f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
piagam madinah

Mengembangkan Teologi Altruisme Piagam Madinah

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, altruisme memiliki arti; orang yang banyak mengutamakan kepentingan orang lain atau orang yang mencintai sesama manusia.

Selanjutnya dalam kamus tersebut terdapat dua pengertian lebih luas. Pertama yakni perilaku seorang yang mengutamakan kebahagiaan serta kesejahteraan orang lain. Kedua, sifat atau karakter masyarakat atau kelompok yang anggota-anggotanya benar-benar larut di dalam kelompoknya sehingga tidak memiliki kepentingan diri sendiri.

Altruisme dalam Islam

Di dalam ajaran Islam, teologi altruisme merupakan ajaran nabi Muhammad pada saat beliau berada di Madinah. Beliau membentuk perjanjian Piagam Madinah.

Teologi altrusime ialah teologi yang didasarkan pada tepo siliro, tenggang rasa terhadap keyakinan dan perasaan agama lain. Menurut Syed Othman dan faisal, di dalam buku Islam and Tolerance,, menjelaskan bahwa; ajaran Islam sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an seharusnya menjadi faktor utama yang mempengaruhi atau membentuk cara pandang perilaku umat Islam terhadap umat lainnya. Hal ini didukung oleh contoh yang diperlihatkan Nabi Muhammad dalam berperilaku terhadap pengikut agama lain.

Sejumlah hadis nabi menggambarkan nilai yang perlu menjadi teladan bagi sikap umat Islam terhadap masyarakat non Muslim. Nabi Bersabda ‘’Barang siapa yang membunuh seorang non muslim Zimmi, dia tidak akan masuk surga’’ (al Bukhari)”.

“Allah melarang saya untuk bertindak tidak adil terhadap non Muslim yang telah menjadi warga negara.’’ (al Hakim).

‘’Siapa pun orang Islam yang berlaku tidak adil terhadap non Muslim; yang ikut dalam kesepakatan untuk hidup damai bersama umat Islam akan mendapat ganjaran di akhirat nanti. ‘’Abu Dawud)

Penulis buku sejarah asal mesir, Muhammad Husen Haikal, dalam hayat Muhammad, menyebut perilaku nabi di dalam Piagam Madinah sebagai ‘’Watsiqah Siyasiyah’’ atau dokumen politik yang menjadi kebebasan iman, kebebasan pendapat, perlindungan atas negara, hak hidup, hak milik dan pelarangan kejahatan.

Baca Juga  Zakat Solusi Pemerataan dan Pembangunan

Kalangan kristen, ilmuwan dan agamawan Najran pernah berdebat dengan nabi mengenai pandangan Islam terhadap kristen. Dalam perdebatan tersebut, nabi berjanji akan melindungi hak-hak keberagaman mereka dan memelihara tempat beribadah, yang tentunya juga melakukan hal serupa kepada Umat Islam.

Altruisme dalam Piagam Madinah

Teologi Altruisme terangkum sempurna dalam Piagam Madinah, bahkan untuk menghilangkan kepentingan kelompok atau pribadi nabi Muhammad menggunakan kalimat ‘’Ummah’’.  Dengan kata tersebut, nabi berusaha menyatukan setiap golongan ke dalam tatanan bangsa-negara

Bahwa ‘’kaum Yahudi dari suku Bani Auf adalah satu bangsa-negara dengan warga yang beriman”. San ‘’kaum Yahudi bebas memeluk agama mereka sebagaimana kaum Muslimin bebas memeluk agama mereka.

Hassan Hanafi, dalam buku Agama, Kekerasan & Islam Kontemporer berpendapat; dalam ajaran Islam tidak ada ajran Ikroh (Pemaksaan), yang juga berati penekanan atau pendesakan.

Al-Qur’an menyebutkan tema Ikroh sebanyak tujuh kali, lima kali sebagai kata kerja dan dua kali sebagai kata benda. Pemaksaan menurut Hassan Hanafi terjadi akibat perlawanan terhadap kekuatan luar yang mencengkram kemauan dan kebebasan sikap Individu.

Fenomena demikian berkaca kepada kisah Musa dan Fir’aun. Firaun memaksa rakyatnya yang minoritas untuk percaya akan ketuhananya. Meninggalkan keimanan mereka, dan meyakini kekuatan sihir.

Tindak pemaksaan adalah tindakan sia-sia dan tidak bermakna. Tindakan tersebut tidak dibenarkan menurut dasar hukum manapun. Sekaligus bertentangan dengan nurani suci manusia. Dalam konteks keindonesiaan, tindakan pemaksaan akan berdampak pada runtuhnya kemajemukan.

Konteks Keindonesiaan

Kita seyogyanya harus memahami bahwa Indonesia memiliki lebih dari 900 kebudayaan dan 500 bahasa. Ini artinya masyarakat Indonesia adalah sebuah masyarakat multikutural. Masyarakat Islam yang disuguhkan di dalam cita-citanya memiliki kesamaan karakter dengan masyarakat madani. Masyarakat yang mengambil nilai-nilai ilahiyahlah yang merupakan ajaran nabi dalam Piagam Madinah.

Baca Juga  Maslahah Mursalah Putusan MK 46/2010 Perspektif Maqasid Al-Syari’ah Al-Ghazali

Piagam Madinah sebagai kekuatan menjunjung tinggi kemajemukan agama dan pemihakan terhadap kepentingan seluruh elemen masyarakat, perdamaian dan nir kekerasan serta menjadi tendiskriminasi.

Tindakan kekerasan berangkat dari kepala, turun ke tangan jatuh di tanah. Ancaman yang masih menjadi PR besar bangsa kita saat ini ialah Neo Khawarij. Neo Khawarij mereka yang membayangkan bahwa seluruh isi dunia memusuhi dirinya, dan sebab itu ia harus membangun sekat, melindungi diri dari serangan.

Hal demikian dinamakan Siege Mentality, mentalitas bertahan merasa dikepung oleh ancaman.  Beberapa ciri yang menonjol dari mereka; pertama, berfikir sederhana, sempit dan fanatik. Misalnya mereka mereka membagi wilayah hanya menjadi dua kategori, Dar al Islam dan Dar al harb. Adalah kelompoknya sedangkan dar al hab adalah wilayah yang wajib diperangi.

Dalam tataran praktis cara berpikir seperti ini akan berimpliksi pada pembersihan terhadap siapa pun yang bersebrangan pendapat dengan mereka. Pada tingkat yang mengerikan, mereka menggunakan senjata dalam melakukan inqusisi terhadap siapa pun yang berbeda pandangan politik dan keagamaan. Inilah watak yang masih menjadi acaman bagi bangsa kita.

Melihat realitas sosial ini selayaknya tiap umat beragama mampu memperluas lingkungan solidaritas. Lingkaran solidaritas akan meluas bila ada sikap keterbukaan; yang merupakan manajemen kemajemukan yang berguna untuk mengorkestrasi dari majemuk menjadi harmoni sosial.

Dengan mengimplementasikan harmoni sosial perdamaian akan dapat terwujud. Islam sebagai agama perdamaian dianjurkan semata-mata untuk kepentingan manusia, bukan untuk kepentingan Allah.

Perdamaian dan harmoni sosial adalah penting yang harus disepakati dengan terbuka dan hipokritis. Inilah maksud dari kata as-salam dari esensi agama. Wa Allahu’alam.

Bagikan
Post a Comment