Kriteria Pasangan Ideal, Belajar dari Rasulullah Saw
Dalam menentukan pasangan hidup, banyak hal-hal yang perlu kita perhatikan. Bukan saja berbicara soal fisik semata, tetapi kita juga harus jeli dan letih dalam menilai dari luar maupun dalamnya. Di dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: “Mereka (istri-istri kamu) adalah pakaian bagi kamu (wahai para suami) dan kamu adalah pakaian bagi mereka” (QS. Al-Baqarah: 187).
Kriteria Pasangan dalam Kacamata Kaum Muda
Kaum milenial adalah mereka yang lahir dan tumbuh kembang di antara munculnya zaman globalisasi dan teknologi yang semakin canggih. Maka tak heran jika mereka bisa cepat dan pandai dalam menggunakan teknologi yang ada saat ini.
Berbicara tentang kriteria atau tipe kaum milenial dalam memilih pasangan, tentu suatu hal yang penulis pribadi pernah berada di fase seperti itu.
Pertama, anak muda sekarang cenderung memilih pasangan dari kacamata fisik seorang lawan jenis. Artinya adalah mereka lebih mengutamakan kecantikan dan ketampanan atau sebaliknya.
Kedua, harta kekayaan. Kaum muda dengan gaya hidup yang lebih mengutamakan fashion tentu saja akan lebih memilih pasangan yang kaya dibandingkan dengan yang sederhana bahkan yang miskin.
Ketiga, fashion atau penampilan. Kriteria yang ini mungkin sudah tak jarang ditemukan di tengah pergaulan anak muda saat ini, bagaimana tidak dengan adanya media massa dan alat teknologi yang canggih ini. Kaum muda mampu secara dihantarkan kepada akses jaringan luas dan cepat. Terutama mereka yang ingin mencari pasangan hidup yang sesuai dengan selera yang mereka mau.
Ketiga point inilah yang pernah penulis sendiri dalam memilih atau melihat teman-teman seperjuangan dalam memilih pasangan hidup. Sehingga Ketika itu terpenuhi maka itulah yang mereka pilih sebagai pasangan dalam hidup.
Melihat Sosok Pasangan Ideal dalam Kacamata Islam
Dalam Islam, tentu sudah ada penjelasan mengenai bagaimana seharusnya seorang muslim dan muslimah dalam memilih pasangan hidup. Artinya adalah ketika hendak mencari pasangan hidup yang sesuai dengan syariat agama Islam, Rasulullah pun sudah memberi contoh dan pandangan mengenai hal itu.
Hadis Rasulullah Saw, “Perempuan dinikahi karena empat hal: karena hartanya, kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih perempuan yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari)
Berangkat dari terjemahan dari ayat di atas, Rasulullah sendiri telah memberikan sebuah edukasi (pengetahuan) atau pandangan mengenai kriteria pasangan hidup yang ideal, yang sesuai dengan syariat Islam. Nah, tinggal bagaimana umat Islam itu sendiri, apakah mereka mau mengikuti cara Rasulullah atau memilih jalan hawa nafsu belaka mereka.
Karena memilih pasangan hidup bukan berbicara tentang hal kepuasan atau tidaknya. Artinya adalah memilih pasangan hidup tentu itu yang menuntun, membina, membimbiing kita mau ke jalan yang benar atau yang jalan salah. Pasangan hidup adalah orang yang akan menemani anda selama perjalanan dalam kehidupan.
Islam sendiri tidak mau jika seorang muslim celaka ataupun mereka akibat dari salah memilih pasangan hidup. Saking cintanya Allah kepada semua makhluk ciptaannya, terutama manusia. Maka Rasulullah memberikan gambaran untuk seluruh umat manusia di seluruh dunia ini.
Mendedah Empat Kriteria dalam Memilih Pasangan Ala Rasulullah
Melanjutkan paragraph di atas, bahwasannya Rasulullah memberikan empat kriteria dalam memilih pasangan hidup. Yaitu agama, kedudukan, harta dan parasnya, yang akan penulis coba uraikan di bawah ini;
Pertama, harta kekayaan. Membincang terkait harta benda, tentu sudah menjadi sebuah kesiapan bagi mereka yang ingin menikah. Selain dari kecapakan fisik dan fashion, mereka juga harus mempersiapkan harta untuk kebutuhan rumah tangga. Baik dari hal-hal yang bersifat pokok maupun yang bersifat pribadi masing-masing. Karena harta juga sering menjadi penyebab dari kehancuran rumah tangga.
Kedua, kedudukan atau keturunan. Mengenai hal ini, perlu juga diperhatikan. Bagaimana garis keturunan dari pasangan tersebut, apakah dia keturunan atau nasabnya orang baik atau buruk. Karena hal ini akan tentu terus berkelanjutan sampai anak dan cucunya nanti. Islam juga sangat memperhatikan kriteria ini.
Ketiga, kecantikan atau ketampanan. Mungkin kriteria ini sudah menjadi pokok perhatian yang khusus dalam kacamata generasi milenial. Bagaimana Ketika paras seorang lawan jenis mampu menarik dan memiliki daya pikat bagi mereka. Kecantikan yang bisa saja berasal dari anugerah Allah atau dari garis keturunan kedua orang tuanya. Kecantikan yang dimaksud adalah Ketika dia mampu memberikan ketenangan dan meningkatkan kepercayaan diri di saat engkau memandangnya.
Sebagaimana dalam hadis disebutkan bahwa “Sebaik-baik istri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. At-Thabrani)
Keempat, agama. Mungkin ini menjadi cara atau kriteria yang terakhir dalam memilih pasangan hidup. Jika diantara harta kekayaan, keturunan dan kecantikan tidak dapat kamu temukan. Maka carilah agamanya yang baik. Perempuan yang baik tentu untuk laki-laki yang baik, pasangan yang mampu menjaga dirinya dan keluarganya dari hal yang tidak diinginkan terjadi.
Islam menilai bahwa harta, keturunan, kekayaan bukanlah penyebab kebahagiaan yang hakiki. Tetapi agama akan menjadi sebuah jalan yang lurus, yang akan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan di dunia sampai di akhirat kelak.
Mahasiswa Univesitas Muhammadiyah Surakarta
