mendidik anak dan pola asuh anak.

Bentuk pendidikan anak seperti apa yang hendak kita terapkan dalam keluarga? Bagaimana peran pendidikan dan pengasuhan anak? Apakah semua hanya tugas ibu? Tentu saja tidak. Karena pendidikan dan pengasuhan anak juga tanggungjawab suami.

Nah pentingnya pendidikan pranikah adalah membangun kesadaran antara suami istri; bahwa segala hal yang terjadi dalam perkawinan itu akibat dari keputusan bersama antara suami isteri. Suami dan istri itu setara dan saling melengkapi. Ada konsep kesalingan di antara keduanya, mu’asyaroh bil ma’ruf.

Keduanya saling melengkapi. Bukan saling mendominasi. Nah ini juga masuk dalam materi manajemen keuangan keluarga.

Demikian materi-materi tersebut sangat penting agar calon pengantin mempunyai modal awal sebelum memasuki dunia perkawinan, yang tidak hanya satu atau dua tahun; namun seumur hidup dan berkaitan dengan anak.

Pendidikan pranikah itu sangat penting, tidak hanya bagi calon pengantin, tapi juga bagi pasangan yang telah berkeluarga. Tujuannya untuk upgrade atau me-refresh ilmu seputar perkawinan. Kemudian, tercipta keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Keluarga merupakan lembaga sosial yang paling dasar untuk mencetak kualitas manusia. Sampai saat ini masih menjadi keyakinan dan harapan bersama bahwa keluarga senantiasa dapat diandalkan sebagai lembaga ketahanan moral. Keluarga yang sakinah dan harmonis, diharapkan mampu memberi dampak pada skala yang lebih besar yaitu membentuk ketahanan negara dan tentunya berkontirbusi besar pada pembangunan dan peradaban bangsa.

Bagikan
Post a Comment